Selasa, 21 Jul 2026 14:44 WIB

KPU Jatim Gandeng Cipayung Plus Bentuk Satgas Demokrasi 

Hendra, Ketua GMNI Jatim, sekaligus penanggung jawab Cipayung Plus Jatim
Hendra, Ketua GMNI Jatim, sekaligus penanggung jawab Cipayung Plus Jatim

Selalu.id - KPU Jatim berkolabirasi dengan organisasi mahasiswa yang tergabung di Cipayung Plus. Ada 9 organisasi diantaranya yaitu, GMKI, KMHDI, KAMMI, SEMI, PMII, GMNI, IMN, HMI, serta PMKRI. Dari gabungan seluruh mahasiswa tersebut dibentuklah Satgas Demokrasi. 

Hendra Prayogi selaku Ketua DPD GMNI Jatim mengatakan, tidak ada alasan bagi generasi muda untuk alergi politik. Pihaknya juga meyusun dan membagi para Satgas Demokrasi untuk mengawasi tugas KPU di seluruh Jawa Timur. 

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

"Ingin berkontrobusi dalam pengawasan dan membantu tugas-tugas dari KPU dan Bawaslu," ungkap Hendra kepada selalu.id, Sabtu (21/9/2024) malam. 

Inisiatif pembentukan Satgas Demokrasi ini patut diapresiasi, namun perlu diingat bahwa tantangan dalam mewujudkan demokrasi yang sehat sangat kompleks. Ia pun menyebut, peran mahasiswa sebagai agen perubahan sangat penting, namun perlu didukung dengan sumber daya yang memadai dan pelatihan yang komprehensif. 

"Keterlibatan masyarakat secara aktif adalah kunci keberhasilan dalam mengawal demokrasi, oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi yang masif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat," tandasnya. 

Baca Juga: Perkuat Literasi Mahasiswa, RLD dan GMNI Surabaya Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senada, Ketua umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan mahasiswa muhammadiyah Jawa Timur, Devi Kurniawan berpendapat pembentukan Satgas Demokrasi di Jawa Timur bertujuan mulia, yaitu mengawal demokrasi dan mencegah praktik-praktik tidak sehat seperti politik sara, politik uang dan politik dinasti. 

"Dari sudut pandang saya sendiri, melihat Satgas Demokrasi ini dibentuk, saya penasaran seperti apa dan bagaimana mas. Jadi, harapan kita sebagai generasi penerus bangsa adalah bagaimana kita bisa mengawal demokrasi di Jawa Timur ini," jelasnya. 

"Kita yang ada di tingkat Jawa Timur, Cipayung, berusaha mengakomodasi adik-adik di kabupaten/kota sehingga nanti di setiap kabupaten/kota, pengawasan terus berjalan. Tujuannya agar demokrasi yang kita harapkan untuk masa depan negara kita bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. 

Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja

Meski begitu, pesan edukasi yang paling disorot dalam pembentukan Satgas Demokrasi ini adalah bagaimana generasi muda ini menghindari politik uang dan politik dinasti. 

"Dengan adanya Satgas Demokrasi ini, kita berharap pencapaian optimalnya adalah bagaimana politik uang dan politik dinasti bisa ditekan. Bagaimana masyarakat bisa sadar untuk datang ke TPS dan memilih karena kesadaran, bukan karena kepentingan uang," tutupnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.