Rabu, 04 Feb 2026 00:13 WIB

Video Pemerkosaan Siswi SMP Disebar di Sekolah, DPRD Surabaya Desak PPA dan Polisi Tangani Kasus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Sep 2024 20:09 WIB

Selalu.id - Anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, melakukan kunjungan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemkot Surabaya di Jalan Nginden Permata. 

Kunjungan itu untuk memantau perkembangan kasus pemerkosaan yang menimpa seorang siswi salah satu SMPN di Surabaya oleh seorang siswa SMA swasta.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Imam menceritakan kasus bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial. Pelaku kemudian mengajak korban bertemu dan melakukan perbuatan bejatnya. 

Pelaku juga merekam aksi tersebut dengan kamera handphone dan mengancam akan menyebarkannya jika korban menolak bertemu lagi. Kata dia, pelaku pernah dikeluarkan dari sekolah sebelumnya karena kasus asusila.

"Kami juga melacak di salah satu SMA swasta. Ternyata pelaku pernah dikeluarkan dari sekolah itu sebelum pindah ke sekolahnya sekarang. Kasusnya juga asusila," Imam saat dihubungi, Minggu (29/9/2024). 

Politisi NasDem itu mengungkapkan bahwa pelaku telah menyebarkan video pemerkosaan kepada siswi SMP tersebut kepada salah satu guru di sekolah korban. "Salah satu guru sudah dikirimi video tersebut melalui wa," ungkapnya.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Sebab itu, dia prihatin atas lambatnya penanganan kasus ini. Apalagi korban masih trauma dan ketakutan. 

"Saya minta petugas PPA terus mendampingi dan men-support korban yang berusia 14 tahun. Korban masih trauma dan ketakutan karena pelaku diam-diam merekam kelakuan bejatnya itu dengan kamera handphone," ujarnya.

Imam berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Apalagi, korban telah membuat laporan ke Polrestabes Surabaya sejak Juli. 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

"Semoga reserse Unit PPA Polrestabes Surabaya segera menangkap tersangka pelakunya. Korban sudah melaporkan kasus perkosaan ini ke polisi pada 26 Juli 2024," ujarnya.

DPRD Surabaya mendesak UPTD PPA untuk segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan perlindungan kepada korban. Selain itu, dia juga mendesak Polrestabes Surabaya untuk segera menangkap pelaku agar tidak ada korban dikemudian hari.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon.