Jumat, 05 Jun 2026 08:40 WIB

Laporan Korupsi Surabaya Tertinggi, DPRD: Bisa jadi Bom Waktu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Jun 2024 20:49 WIB

Selalu.id- Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk serius menangani pengaduan ratusan dugaan korupsi di Surabaya.

Diketahui Data laporan pengaduan (Lapdu) dugaan korupsi untuk Kota Surabaya yang di beber Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2020-2024 meraih tingkat terbanyak sebanyak 343 laporan dan aduan (Lapdu) masyatakat. 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

AH Thony menilai data yang dipamerkan itu akan menjadi bumerang bagi lembaga antirasuah. Menurutnya, Lapdu tersebut tidak di tindaklanjuti, maka di khawatirkan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap KPK.

"Ya aduan sebanyak itu kalau tidak di tindaklanjuti itu, menjadikan tingkat kepercayaan masyarakat ke KPK menurun," ucapnya, Senin(24/6/2024). 

Legislator politikus Gerindra itu menilai pengaduan terbanyak korupsi di Surbaya itu sangat wajar. Mengingat sekarang ini tingkat kepercayaan terhadap KPK dalam memberantas maling uang negara, sangat tinggi di banding institusi lainnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Kata dia, hal tersebut tak segera di realisasikan oleh KPK maka akan beredar bila lembaga antirasuah itu bisa 'masuk angin' terutama soal masifnya penanganan korupsi di kota pahlawan.

"Karena apa, ada dugaan macam-macam nanti. Buat KPK yang tidak aware dengan aduan masyarakat atau KPK yang memang tidak mau nindaklanjuti persoalan-persoalan di Surabaya," jelasnya.

Selain itu, anggapan masyarakat kata Thony akan menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak serius untuk melakukan pencegahan korupsi sedini mungkin dari tingkat jajaran paling bawah.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Dikhawatirkan Lapdu tersebut akan menjadi bom waktu yang akan meledak di era-era kepemimpinan mendatang. Makanya, ia mendorong keseriusan KPK untuk menuntaskan data Lapdu tersebut.

"Nanti di kira Surabaya itu gak bisa?. Kalau gak segera di selesaikan nanti numpuk dan jadi bom waktu. Jangan-jangan begitu muncul nanti ada rentetan kasus yang meledak di Surabaya. Bahaya untuk Surabaya. Nah itu akan mengganggu stabilitas," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.