Senin, 19 Okt 2026 22:45 WIB

Hadapi Pemekaran Dapil 2029, Gerindra Surabaya Gelar Retret

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Nov 2025 16:11 WIB

Ratusan Kader Gerindra Surabaya Retret di Trawas Bahas Strategi dan Pemekaran Dapil 202

Selalu.id– Partai Gerindra Surabaya mulai memanaskan mesin politiknya jelang Pemilu 2029. Ratusan kader dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) mengikuti retret kader di Ubaya Training Centre (UTC) Trawas, Mojokerto, sejak Sabtu (8/11) hingga Minggu (9/11).

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas, kesiapan organisasi, serta menyusun strategi menghadapi kemungkinan pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Surabaya.

Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa retret ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum menyamakan arah perjuangan politik hingga ke tingkat akar rumput.

“Retret ini salah satu tujuannya membangun suasana demokrasi yang baik dan juga mensukseskan pemilu 2029 dengan meningkatkan perolehan suara dari Partai Gerindra, dan saya mengajak seluruh kader partai memaksimalkan perolehan suara,” ujar Cahyo di Trawas, Minggu (9/11/2025).

Cahyo menilai, peningkatan jumlah kursi legislatif akan memperkuat posisi Gerindra dalam memperjuangkan aspirasi warga di parlemen. Ia menambahkan, pemekaran dapil baru hanya akan bermakna jika sejalan dengan bertambahnya jumlah kursi di DPRD Surabaya.

“Maka makin banyak opsi-opsi harapan dari masyarakat,” tutur Anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe menjelaskan, potensi pemekaran dapil ini mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Menurutnya, retret kali ini juga menjadi forum bagi pengurus untuk memahami aspek teknis dan konsekuensi politik dari wacana tersebut.

“Konsen kita adalah bagaimana jumlah kursi di DPRD Surabaya itu harus bertambah dulu, di mana saat ini kita ada 50 kursi. Fokus kita menambah jumlah kursi menjadi 55, di mana salah satu syaratnya adalah di kependudukan,” ujar Cak Yebe.

Ia menambahkan, jumlah penduduk Surabaya harus mencapai minimal tiga juta jiwa agar penambahan kursi legislatif bisa diusulkan. Karena itu, pihaknya bersama Komisi A DPRD Surabaya akan membentuk desk khusus dengan Dispendukcapil untuk memperbarui data kependudukan.

“Harapan kami, Kota Surabaya ini sudah waktunya kursinya bertambah dari 50 jadi 55,” jelas Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Di sisi lain, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya Bahtiyar Rifai menegaskan bahwa retret ini juga menjadi momentum memperkuat kekompakan organisasi dari tingkat kota hingga ranting.

“Kegiatan ini bukan hanya soal strategi, tapi membangun rasa memiliki bersama. Kami ingin kader dari tingkat kota sampai ranting merasakan bahwa perjuangan ini satu napas,” ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Bahtiyar menegaskan, pasca-retret seluruh PAC akan diminta menyusun peta kerja politik berbasis wilayah sebagai panduan gerak menjelang 2029.

“Target akhir dari konsolidasi ini adalah kesiapan penuh menghadapi Pemilu 2029,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).