Jumat, 05 Jun 2026 18:43 WIB

Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Nelayan Surabya tak bisa melaut
Nelayan Surabya tak bisa melaut

selalu.id – Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat nelayan di Surabaya mengalami kerugian besar. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyampaikan hal itu setelah bertemu sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok nelayan di Surabaya.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya silaturahmi dan diskusi mendalam untuk memahami keluhan serta permasalahan yang dihadapi para nelayan. Pergantian musim dengan cuaca yang tidak menentu sangat merugikan mereka," ujar Fuad Benardi kepada selalu.id, Kamis (11/9/2025).

 

Menurut Fuad, pada kondisi normal nelayan masih bisa melaut saat malam hari dengan kondisi tenang atau hujan ringan. Namun angin kencang akibat perubahan musim membuat mereka tidak berani melaut, sehingga berdampak besar pada pendapatan.

 

"Jika mereka tidak melaut, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Ini menjadi masalah mendesak yang memerlukan perhatian serius," tambahnya.

 

Dalam pertemuan itu, para nelayan berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fuad mendorong agar pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa sembako atau makanan.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

"Saya melihat Ibu Gubernur sangat konsen dalam memberikan bantuan kepada warga. Kami berharap para nelayan juga dapat merasakan manfaatnya, sehingga mereka bisa menyambung hidup di tengah kesulitan ini," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain masalah cuaca, nelayan juga mengeluhkan praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan cantrang oleh nelayan dari luar Surabaya. Padahal alat tangkap ini telah dilarang pemerintah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

"Kami mendorong Dinas Perikanan untuk bekerja sama dengan Polairud dalam melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan cantrang dan alat tangkap ilegal lainnya," tegas Fuad.

 

Ia berharap dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, nelayan Surabaya bisa melewati masa sulit dan kembali produktif. "Lalu lintas nelayan juga perlu diatur dengan baik agar semua pihak dapat saling menguntungkan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.