• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 10:09 WIB

105 Pasangan Suami Istri Ikuti Nikah Massal di Surabaya, Tertua Berusia 68 Tahun

Salah satu peserta Nikah Massal di Surabaya

Salah satu peserta Nikah Massal di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengelar pernikahan massal di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim, Kamis (23/12/2021). Acara ini digelar lantaran banyaknya pasangan di Surabaya yang belum menikah resmi lantaran terkendala biaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, selain biaya, pasangan suami istri yang belum resmi ini terkendala masalah administrasi kependudukan (Adminduk).

Baca Juga: Larang Study Tour SD-SMP ke Luar Kota, Wali Kota Eri Imbau Perbanyak Kegiatan Lokal

"Ternyata saat didata masih ada 108 pasangan, hari ini kita lakukan (pernikahan massal) kepada 105 pasang, kami hanya ingin semua (warga) di Kota Surabaya ini tercatat pernikahannya di negara dan di agama," kata Eri.

Eri juga menerangkan, agenda ini juga untuk memudahkan layanan terintegrasi dengan program Lontong Balap (Layanan Online dan Terpadu One Gate System antara Dispendukcapil Surabaya, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama Surabaya) untuk pelaksanaan Sidang Pencatatan Kelahiran, Kematian, Perkawinan dan Perceraian, serta Identitas Hukum lainnya.

"Kita akan lakukan terus, bahkan pelayanan ini sampai turun ke kecamatan dan kelurahan. Termasuk dengan akta kematian, kelahiran, perubahan nama dan sidangnya itu bisa (berpindah-pindah) di masing-masing kelurahan," terang dia.

Terkait pelayanan online terintegrasi tersebut, kata dia, saat ini masih berjalan di tingkat kecamatan, namun akan segera ditingkatkan agar bisa langsung menjangkau masyarakat di tingkat kelurahan.

Oleh karena itu, Eri meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), berkolaborasi bersama Pengadilan Negeri Agama dan Pengadilan Negeri Kota Surabaya untuk memudahkan pelayanan Adminduk terintegrasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Percepat Pengentasan Kemiskinan

Seperti layanan terintegrasi yang dikenal sebagai Duo Lontong, yakni Lontong Kupang serta Lontong Balap (Layanan Online dan Terpadu One Gate System Bersama Dispendukcapil Surabaya dan Pengadilan Negeri Surabaya).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menyampaikan, acara yang digelar merupakan hasil kolaborasi dari banyak sektor dan OPD, yang bertujuan untuk membahagiakan masyarakat Surabaya.

Salah satunya, kata dia, pelaksanaan sidang isbat nikah oleh Pengadilan Negeri Agama, yang artinya warga akan mendapatkan penetapan buku nikah.

Baca Juga: Gerindra Ancang-ancang Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya

"Kemudian sidang pergantian nama, pembuatan akta kelahiran dan kematian. Serta pengurusan dokumen kependudukan berupa KK dan KTP dari hasil sidang Pengadilan Negeri, yang nantinya warga bisa melakukan perubahan nama," terangnya.

Salah satu pasangan pengantin tertua, Niman Bin Ahmad (68), asal Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya mengaku, bersyukur karena bisa melakukan pernikahan secara sah dengan tercatat melalui agama dan negara.

"Sayang senang sekali karena bisa mendapatkan buku nikah dan memiliki dokumen, serta sudah tercatat oleh negara," ungkap Niman. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi