Selasa, 20 Okt 2026 01:19 WIB

Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

selalu.id – Polda Jawa Timur menjadwalkan pelaksanaan prarekonstruksi dalam kasus pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melibatkan oknum anggota kepolisian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan prarekonstruksi akan digelar besok untuk menelusuri kembali rangkaian peristiwa, termasuk cara eksekusi dan proses pemindahan jasad korban.

Baca Juga: Enam Saksi Diperiksa, Pembunuhan di Toko Bangunan Menguat ke Motif Cemburu

“Besok rencana kita melakukan praktek konstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya dan cara mereka melakukannya, juga ide siapa yang membuang jasad ke sungai,” ujar AKBP Jumhur kepada awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman karena terdapat perbedaan keterangan antara dua tersangka. Dalam perkara ini, Bripka Agus Sulaiman, anggota Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perbuatan tersebut tidak dilakukan seorang diri. Polisi juga menetapkan Suyitno, teman masa kecil tersangka utama, sebagai tersangka pendamping. Suyitno ditangkap pada Kamis (18/12) di wilayah Probolinggo setelah sempat melarikan diri selama tiga hari dan berpindah-pindah lokasi dari Lumajang hingga Pamekasan.

Baca Juga: Desak Evaluasi Program MBG, Ratusan Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Gedung DPRD Surabaya

Terkait motif pembunuhan, AKBP Jumhur menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman dan konfrontasi untuk menyelaraskan keterangan para tersangka.

“Motifnya masih kita dalami karena masih ada perbedaan keterangan, kita cross check. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada teman-teman kuliah korban dan ibunya untuk menyambungkan semua informasi,” katanya.

Baca Juga: Tak Sampai Setengah Hari, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sekuriti di Sukomanunggal

Ia mengakui terdapat dugaan awal terkait motif sakit hati maupun kepentingan harta, namun belum dapat disimpulkan secara pasti. Soal kondisi korban, penyidik menemukan dugaan pencekikan berdasarkan adanya luka memar di leher korban. Namun penyebab kematian secara detail masih menunggu hasil pendalaman lanjutan.

“Perkembangan selanjutnya akan saya sampaikan, mungkin nanti Pak Kabidhumas yang menyampaikan hasil rekonstruksi besok,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).