Sabtu, 06 Jun 2026 00:14 WIB

Ratusan Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi, Kami Cari Ikan di Mana?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Jul 2024 12:05 WIB
Nelayan tolak reklamasi
Nelayan tolak reklamasi

selalu.id - Ratusan nelayan menolak adanya Proyek Strategis Nasinal (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) di wilayah pesisir Surabaya Timur.

Hal itu mereka nyatakan saat PT Granting Jaya Pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) menggelar dialog terbuka bersama 120 nelayan di Kenjeran Park Rabu (24/7/2024) kemarin.

Salah satu anggota nelayan kelompok Lestari Kejawan Wetan, Yasin menyebut lokasi proyek reklamasi tersebut secara garis besar merupakan ladang nelayan.

“Posisi letak ladang nelayan itu di sebelah pulau reklamasi itu. Kekhawatiran kami , ladang kami nanti tidak ada lagi. Kalau ladang kami dijadikan tempat reklamasi, sedangkan nanti kami cari ikan dimana lagi,” kata Yasin, saat ditemui selalu.id.

Lumpur dari mangrove ke pulau reklamasi jaraknya 350 meter itu, kata dia, dalam proses pemulihan pihak nelayan akan menangkap ikan harus kemana.

“Kami nelayan tradisional alat kami, kelengkapan kami kan tradisional alat kami tradisional tidak se-modern,” ungkapnya.

Sebab itu, seharusnya Pemerintah Pusat sosialiasikan dulu sebelum rencana pembangunan proyek Reklamasi terhadap pihak nelayan. Pihaknya, tidak setuju adanyan proyek nasional tersebut.

“Karena proyeknya pemerintah pusat mau gak mau, masyarakat ya harus mau. Itu kelemahan pemerintah kita gak pernah sosialisasi dulu, baru ada undang-undang setelah ada undang-undang  baru sosialisasi,” ungkapnya

“Saya rasa nelayan cuma kaji ulang aja, kebijakan itu dikaji ulang, kalau disetujui dari kedua belah pihak untuk bisa berjalan. Kan tidak etis kalau terjadi konflik antara nelayan atau masyarakatnya,” tambah Yasin mencontohkan,” tegasnya.

Sementara itu Komisaris Utama PT Granting Jaya, Soetiadji Yudo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendengarkan dan mengakomodasi aspirasi nelayan dalam setiap tahap pembangunan.

"Kami memahami bahwa proyek reklamasi ini memiliki dampak yang signifikan, terutama bagi para nelayan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu melibatkan nelayan dalam proses pengambilan keputusan," ujarnya.

Yudo mengakui bahwa tidak semua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap proyek ini. Dia mengaku terbuka dengan segala masukan terkait proyek reklamasi ini.

"Pasti ada yang setuju dan tidak setuju. Namun, kami terbuka terhadap semua aspirasi dan akan menampung semua masukan dari masyarakat,terutama nelayan," tambahnya.

Lebih lanjut, Yudo menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, nelayan, dan pemerintah dalam mewujudkan proyek reklamasi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak.

"Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai tujuan bersama, yaitu memajukan kota Surabaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para nelayan," tegasnya.

Pimpinan Proyek Reklamasi Surabaya Waterfront Land, Agung Pramono mengakui bahwa pemahaman terhadap proyek reklamasi tidak mudah, terutama terkait nasib nelayan yang terdampak.

Beberapa nelayan, kata dia, khawatir tentang keberadaan bambu-bambu mereka yang terkena proyek dan bagaimana mereka akan mencari nafkah selama proses reklamasi berlangsung.

"Kami akan menegosiasikan masalah bambu-bambu tersebut dan menawarkan pengalihan pekerjaan bagi nelayan yang terdampak. Kami berkomitmen untuk memperhatikan nasib mereka," tegas dia.

Baca Juga: Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.