• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 11:44 WIB

Warga di Kampung 1001 Malam Surabaya Akhirnya Dapat Vaksin Dosis ke Dua

Warga 1001 malam antri vaksin

Warga 1001 malam antri vaksin

Surabaya (selalu.id)- Warga Kampung 1001 malam yang berlokasi di bawah jalan tol, kelurahan Dupak, kecamatan Krembangan, Surabaya, akhirnya mendapatkan vaksin dosis kedua, Selasa (21/12/2021). Vaksinasi itu merupakan arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim.

"Ada 160 warga yang mendapatkan vaksin dosis kedua itu," kata Kepala Bapenda Jatim, Bapenda Jatim Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno.

Baca Juga: Begini Langkah Pemkot Surabaya Cegah Covid di Penghujung Tahun 2023

Abimanyu menjelaskan, di wilayah tersebut warga rata-rata memiliki kartu keluarga. Namun literasi dan kesadaran warga untuk vaksin masih minim.

"Ada juga yang tinggal di kolong jembatan. Mata pencaharian sebagai pemulung dan pengamen. Ada anak muda dan pengamen," ujar Abimanyu .

Kegiatan vaksin ini, kata dia, menyasar 228 orang. Namun yang bisa memenuhi syarat kesehatan untuk vaksinasi hanya 160 orang.

"Hari ini hanya ada 120 orang yang lolos. Beberapa diantaranya sudah mendapatkan vaksin di tempat lain," ujar dia.

Baca Juga: Antisipasi Rabies, DKPP Surabaya Imbau Warga Laporkan Hewan Bertingkah Laku Ganas

Salah satu kendala yang dihadapi adalah pemahaman warga bahwa vaksin berbahaya. Untuk itu, pihaknya melakukan sosialisasi menyeluruh pada warga.

"Dua Minggu lalu kami sosialisasikan. Pagi tadi kami jemput warga ke tempat vaksin," terang dia.

Sementara itu, Sekcam Krembang, Anton Tarayuda, mengatakan bahwa per pukul 09.00 WIB, sudah ada 60 warga yang tervaksin. Vaksinasi ini mendatangkan tenaga kesehatan atau vaksinator dari Puskesmas Dupak. Ia menyebut bahwa mayoritas warga bukan warga Kota Surabaya.

Baca Juga: Diduga Penggelapan Vaksin, Dua Penjabat Polrestabes Surabaya Disidang Etik

"Dari skrining, beberapa nggak lolos karena kondisi kesehatan belum prima. Banyak pendatang, tapi masih warga Jawa Timur," terang dia.

Sigit Santoso, salah satu warga mengaku sejak tahun 2020 atau pandemi pertama, baru ini dilakukan vaksin di kawasan tersebut. Meski demikian, Sigit mengaku sempat mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya.

"Total ada 450 warga dari 180 KK (kepala keluarga). Dari 450, 120 diantaranya warga Surabaya. Dari 120 itu, baru 45 yang dapat bantuan berupa BLT dan PKH," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi