Jumat, 05 Jun 2026 09:15 WIB

Tak Susut Asa, Kisah Pencari Rumput Asal Lamongan Berhasil Berangkat Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mei 2024 18:14 WIB
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

selalu.id - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Lamongan Jawa Timur yang merupakan pencari rumput untuk pakan hewn ternak, menceritakan kisahnya berjuang mengumpulkan uang agar bisa pergi haji ke tanah suci.

Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57) yang merupakan jemaah haji kloter 7 asal Lamongan mengaku mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005.

Baca Juga: Corridor Gate, Layanan Baru Dirjen Imigrasi dalam Permudah Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” kata Paridjan, kepada media, Senin (14/5/2024).

Paridjan menceritakan jika keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya.

“Gaji saya setiap bulan Rp 1,8 juta. Pekerjaan cari rumput di Lamongan. Cari rumput di lapangan setiap hari. Ikut orang bersih-bersih kandangnya juga,” ungkapnya.

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Jamaah Haji dan Traveller dari Pasuruan Kini Bisa Vaksin di RSUD Grati

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan.

“Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Embarkasi Surabaya Berangkatkan 12.140 Jemaah Haji ke Tanah Suci, 10 Masih Tertunda

Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011.

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada pukul 13.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.