Senin, 07 Sep 2026 14:27 WIB

Efisiensi Anggaran Kemensos Tak Pengaruhi Bansos dan PKH

Gus Ipul
Gus Ipul

selalu.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Syaifullah Yusuf, memberikan jaminan bahwa program bantuan sosial (bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tetap berjalan lancar meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.  Beliau menegaskan hal ini usai memberikan pengarahan pada peserta Muktamar Muslimat NU di Asrama Haji Surabaya, Rabu malam (12/2/2025).

Efisiensi anggaran, sesuai Instruksi Presiden Nomor Satu Tahun 2025, difokuskan pada pengurangan belanja operasional di Kementerian Sosial.  Pemotongan anggaran dilakukan pada beberapa pos, termasuk pengadaan alat tulis kantor, penyelenggaraan forum diskusi dan seminar, serta pembatasan perjalanan dinas.  Meskipun demikian, Mensos belum merinci jumlah pasti anggaran yang dipangkas.

"Saya pastikan efisiensi anggaran ini tidak akan memengaruhi penyaluran bansos dan PKH," tegas Mensos Syaifullah Yusuf kepada awak media.

"Pemotongan hanya terjadi pada belanja operasional, bukan pada anggaran yang dialokasikan untuk bantuan sosial dan PKH.  Bahkan, gaji petugas pendamping dan relawan yang telah tercantum dalam anggaran tahun berjalan tetap aman," tambahnya.

Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.  Kementerian Sosial berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang dialokasikan digunakan secara efektif dan tepat sasaran.  Prioritas utama tetap diberikan pada penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Mensos menjelaskan bahwa Kementerian Sosial saat ini tengah berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pemutahiran data penerima bansos.  Proses ini bertujuan untuk memastikan akurasi data dan mencegah penyaluran bansos kepada pihak yang tidak berhak. 

Konsekuensinya, beberapa penerima bansos pada triwulan pertama tahun ini mungkin tidak akan menerima bantuan pada triwulan kedua, sementara data mereka sedang diverifikasi. Proses pemutahiran data ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bansos. 

Kementerian berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem penyaluran bansos agar lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.  Mensos menekankan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memastikan program perlindungan sosial tetap berjalan optimal di tengah upaya efisiensi anggaran. 

Proses pemutahiran data ini diharapkan akan menghasilkan sistem penyaluran bansos yang lebih efektif dan berkeadilan di masa mendatang.  Pemerintah akan terus memantau dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberhasilan program bansos dan PKH.

Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian Sosial ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan antara efisiensi anggaran dengan tetap menjamin keberlanjutan program-program perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.