Senin, 07 Sep 2026 16:37 WIB

Ratusan Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi, Kami Cari Ikan di Mana?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Jul 2024 12:05 WIB
Nelayan tolak reklamasi
Nelayan tolak reklamasi

selalu.id - Ratusan nelayan menolak adanya Proyek Strategis Nasinal (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) di wilayah pesisir Surabaya Timur.

Hal itu mereka nyatakan saat PT Granting Jaya Pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) menggelar dialog terbuka bersama 120 nelayan di Kenjeran Park Rabu (24/7/2024) kemarin.

Salah satu anggota nelayan kelompok Lestari Kejawan Wetan, Yasin menyebut lokasi proyek reklamasi tersebut secara garis besar merupakan ladang nelayan.

“Posisi letak ladang nelayan itu di sebelah pulau reklamasi itu. Kekhawatiran kami , ladang kami nanti tidak ada lagi. Kalau ladang kami dijadikan tempat reklamasi, sedangkan nanti kami cari ikan dimana lagi,” kata Yasin, saat ditemui selalu.id.

Lumpur dari mangrove ke pulau reklamasi jaraknya 350 meter itu, kata dia, dalam proses pemulihan pihak nelayan akan menangkap ikan harus kemana.

“Kami nelayan tradisional alat kami, kelengkapan kami kan tradisional alat kami tradisional tidak se-modern,” ungkapnya.

Sebab itu, seharusnya Pemerintah Pusat sosialiasikan dulu sebelum rencana pembangunan proyek Reklamasi terhadap pihak nelayan. Pihaknya, tidak setuju adanyan proyek nasional tersebut.

“Karena proyeknya pemerintah pusat mau gak mau, masyarakat ya harus mau. Itu kelemahan pemerintah kita gak pernah sosialisasi dulu, baru ada undang-undang setelah ada undang-undang  baru sosialisasi,” ungkapnya

“Saya rasa nelayan cuma kaji ulang aja, kebijakan itu dikaji ulang, kalau disetujui dari kedua belah pihak untuk bisa berjalan. Kan tidak etis kalau terjadi konflik antara nelayan atau masyarakatnya,” tambah Yasin mencontohkan,” tegasnya.

Sementara itu Komisaris Utama PT Granting Jaya, Soetiadji Yudo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendengarkan dan mengakomodasi aspirasi nelayan dalam setiap tahap pembangunan.

"Kami memahami bahwa proyek reklamasi ini memiliki dampak yang signifikan, terutama bagi para nelayan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu melibatkan nelayan dalam proses pengambilan keputusan," ujarnya.

Yudo mengakui bahwa tidak semua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap proyek ini. Dia mengaku terbuka dengan segala masukan terkait proyek reklamasi ini.

"Pasti ada yang setuju dan tidak setuju. Namun, kami terbuka terhadap semua aspirasi dan akan menampung semua masukan dari masyarakat,terutama nelayan," tambahnya.

Lebih lanjut, Yudo menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, nelayan, dan pemerintah dalam mewujudkan proyek reklamasi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak.

"Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai tujuan bersama, yaitu memajukan kota Surabaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para nelayan," tegasnya.

Pimpinan Proyek Reklamasi Surabaya Waterfront Land, Agung Pramono mengakui bahwa pemahaman terhadap proyek reklamasi tidak mudah, terutama terkait nasib nelayan yang terdampak.

Beberapa nelayan, kata dia, khawatir tentang keberadaan bambu-bambu mereka yang terkena proyek dan bagaimana mereka akan mencari nafkah selama proses reklamasi berlangsung.

"Kami akan menegosiasikan masalah bambu-bambu tersebut dan menawarkan pengalihan pekerjaan bagi nelayan yang terdampak. Kami berkomitmen untuk memperhatikan nasib mereka," tegas dia.

Baca Juga: Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Pilu PMI Jember yang Meninggal Usai Tertusuk Paku di Malaysia

Pembiayaan kepulangan jenazah almarhum ditanggung penuh secara pribadi oleh Bupati Jember Muhammad Fawait tanpa menggunakan dana APBD.

Hidupkan Ekosistem Kreatif, Dekesda Gelar Darjonesia Dance Festival dan Proyeksikan Museum Narotama

Sidoarjo layaknya kertas putih. Pembangunan fisik yang masif jangan sampai mengikis nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.