PHK 'Menghantui' Ribuan Pegawai Industri Tekstil di Tanah Air
- Penulis : Dony Maulana
- | Sabtu, 08 Jun 2024 16:36 WIB
selalu.id - Banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih merajalela di Indonesia, kian semakin jadi 'momok' tersendiri bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air semenjak terjadinya pandemi Covid-19 kala itu.
Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dari sentra industri TPT yang terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sejak awal hingga akhir tahun 2023, total PHK yang terjadi di industri TPT kedua provinsi tersebut mencapai 7.200 orang tenaga kerja.
Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menyebutkan bahwa faktor utama yang terjadi ini adalah derasnya produk impor yang masuk ke Tanah Air. Hal ini menunjukkan runtuhnya industri TPT yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
"Jika runtuhnya industri TPT tidak segera ditangani, industri TPT tidak akan mampu berkontribusi dalam menyerap bonus demografi Indonesia pada tahun 2030," ujarnya seperti dikutip, Sabtu (8/6/2024).
Menurutnya, dampak PHK di industri TPT akan sangat luas, di antaranya adalah semakin banyaknya angka pengangguran di Indonesia. Dampak selanjutnya adalah masalah sosial seperti kemiskinan dan jumlah kriminalitas yang akan meningkat.
Seperti diketahui, hingga Mei 2024, total PHK yang terjadi di industri TPT kurang lebih terdapat 10.800 tenaga kerja. Artinya, dalam lima bulan pertama tahun ini, ada tambahan 3.600 pekerja di industri TPT yang terkena PHK.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Kemensos Tak Pengaruhi Bansos dan PKH
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-7386-phk-menghantui-ribuan-pegawai-industri-tekstil-di-tanah-air
