Selasa, 10 Feb 2026 12:59 WIB

Prarekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar Besok, Motif Belum Terungkap

selalu.id – Polda Jawa Timur menjadwalkan pelaksanaan prarekonstruksi dalam kasus pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melibatkan oknum anggota kepolisian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan prarekonstruksi akan digelar besok untuk menelusuri kembali rangkaian peristiwa, termasuk cara eksekusi dan proses pemindahan jasad korban.

Baca Juga: Kasus Mutilasi di Surabaya, Alvi Maulana Didakwa Pembunuhan Berencana

“Besok rencana kita melakukan praktek konstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya dan cara mereka melakukannya, juga ide siapa yang membuang jasad ke sungai,” ujar AKBP Jumhur kepada awak media di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (22/12/2025).

Ia menyebutkan, penyidik saat ini masih melakukan pendalaman karena terdapat perbedaan keterangan antara dua tersangka. Dalam perkara ini, Bripka Agus Sulaiman, anggota Intelkam Polsek Krucil Polres Probolinggo, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perbuatan tersebut tidak dilakukan seorang diri. Polisi juga menetapkan Suyitno, teman masa kecil tersangka utama, sebagai tersangka pendamping. Suyitno ditangkap pada Kamis (18/12) di wilayah Probolinggo setelah sempat melarikan diri selama tiga hari dan berpindah-pindah lokasi dari Lumajang hingga Pamekasan.

Baca Juga: Palu dan DVR Disita dari Rumah Bripka AS, Barang Bukti Pembunuhan Mahasiswi UMM

Terkait motif pembunuhan, AKBP Jumhur menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman dan konfrontasi untuk menyelaraskan keterangan para tersangka.

“Motifnya masih kita dalami karena masih ada perbedaan keterangan, kita cross check. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada teman-teman kuliah korban dan ibunya untuk menyambungkan semua informasi,” katanya.

Baca Juga: Paman Korban Mahasiswi UMM Desak Penegak Hukum Terapkan Hukuman Mati

Ia mengakui terdapat dugaan awal terkait motif sakit hati maupun kepentingan harta, namun belum dapat disimpulkan secara pasti. Soal kondisi korban, penyidik menemukan dugaan pencekikan berdasarkan adanya luka memar di leher korban. Namun penyebab kematian secara detail masih menunggu hasil pendalaman lanjutan.

“Perkembangan selanjutnya akan saya sampaikan, mungkin nanti Pak Kabidhumas yang menyampaikan hasil rekonstruksi besok,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.

Perayaan HPN 2026 di Polda Metro Jaya: Brigjen Dekananto: Pers Mitra Strategis Polri

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu berlangsung penuh kehangatan.