Jumat, 04 Sep 2026 18:02 WIB

Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

selalu.id – Polda Jawa Timur menjadwalkan pelaksanaan prarekonstruksi dalam kasus pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melibatkan oknum anggota kepolisian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan prarekonstruksi akan digelar besok untuk menelusuri kembali rangkaian peristiwa, termasuk cara eksekusi dan proses pemindahan jasad korban.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

“Besok rencana kita melakukan praktek konstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya dan cara mereka melakukannya, juga ide siapa yang membuang jasad ke sungai,” ujar AKBP Jumhur kepada awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman karena terdapat perbedaan keterangan antara dua tersangka. Dalam perkara ini, Bripka Agus Sulaiman, anggota Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perbuatan tersebut tidak dilakukan seorang diri. Polisi juga menetapkan Suyitno, teman masa kecil tersangka utama, sebagai tersangka pendamping. Suyitno ditangkap pada Kamis (18/12) di wilayah Probolinggo setelah sempat melarikan diri selama tiga hari dan berpindah-pindah lokasi dari Lumajang hingga Pamekasan.

Baca Juga: Tak Sampai Setengah Hari, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sekuriti di Sukomanunggal

Terkait motif pembunuhan, AKBP Jumhur menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman dan konfrontasi untuk menyelaraskan keterangan para tersangka.

“Motifnya masih kita dalami karena masih ada perbedaan keterangan, kita cross check. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada teman-teman kuliah korban dan ibunya untuk menyambungkan semua informasi,” katanya.

Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja

Ia mengakui terdapat dugaan awal terkait motif sakit hati maupun kepentingan harta, namun belum dapat disimpulkan secara pasti. Soal kondisi korban, penyidik menemukan dugaan pencekikan berdasarkan adanya luka memar di leher korban. Namun penyebab kematian secara detail masih menunggu hasil pendalaman lanjutan.

“Perkembangan selanjutnya akan saya sampaikan, mungkin nanti Pak Kabidhumas yang menyampaikan hasil rekonstruksi besok,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.