Kamis, 04 Jun 2026 07:42 WIB

Tak Susut Asa, Kisah Pencari Rumput Asal Lamongan Berhasil Berangkat Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mei 2024 18:14 WIB
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

selalu.id - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Lamongan Jawa Timur yang merupakan pencari rumput untuk pakan hewn ternak, menceritakan kisahnya berjuang mengumpulkan uang agar bisa pergi haji ke tanah suci.

Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57) yang merupakan jemaah haji kloter 7 asal Lamongan mengaku mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005.

Baca Juga: Corridor Gate, Layanan Baru Dirjen Imigrasi dalam Permudah Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” kata Paridjan, kepada media, Senin (14/5/2024).

Paridjan menceritakan jika keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya.

“Gaji saya setiap bulan Rp 1,8 juta. Pekerjaan cari rumput di Lamongan. Cari rumput di lapangan setiap hari. Ikut orang bersih-bersih kandangnya juga,” ungkapnya.

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Jamaah Haji dan Traveller dari Pasuruan Kini Bisa Vaksin di RSUD Grati

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan.

“Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Embarkasi Surabaya Berangkatkan 12.140 Jemaah Haji ke Tanah Suci, 10 Masih Tertunda

Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011.

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada pukul 13.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.