Kamis, 03 Sep 2026 17:13 WIB

Para Calon Kepala Daerah Mulai 'Memanasi Mesin', Orderan APK Naik

Bisnis konveksi
Bisnis konveksi

selalu.id - Usaha konveksi dan printing di Surabaya kebanjiran pemesanan jelang pilkada 2024. Meski belum masa kampanye namun para calon Kepala Daerah sudah berlomba-lomba untuk memesan Alat Peraga Kampanye (APK) guna dibagikan kepada para pendukungnya.

Salah satu usaha konveksi dan printing di Surabaya sejak dua pekan terakhir ini sudah mulai kebanjiran order dengan mendapatkan pesanan kaos, tumbler atau botol air minum hingga lanyard atau tali yang biasa digantung untuk id.

Bahkan pemesanan tersebut sudah dilakukan oleh salah satu kontestan calon Kepala Daerah di Sumatera yang memesan APK tersebut di Surabaya. Tak hanya itu saja, penyelenggara pemilu dari Papua juga telah memesan di tempat usaha konveksi dan printing yang ada di kawasan Mulyorejo Surabaya Timur ini.

"Sudah mulai ramai dua minggu lalu. Ada yang pesan seribu sampai dua ribu kaos. Untuk pesanan sejauh ini dari luar Jawa," kata salah satu pengusaha konvensi dan printing, Sugiharto yang juga mantan jurnalis foto tersebut saat ditemui selalu.id, Jumat (13/9/2024).

Sugiharto, menyebut pemesanan biasanya meningkat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan di luar penyelenggaraan kampanye pilkada. Dia juga menyebut tahun ini pemesanan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.

"Lebih ramai sekarang (tahun ini, Red), kalau pilkada tahun sebelumnya kan masih tahap pemulihan dari pandemi Covid-19. Naiknya bisa dua sampai tiga kali lipat di luar pilkada," ungkap owner konveksi99SUB ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemasanan, Sugiharto mengaku dibantu oleh sekitar 5 pekerja. Bahkan dia harus menghidupkan mesin cetaknya sejak subuh karena pesanan sudah mulai berdatangan. "Mesin cetak ini saja sudah digunakan subuh tadi sampai siang ini belum rehat," tuturnya.

Untuk urusan harga, dirinya mengaku mematok harga berkisar Rp 20-60 ribu per satuannya. Harga tersebut tergantung dari kualitas produk yang akan dipesan. Sugiharto menambahkan saat ini banyak orang yang yang membutuhkan kecepatan dan harga terjangkau.

"Kalau harga sebetulnya tergantung kualitas. Tapi biasanya mereka sekarang cari yang pembuatannya cepat dan harganya murah," jelasnya.

Selain menerima pesanan pembuatan alat peraga kampanye, dia juga menerima sub pengerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh tempat usaha konveksi lainnya. "Ya kadang juga ada tempat lain (usaha konveksi) yang hanya ngesub saja," imbuhnya.

Dengan adanya penyelenggaraan pilkada tahun ini dia berharap penjualan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. "Ya target dan harapan dalam pilkada tahun ini ya bisa 100 persen untungnya," harapnya.

Selain mendapatkan pesanan dari luar pulau dia juga mengaku di Jawa Timur biasanya mulai ramai pesanan ketika sudah ditetapkan nomor urut calon kepala daerah. "Biasanya setelah nomor urut ditetapkan, tambah ramai pesanan. Kalau yang banyak pesan yang kontestan di Jawa Timur," pungkasnya.

Baca Juga: Sukses Ternak Tikus Putih, Pria di Mojokerto Raup Cuan Jutaan Rupiah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.