Minggu, 06 Sep 2026 23:25 WIB

National Hospital Beri Tips Penyakit Cacar Api dan Cara Cegahnya

  • Penulis : Ading
  • | Sabtu, 14 Sep 2024 20:40 WIB
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito

selalu.id - National Hospital mengenalkan penyakit cacar api atau Herpes Zozter yang dapat menyerang kulit manusia. Khususnya orang dewasa yang biasa terjadi pada Penurunan Kekebalan Terkait Usia (ARDI).

Berdasarkan data tahun 2011-2013, penyakit ini rata-rata menyerang kelompok orang dewasa dengan rentan usia 45-64 tahun.

Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito menjelaskan penyakit ini  disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV).

Ia menyebut setiaporang dewasa memiliki VZV di sistem saraf mereka dan menunggu untuk tereaktivasi kembali seiring bertambahnya usia.

Dia menjelaskan, penyakit ini tidak hanya sebatas ruam pada kulit. Namun, menyebabkan penderita akan mengalami Nyeri Pasca Herpes (NPH), yakni nyeri saraf jangka panjang yang dapat berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan atau kadang dapat bertahan selama beberapa tahun.

Selain itu, penderita juga akan mengalami komplikasi lainnya yang menganggu fungsi tubuh.

“Komplikasi lainnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, infeksi paru
(pneumonia), gangguan pendengaran, inflamasi otak (encephalitis), dan kematian,” kata Jose, Sabtu (14/9/2024).

Dia menjelaskan rasa sakit dari Herpes Zoster sering digambarkan oleh pasien seperti rasa sakit yang mendalam, membakar, menusuk,atau nyeri.

Maka dari itu, sebagai langkah antisipasi pencegahan, pentingnya melakukan vaksinasi. Vaksini untuk mencegah kasus cacar api ini telah tersedia di Indonesia sejak Juli 2024.

“Vaksin ini membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, meringankan keparahan gejalanya jika infeksi tetap terjadi, dan menurunkan kemungkinan terjadinya neuralgia pasca-herpes (NPH) yang merupakan komplikasi lebih menyakitkan dan bertahan lama dibandingkan ruam dari Herpes Zoster itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Government Affairs and Market Access Director, GSK Indonesia Reswita Dery Gisriani, Communications, menekankan komitmen GSK dalam pencegahan penyakit melalui penyediaan vaksin inovatif.

“Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan vaksin baru dan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang,” terangnya

Selain itu, kami akan terus berkolaborasi erat dengan pemerintah, asosiasi medis dan juga tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular melalui imunisasi.

“Kami menyadari pentingnya
mengikuti tren penyakit dan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan pengembangan dalammengatasi masalah yang muncul di industri kesehatan,” tandas Reswita.

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.