Selasa, 21 Jul 2026 04:06 WIB

Gaya Komunikasi Politik Bayu dan Pakde Karwo Dibandingkan, Pengamat: Perlu Belajar

Bayu Airlangga - Soekarwo
Bayu Airlangga - Soekarwo

selalu.id - Sikap politik kader Partai Golkar Bayu Airlangga kini sedang menjadi buah bibir di kalangan akar rumput. Menantu Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo tersebut dinilai lebih fokus membangun komunikasi eksternal daripada internal.

Gaya komunikasi Bayu yang terkesan eksklusif tersebut mendapat sorotan dan diperbandingkan dengan gaya komunikasi mertuanya yang dianggap bisa merangkul semua kalangan.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Terbaru, sikap Bayu saat Idul Adha yang menitipkan kurban sapi ke partai lain dan tidak ke partainya menjadi puncak tudingan bahwa menantu Pakde Karwo tersebut tidak memperhatikan internal partai tempatnya bernaung, tetapi lebih mendahulukan komunikasi eksternal.

Gaya komunikasi yang dilakukan Bayu tersebut disebutkan berdampak pada militansi massa untuknya. Bayu sempat gagal menjadi Legislatif DPR RI dan hanya berhasil naik DPRD Jatim pada 2019 dengan suara yang tidak signifikan saat masih di Partai Demokrat.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam menyebut ini merupakan style atau gaya komunikasi politik yang berbeda. Tentunya ini pembeda antara Bayu dengan Karwo. Surokim juga menilai, dengan Bayu melakukan hal itu di Partai Nasdem dan Gerindra dalam rangka untuk menguatkan ekspansi eksternal dengan membangun mitra ke partai lainnya, semacam memperkuat dukungan.

"Jangan-jangan itu bagian dari strategi dari Bayu Airlangga dalam membangun komunikasi politik guna menguatkan ekspansi eksternal dengan partai lainnya," terang Surokim kepada selalu.id, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Bagikan Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo

Saat disinggung dampak dari tindakan Bayu tersebut, Surokim sendiri juga berpendapat bahwa Bayu harus lebih peka dan perlu belajar dari senior-senior politiknya. Karena dengan tindakannya ini, akan memunculkan banyak presepsi negatif.

"Saya kira mas Bayu juga perlu belajar dan harus peka, tidak ada kata terlambat bagi politisi muda. Takutnya akan timbul indikasi prasangka yang tidak baik bagi partai induk. Meski yang dilakukan mas Bayu untuk memperkuat hubungan antar Parpol," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.