Senin, 02 Feb 2026 07:46 WIB

Nelayan Surabaya Tak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk, DPRD Jatim Dorong Bantuan Pemerintah

Nelayan Surabya tak bisa melaut
Nelayan Surabya tak bisa melaut

selalu.id – Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir membuat nelayan di Surabaya mengalami kerugian besar. Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyampaikan hal itu setelah bertemu sejumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok nelayan di Surabaya.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Pertemuan ini adalah bagian dari upaya silaturahmi dan diskusi mendalam untuk memahami keluhan serta permasalahan yang dihadapi para nelayan. Pergantian musim dengan cuaca yang tidak menentu sangat merugikan mereka," ujar Fuad Benardi kepada selalu.id, Kamis (11/9/2025).

 

Menurut Fuad, pada kondisi normal nelayan masih bisa melaut saat malam hari dengan kondisi tenang atau hujan ringan. Namun angin kencang akibat perubahan musim membuat mereka tidak berani melaut, sehingga berdampak besar pada pendapatan.

 

"Jika mereka tidak melaut, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Ini menjadi masalah mendesak yang memerlukan perhatian serius," tambahnya.

 

Dalam pertemuan itu, para nelayan berharap adanya dukungan dan bantuan dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fuad mendorong agar pemerintah provinsi memberikan bantuan berupa sembako atau makanan.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

"Saya melihat Ibu Gubernur sangat konsen dalam memberikan bantuan kepada warga. Kami berharap para nelayan juga dapat merasakan manfaatnya, sehingga mereka bisa menyambung hidup di tengah kesulitan ini," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain masalah cuaca, nelayan juga mengeluhkan praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan cantrang oleh nelayan dari luar Surabaya. Padahal alat tangkap ini telah dilarang pemerintah.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

"Kami mendorong Dinas Perikanan untuk bekerja sama dengan Polairud dalam melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan cantrang dan alat tangkap ilegal lainnya," tegas Fuad.

 

Ia berharap dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, nelayan Surabaya bisa melewati masa sulit dan kembali produktif. "Lalu lintas nelayan juga perlu diatur dengan baik agar semua pihak dapat saling menguntungkan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.