Selasa, 03 Feb 2026 00:58 WIB

National Hospital Beri Tips Penyakit Cacar Api dan Cara Cegahnya

  • Penulis : Ading
  • | Sabtu, 14 Sep 2024 20:40 WIB
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito
Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito

selalu.id - National Hospital mengenalkan penyakit cacar api atau Herpes Zozter yang dapat menyerang kulit manusia. Khususnya orang dewasa yang biasa terjadi pada Penurunan Kekebalan Terkait Usia (ARDI).

Berdasarkan data tahun 2011-2013, penyakit ini rata-rata menyerang kelompok orang dewasa dengan rentan usia 45-64 tahun.

Dermatologist dari National Hospital dr. Jose L. Anggowarsito menjelaskan penyakit ini  disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV).

Ia menyebut setiaporang dewasa memiliki VZV di sistem saraf mereka dan menunggu untuk tereaktivasi kembali seiring bertambahnya usia.

Dia menjelaskan, penyakit ini tidak hanya sebatas ruam pada kulit. Namun, menyebabkan penderita akan mengalami Nyeri Pasca Herpes (NPH), yakni nyeri saraf jangka panjang yang dapat berlangsung berminggu-minggu, berbulan-bulan atau kadang dapat bertahan selama beberapa tahun.

Selain itu, penderita juga akan mengalami komplikasi lainnya yang menganggu fungsi tubuh.

“Komplikasi lainnya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, infeksi paru
(pneumonia), gangguan pendengaran, inflamasi otak (encephalitis), dan kematian,” kata Jose, Sabtu (14/9/2024).

Dia menjelaskan rasa sakit dari Herpes Zoster sering digambarkan oleh pasien seperti rasa sakit yang mendalam, membakar, menusuk,atau nyeri.

Maka dari itu, sebagai langkah antisipasi pencegahan, pentingnya melakukan vaksinasi. Vaksini untuk mencegah kasus cacar api ini telah tersedia di Indonesia sejak Juli 2024.

“Vaksin ini membantu mengurangi risiko terkena Herpes Zoster, meringankan keparahan gejalanya jika infeksi tetap terjadi, dan menurunkan kemungkinan terjadinya neuralgia pasca-herpes (NPH) yang merupakan komplikasi lebih menyakitkan dan bertahan lama dibandingkan ruam dari Herpes Zoster itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Government Affairs and Market Access Director, GSK Indonesia Reswita Dery Gisriani, Communications, menekankan komitmen GSK dalam pencegahan penyakit melalui penyediaan vaksin inovatif.

“Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan vaksin baru dan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang,” terangnya

Selain itu, kami akan terus berkolaborasi erat dengan pemerintah, asosiasi medis dan juga tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit menular melalui imunisasi.

“Kami menyadari pentingnya
mengikuti tren penyakit dan menginvestasikan sumber daya untuk penelitian dan pengembangan dalammengatasi masalah yang muncul di industri kesehatan,” tandas Reswita.

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.