Rabu, 22 Jul 2026 00:04 WIB

Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Nelayan Surabya tak bisa melaut
Nelayan Surabya tak bisa melaut

selalu.id – Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat nelayan di Surabaya mengalami kerugian besar. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyampaikan hal itu setelah bertemu sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok nelayan di Surabaya.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya silaturahmi dan diskusi mendalam untuk memahami keluhan serta permasalahan yang dihadapi para nelayan. Pergantian musim dengan cuaca yang tidak menentu sangat merugikan mereka," ujar Fuad Benardi kepada selalu.id, Kamis (11/9/2025).

 

Menurut Fuad, pada kondisi normal nelayan masih bisa melaut saat malam hari dengan kondisi tenang atau hujan ringan. Namun angin kencang akibat perubahan musim membuat mereka tidak berani melaut, sehingga berdampak besar pada pendapatan.

 

"Jika mereka tidak melaut, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Ini menjadi masalah mendesak yang memerlukan perhatian serius," tambahnya.

 

Dalam pertemuan itu, para nelayan berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fuad mendorong agar pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa sembako atau makanan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

 

"Saya melihat Ibu Gubernur sangat konsen dalam memberikan bantuan kepada warga. Kami berharap para nelayan juga dapat merasakan manfaatnya, sehingga mereka bisa menyambung hidup di tengah kesulitan ini," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain masalah cuaca, nelayan juga mengeluhkan praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan cantrang oleh nelayan dari luar Surabaya. Padahal alat tangkap ini telah dilarang pemerintah.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

 

"Kami mendorong Dinas Perikanan untuk bekerja sama dengan Polairud dalam melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan cantrang dan alat tangkap ilegal lainnya," tegas Fuad.

 

Ia berharap dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, nelayan Surabaya bisa melewati masa sulit dan kembali produktif. "Lalu lintas nelayan juga perlu diatur dengan baik agar semua pihak dapat saling menguntungkan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.