Rabu, 22 Mei 2024 03:12 WIB

Tak Susut Asa, Kisah Pencari Rumput Asal Lamongan Berhasil Berangkat Haji

  • Reporter : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mei 2024 18:14 WIB
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

selalu.id - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Lamongan Jawa Timur yang merupakan pencari rumput untuk pakan hewn ternak, menceritakan kisahnya berjuang mengumpulkan uang agar bisa pergi haji ke tanah suci.

Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57) yang merupakan jemaah haji kloter 7 asal Lamongan mengaku mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005.

Baca Juga: Pesawat Putar Balik Turunkan Satu Jemaah Haji di Surabaya, Ini Penyebabnya

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” kata Paridjan, kepada media, Senin (14/5/2024).

Paridjan menceritakan jika keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya.

“Gaji saya setiap bulan Rp 1,8 juta. Pekerjaan cari rumput di Lamongan. Cari rumput di lapangan setiap hari. Ikut orang bersih-bersih kandangnya juga,” ungkapnya.

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” lanjutnya.

Baca Juga: Unik, Jemaah Haji di Surabaya ini Bawa Magic Com hingga Water Heater

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan.

“Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Kisah Supiyah, Tukang Pijat yang Menabung 43 Tahun untuk Naik Haji

Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011.

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada pukul 13.00 WIB.

Editor : Ading