Sabtu, 06 Jun 2026 04:07 WIB

Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Nelayan Surabya tak bisa melaut
Nelayan Surabya tak bisa melaut

selalu.id – Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat nelayan di Surabaya mengalami kerugian besar. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyampaikan hal itu setelah bertemu sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok nelayan di Surabaya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya silaturahmi dan diskusi mendalam untuk memahami keluhan serta permasalahan yang dihadapi para nelayan. Pergantian musim dengan cuaca yang tidak menentu sangat merugikan mereka," ujar Fuad Benardi kepada selalu.id, Kamis (11/9/2025).

 

Menurut Fuad, pada kondisi normal nelayan masih bisa melaut saat malam hari dengan kondisi tenang atau hujan ringan. Namun angin kencang akibat perubahan musim membuat mereka tidak berani melaut, sehingga berdampak besar pada pendapatan.

 

"Jika mereka tidak melaut, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Ini menjadi masalah mendesak yang memerlukan perhatian serius," tambahnya.

 

Dalam pertemuan itu, para nelayan berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fuad mendorong agar pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa sembako atau makanan.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

"Saya melihat Ibu Gubernur sangat konsen dalam memberikan bantuan kepada warga. Kami berharap para nelayan juga dapat merasakan manfaatnya, sehingga mereka bisa menyambung hidup di tengah kesulitan ini," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain masalah cuaca, nelayan juga mengeluhkan praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan cantrang oleh nelayan dari luar Surabaya. Padahal alat tangkap ini telah dilarang pemerintah.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

 

"Kami mendorong Dinas Perikanan untuk bekerja sama dengan Polairud dalam melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan cantrang dan alat tangkap ilegal lainnya," tegas Fuad.

 

Ia berharap dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, nelayan Surabaya bisa melewati masa sulit dan kembali produktif. "Lalu lintas nelayan juga perlu diatur dengan baik agar semua pihak dapat saling menguntungkan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.