Selasa, 03 Feb 2026 02:36 WIB

Para Calon Kepala Daerah Mulai 'Memanasi Mesin', Orderan APK Naik

Bisnis konveksi
Bisnis konveksi

selalu.id - Usaha konveksi dan printing di Surabaya kebanjiran pemesanan jelang pilkada 2024. Meski belum masa kampanye namun para calon Kepala Daerah sudah berlomba-lomba untuk memesan Alat Peraga Kampanye (APK) guna dibagikan kepada para pendukungnya.

Salah satu usaha konveksi dan printing di Surabaya sejak dua pekan terakhir ini sudah mulai kebanjiran order dengan mendapatkan pesanan kaos, tumbler atau botol air minum hingga lanyard atau tali yang biasa digantung untuk id.

Bahkan pemesanan tersebut sudah dilakukan oleh salah satu kontestan calon Kepala Daerah di Sumatera yang memesan APK tersebut di Surabaya. Tak hanya itu saja, penyelenggara pemilu dari Papua juga telah memesan di tempat usaha konveksi dan printing yang ada di kawasan Mulyorejo Surabaya Timur ini.

"Sudah mulai ramai dua minggu lalu. Ada yang pesan seribu sampai dua ribu kaos. Untuk pesanan sejauh ini dari luar Jawa," kata salah satu pengusaha konvensi dan printing, Sugiharto yang juga mantan jurnalis foto tersebut saat ditemui selalu.id, Jumat (13/9/2024).

Sugiharto, menyebut pemesanan biasanya meningkat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan di luar penyelenggaraan kampanye pilkada. Dia juga menyebut tahun ini pemesanan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.

"Lebih ramai sekarang (tahun ini, Red), kalau pilkada tahun sebelumnya kan masih tahap pemulihan dari pandemi Covid-19. Naiknya bisa dua sampai tiga kali lipat di luar pilkada," ungkap owner konveksi99SUB ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemasanan, Sugiharto mengaku dibantu oleh sekitar 5 pekerja. Bahkan dia harus menghidupkan mesin cetaknya sejak subuh karena pesanan sudah mulai berdatangan. "Mesin cetak ini saja sudah digunakan subuh tadi sampai siang ini belum rehat," tuturnya.

Untuk urusan harga, dirinya mengaku mematok harga berkisar Rp 20-60 ribu per satuannya. Harga tersebut tergantung dari kualitas produk yang akan dipesan. Sugiharto menambahkan saat ini banyak orang yang yang membutuhkan kecepatan dan harga terjangkau.

"Kalau harga sebetulnya tergantung kualitas. Tapi biasanya mereka sekarang cari yang pembuatannya cepat dan harganya murah," jelasnya.

Selain menerima pesanan pembuatan alat peraga kampanye, dia juga menerima sub pengerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh tempat usaha konveksi lainnya. "Ya kadang juga ada tempat lain (usaha konveksi) yang hanya ngesub saja," imbuhnya.

Dengan adanya penyelenggaraan pilkada tahun ini dia berharap penjualan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. "Ya target dan harapan dalam pilkada tahun ini ya bisa 100 persen untungnya," harapnya.

Selain mendapatkan pesanan dari luar pulau dia juga mengaku di Jawa Timur biasanya mulai ramai pesanan ketika sudah ditetapkan nomor urut calon kepala daerah. "Biasanya setelah nomor urut ditetapkan, tambah ramai pesanan. Kalau yang banyak pesan yang kontestan di Jawa Timur," pungkasnya.

Baca Juga: Hadapi Pemekaran Dapil 2029, Gerindra Surabaya Gelar Retret

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.