Selasa, 20 Okt 2026 06:31 WIB

Gaya Komunikasi Politik Bayu dan Pakde Karwo Dibandingkan, Pengamat: Perlu Belajar

Bayu Airlangga - Soekarwo
Bayu Airlangga - Soekarwo

selalu.id - Sikap politik kader Partai Golkar Bayu Airlangga kini sedang menjadi buah bibir di kalangan akar rumput. Menantu Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo tersebut dinilai lebih fokus membangun komunikasi eksternal daripada internal.

Gaya komunikasi Bayu yang terkesan eksklusif tersebut mendapat sorotan dan diperbandingkan dengan gaya komunikasi mertuanya yang dianggap bisa merangkul semua kalangan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti U-Ditch Tak Kunjung Terealisasi di Lontar

Terbaru, sikap Bayu saat Idul Adha yang menitipkan kurban sapi ke partai lain dan tidak ke partainya menjadi puncak tudingan bahwa menantu Pakde Karwo tersebut tidak memperhatikan internal partai tempatnya bernaung, tetapi lebih mendahulukan komunikasi eksternal.

Gaya komunikasi yang dilakukan Bayu tersebut disebutkan berdampak pada militansi massa untuknya. Bayu sempat gagal menjadi Legislatif DPR RI dan hanya berhasil naik DPRD Jatim pada 2019 dengan suara yang tidak signifikan saat masih di Partai Demokrat.

Baca Juga: Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam menyebut ini merupakan style atau gaya komunikasi politik yang berbeda. Tentunya ini pembeda antara Bayu dengan Karwo. Surokim juga menilai, dengan Bayu melakukan hal itu di Partai Nasdem dan Gerindra dalam rangka untuk menguatkan ekspansi eksternal dengan membangun mitra ke partai lainnya, semacam memperkuat dukungan.

"Jangan-jangan itu bagian dari strategi dari Bayu Airlangga dalam membangun komunikasi politik guna menguatkan ekspansi eksternal dengan partai lainnya," terang Surokim kepada selalu.id, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Gerindra Soroti Turunnya Anggaran Pertanian, Kehutanan dan Energi di RAPBD Jatim 2027

Saat disinggung dampak dari tindakan Bayu tersebut, Surokim sendiri juga berpendapat bahwa Bayu harus lebih peka dan perlu belajar dari senior-senior politiknya. Karena dengan tindakannya ini, akan memunculkan banyak presepsi negatif.

"Saya kira mas Bayu juga perlu belajar dan harus peka, tidak ada kata terlambat bagi politisi muda. Takutnya akan timbul indikasi prasangka yang tidak baik bagi partai induk. Meski yang dilakukan mas Bayu untuk memperkuat hubungan antar Parpol," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).