Kamis, 03 Sep 2026 12:30 WIB

PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat di Surabaya
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat di Surabaya

selalu.id - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa partai telah menetapkan tiga arah politik utama yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026 berdasarkan rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang telah diselenggarakan.
 
"Kita punya tiga prioritas utama yang harus kita laksanakan secara terpadu. Yang pertama adalah konsolidasi di tingkat akar rumput, khususnya melalui penguatan anak ranting-ranting yang saat ini masih dalam tahapan progresif," ujar Hasto pada selalu.id di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, anak ranting memiliki peran krusial karena menjadi ujung tombak yang memiliki kemampuan untuk membangun kesadaran politik masyarakat, melakukan advokasi, serta menjalankan komunikasi dengan basis rakyat yang memiliki militansi yang kuat.
 
Prioritas kedua yang ditetapkan adalah pendidikan politik dan kaderisasi. Hasto menjelaskan bahwa hal ini menjadi pondasi untuk memastikan bahwa setiap kader PDIP memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai partai dan mampu menjalankan tugas dengan baik. 

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Sisi kaderisasi adalah tangan kanan kita dalam memperjuangkan cita-cita partai, sementara sisi manajemen yang handal menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk mendukung seluruh aktivitas," tambahnya.
 
Selain itu, prioritas ketiga adalah praksis ideologi yang diwujudkan melalui berbagai program yang langsung memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Kita fokus membantu kelompok produktif seperti petani, buruh, nelayan, serta melindungi hak-hak masyarakat adat dan kelompok adat hutan terkait tanah ulayat yang masih banyak menjadi perhatian kita," jelas Hasto. 

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Ia menegaskan bahwa semua program ini bukan sekadar pernyataan semata, melainkan kewajiban yang harus dijalankan oleh partai pelopor kemerdekaan ini.
 
Hasto juga menyampaikan bahwa beberapa poin terkait perencanaan internal hingga akhir tahun 2026 telah dirumuskan secara mendalam dalam rapat tertutup, namun langkah-langkah yang akan diambil dipastikan akan dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat luas.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.