Minggu, 06 Sep 2026 19:05 WIB

Protes Soal Bantaran Sungai, Warga Medokan Inginkan Pengganti Risma yang Anti Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Mar 2020 19:37 WIB

Beritahu

Surabaya - Puluhan warga Medokan Semampir Surabaya melakukan aksi pasang banner yang berisi penolakan mafia tanah, yang mencaplok bantaran sungai di wilayahnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Bantaran sungai 50 meter ini mutlak kewenangannya garis besar atau provinsi Jawa Timur. Tapi fakta di lapangan dikuasai oleh pengembang atau mafia-mafia tanah orba," kata Wahadi salah satu warga Medokan Semampir, Jumat (6/3/2020).

Menurut warga, ada sekitar 15 hektar tanah di bantaran sungai Medokan Semampir yang beralih kepemilikan. Mereka menuntut agar permasalahan ini diusut tuntas karena diduga ada praktik korupsi.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Kami sebagai warga tidak terima adanya lokasi kami, karena kami berdomisili disini gak ujuk-ujuk mas. Ini peran dari bapak-bapak kita, dari kita sendiri ini babat alas dulu, setelah padang ditempati warga semua kok enaknya pengembang itu asal comot saja kan kurang etis," tambah Wahadi.

Menurut warga ada sekitar 15 hektar tanah bantaran sungai di wilayah Medokan Semampir Surabaya beralih kepemilikan. Dan mereka mengharapkan pemimpin yang mempunyai semangat anti korupsi menggantikan Walikota Tri Rismaharini, bisa menyelesaikan persoalan ini

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Puluhan warga tersebut berorasi berantas korupsi dan pungli serta memasang banner bertuliskan "Ingat..!!! Amanah Bagi Wong Cilik…Warga Marginal Medokan Semampir 100 % Menerima Pemimpin Yang Bersih Dari Korupsi dan Pungli", disamping papan pemberitahuan kepemilikan tanah yang berada di depan Sutet Medokan Semampir.

"Teman-teman yang ada di Medokan sampai ujung Kenjeran siap mengantar dan mendukung calon pemimpin kota Surabaya yang bersih, jujur, adil, tidak berpihak kepada koruptor. Harus diamankan Surabaya agar bersih dari koruptor," pungkas Wahadi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.