Minggu, 18 Okt 2026 21:47 WIB

Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Penunjukkan barang bukti saat konfrensi  di Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya
Penunjukkan barang bukti saat konfrensi di Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya

selalu.id - Petugas gabungan di Bandara Internasional Juanda berhasil mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial WM dan LJ pada Kamis (22/1/2026). Keduanya diduga melakukan aksi pencurian di atas pesawat (in-flight theft) dalam penerbangan rute Jakarta menuju Surabaya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil koordinasi solid antara Angkasa Pura, Lanudal Juanda, Satgas Bandara, pihak maskapai, dan petugas Imigrasi.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Aksi pencurian ini terjadi di maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG716. Berdasarkan laporan yang diterima petugas pada pukul 12.30 WIB, korban yang merupakan seorang Warga Negara Malaysia menyadari kehilangan uang senilai Rp 5.000.000,00 dan USD 500 dari tas kabinnya.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 11.15 WIB saat korban meninggalkan kursi untuk menuju toilet. Beruntung, seorang awak kabin (crew) yang sigap melihat tersangka WM mengambil tas milik korban dari kompartemen atas (overhead bin).

"Saat korban kembali, ia mendapati tasnya sudah terbuka di samping tersangka. Saat dilakukan pemeriksaan oleh awak kabin, tersangka WM sempat mencoba menghilangkan jejak dengan melempar sejumlah uang ke arah kursi korban," ujar Agus Winarto dalam keterangannya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Dalam pemeriksaan awal, tersangka WM sempat berdalih bahwa ia salah mengira tas tersebut adalah miliknya. Namun, setelah diinterogasi lebih lanjut, ia akhirnya mengakui telah mengambil uang milik korban. Keduanya, WM dan LJ, diduga bekerja sama dalam menjalankan aksi tersebut selama penerbangan berlangsung.

Meski korban dikabarkan telah memberikan maaf kepada pelaku, pihak Imigrasi tetap mengambil langkah tegas. Keberadaan kedua WNA tersebut dinilai tidak memberikan manfaat dan melanggar prinsip kebijakan selektif keimigrasian Indonesia.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

"Kedua tersangka akan segera dideportasi ke negara asal dan nama mereka akan dimasukkan dalam daftar penangkalan untuk masuk ke wilayah Indonesia," tegas Agus.

Pihak Imigrasi mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara untuk tetap waspada terhadap barang bawaan. Warga diminta segera melapor ke kantor imigrasi terdekat jika menemukan aktivitas warga asing yang mencurigakan atau melanggar hukum.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.