Minggu, 01 Feb 2026 12:18 WIB

Tak Susut Asa, Kisah Pencari Rumput Asal Lamongan Berhasil Berangkat Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mei 2024 18:14 WIB
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

selalu.id - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Lamongan Jawa Timur yang merupakan pencari rumput untuk pakan hewn ternak, menceritakan kisahnya berjuang mengumpulkan uang agar bisa pergi haji ke tanah suci.

Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57) yang merupakan jemaah haji kloter 7 asal Lamongan mengaku mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005.

Baca Juga: Kloter Terakhir Tiba di Surabaya, Satu Jemaah Haji Asal Malang Belum Ditemukan

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” kata Paridjan, kepada media, Senin (14/5/2024).

Paridjan menceritakan jika keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya.

“Gaji saya setiap bulan Rp 1,8 juta. Pekerjaan cari rumput di Lamongan. Cari rumput di lapangan setiap hari. Ikut orang bersih-bersih kandangnya juga,” ungkapnya.

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” lanjutnya.

Baca Juga: 88 Persen Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Telah Tiba di Tanah Air

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan.

“Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Sempat Tertunda karena Konflik Timur Tengah, Jemaah Haji Kloter 43 dan 44 Tiba di Surabaya

Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011.

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada pukul 13.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Hadapi Hujan Februari 2026, Surabaya Tambah 5 Rumah Pompa Baru

Lima rumah pompa baru akan dibangun di beberapa lokasi rawan, di antaranya sekitar Gereja Bethany, kawasan Semolo, Nginden, serta Teluk Betung.

Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Dua proyek itu berada di Jalan Ahmad Yani dekat Taman Pelangi serta kawasan Tengger Kandangan Surabaya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Keberuntungan Disemua Bintang, Mulai Karier hingga Percintaan

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk. Cek segera.

DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Menurut Diana Sasa, rekrutmen ini memberikan beragam pilihan jalur pengabdian melalui organisasi sayap dan badan partai yang ada.

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.