Jumat, 23 Okt 2026 11:02 WIB

National Hospital Beri Tips Penyakit Cacar Api dan Cara Cegahnya

  • Penulis : Ading
  • | Sabtu, 14 Sep 2024 20:40 WIB
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito

selalu.id - National Hospital mengenalkan penyakit cacar api atau Herpes Zozter yang dapat menyerang kulit manusia. Khususnya orang dewasa yang biasa terjadi pada Penurunan Kekebalan Terkait Usia (ARDI).

Berdasarkan data tahun 2011-2013, penyakit ini rata-rata menyerang kelompok orang dewasa dengan rentan usia 45-64 tahun.

Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito menjelaskan penyakit ini  disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV).

Ia menyebut setiaporang dewasa memiliki VZV di sistem saraf mereka dan menunggu untuk tereaktivasi kembali seiring bertambahnya usia.

Dia menjelaskan, penyakit ini tidak hanya sebatas ruam pada kulit. Namun, menyebabkan penderita akan mengalami Nyeri Pasca Herpes (NPH), yakni nyeri saraf jangka panjang yang dapat berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan atau kadang dapat bertahan selama beberapa tahun.

Selain itu, penderita juga akan mengalami komplikasi lainnya yang menganggu fungsi tubuh.

“Komplikasi lainnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, infeksi paru
(pneumonia), gangguan pendengaran, inflamasi otak (encephalitis), dan kematian,” kata Jose, Sabtu (14/9/2024).

Dia menjelaskan rasa sakit dari Herpes Zoster sering digambarkan oleh pasien seperti rasa sakit yang mendalam, membakar, menusuk,atau nyeri.

Maka dari itu, sebagai langkah antisipasi pencegahan, pentingnya melakukan vaksinasi. Vaksini untuk mencegah kasus cacar api ini telah tersedia di Indonesia sejak Juli 2024.

“Vaksin ini membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, meringankan keparahan gejalanya jika infeksi tetap terjadi, dan menurunkan kemungkinan terjadinya neuralgia pasca-herpes (NPH) yang merupakan komplikasi lebih menyakitkan dan bertahan lama dibandingkan ruam dari Herpes Zoster itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Government Affairs and Market Access Director, GSK Indonesia Reswita Dery Gisriani, Communications, menekankan komitmen GSK dalam pencegahan penyakit melalui penyediaan vaksin inovatif.

“Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan vaksin baru dan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang,” terangnya

Selain itu, kami akan terus berkolaborasi erat dengan pemerintah, asosiasi medis dan juga tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular melalui imunisasi.

“Kami menyadari pentingnya
mengikuti tren penyakit dan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan pengembangan dalammengatasi masalah yang muncul di industri kesehatan,” tandas Reswita.

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.