Jumat, 23 Okt 2026 01:15 WIB

Efisiensi Anggaran Kemensos Tak Pengaruhi Bansos dan PKH

Gus Ipul
Gus Ipul

selalu.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Syaifullah Yusuf, memberikan jaminan bahwa program bantuan sosial (bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tetap berjalan lancar meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.  Beliau menegaskan hal ini usai memberikan pengarahan pada peserta Muktamar Muslimat NU di Asrama Haji Surabaya, Rabu malam (12/2/2025).

Efisiensi anggaran, sesuai Instruksi Presiden Nomor Satu Tahun 2025, difokuskan pada pengurangan belanja operasional di Kementerian Sosial.  Pemotongan anggaran dilakukan pada beberapa pos, termasuk pengadaan alat tulis kantor, penyelenggaraan forum diskusi dan seminar, serta pembatasan perjalanan dinas.  Meskipun demikian, Mensos belum merinci jumlah pasti anggaran yang dipangkas.

"Saya pastikan efisiensi anggaran ini tidak akan memengaruhi penyaluran bansos dan PKH," tegas Mensos Syaifullah Yusuf kepada awak media.

"Pemotongan hanya terjadi pada belanja operasional, bukan pada anggaran yang dialokasikan untuk bantuan sosial dan PKH.  Bahkan, gaji petugas pendamping dan relawan yang telah tercantum dalam anggaran tahun berjalan tetap aman," tambahnya.

Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.  Kementerian Sosial berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang dialokasikan digunakan secara efektif dan tepat sasaran.  Prioritas utama tetap diberikan pada penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Mensos menjelaskan bahwa Kementerian Sosial saat ini tengah berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pemutahiran data penerima bansos.  Proses ini bertujuan untuk memastikan akurasi data dan mencegah penyaluran bansos kepada pihak yang tidak berhak. 

Konsekuensinya, beberapa penerima bansos pada triwulan pertama tahun ini mungkin tidak akan menerima bantuan pada triwulan kedua, sementara data mereka sedang diverifikasi. Proses pemutahiran data ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bansos. 

Kementerian berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem penyaluran bansos agar lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.  Mensos menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memastikan program perlindungan sosial tetap berjalan optimal di tengah upaya efisiensi anggaran. 

Proses pemutahiran data ini diharapkan akan menghasilkan sistem penyaluran bansos yang lebih efektif dan berkeadilan di masa mendatang.  Pemerintah akan terus memantau dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberhasilan program bansos dan PKH.

Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Sosial ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan antara efisiensi anggaran dengan tetap menjamin keberlanjutan program-program perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.