Jumat, 04 Sep 2026 19:04 WIB

Gaya Komunikasi Politik Bayu dan Pakde Karwo Dibandingkan, Pengamat: Perlu Belajar

Bayu Airlangga - Soekarwo
Bayu Airlangga - Soekarwo

selalu.id - Sikap politik kader Partai Golkar Bayu Airlangga kini sedang menjadi buah bibir di kalangan akar rumput. Menantu Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo tersebut dinilai lebih fokus membangun komunikasi eksternal daripada internal.

Gaya komunikasi Bayu yang terkesan eksklusif tersebut mendapat sorotan dan diperbandingkan dengan gaya komunikasi mertuanya yang dianggap bisa merangkul semua kalangan.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Terbaru, sikap Bayu saat Idul Adha yang menitipkan kurban sapi ke partai lain dan tidak ke partainya menjadi puncak tudingan bahwa menantu Pakde Karwo tersebut tidak memperhatikan internal partai tempatnya bernaung, tetapi lebih mendahulukan komunikasi eksternal.

Gaya komunikasi yang dilakukan Bayu tersebut disebutkan berdampak pada militansi massa untuknya. Bayu sempat gagal menjadi Legislatif DPR RI dan hanya berhasil naik DPRD Jatim pada 2019 dengan suara yang tidak signifikan saat masih di Partai Demokrat.

Baca Juga: Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam menyebut ini merupakan style atau gaya komunikasi politik yang berbeda. Tentunya ini pembeda antara Bayu dengan Karwo. Surokim juga menilai, dengan Bayu melakukan hal itu di Partai Nasdem dan Gerindra dalam rangka untuk menguatkan ekspansi eksternal dengan membangun mitra ke partai lainnya, semacam memperkuat dukungan.

"Jangan-jangan itu bagian dari strategi dari Bayu Airlangga dalam membangun komunikasi politik guna menguatkan ekspansi eksternal dengan partai lainnya," terang Surokim kepada selalu.id, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Kick Off Mini Soccer Golkar Jatim Digelar Besok, 176 Tim Berebut Piala Bahlil Lahadalia

Saat disinggung dampak dari tindakan Bayu tersebut, Surokim sendiri juga berpendapat bahwa Bayu harus lebih peka dan perlu belajar dari senior-senior politiknya. Karena dengan tindakannya ini, akan memunculkan banyak presepsi negatif.

"Saya kira mas Bayu juga perlu belajar dan harus peka, tidak ada kata terlambat bagi politisi muda. Takutnya akan timbul indikasi prasangka yang tidak baik bagi partai induk. Meski yang dilakukan mas Bayu untuk memperkuat hubungan antar Parpol," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.