Selasa, 21 Jul 2026 21:06 WIB

Tak Susut Asa, Kisah Pencari Rumput Asal Lamongan Berhasil Berangkat Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mei 2024 18:14 WIB
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)
Foto: Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57)

selalu.id - Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Lamongan Jawa Timur yang merupakan pencari rumput untuk pakan hewn ternak, menceritakan kisahnya berjuang mengumpulkan uang agar bisa pergi haji ke tanah suci.

Pasutri itu yakni Paridjan (65) dan istrinya Tasriyatun (57) yang merupakan jemaah haji kloter 7 asal Lamongan mengaku mulai menabung yang ia niatkan untuk pergi haji pada 2005.

Baca Juga: Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” kata Paridjan, kepada media, Senin (14/5/2024).

Paridjan menceritakan jika keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya.

“Gaji saya setiap bulan Rp 1,8 juta. Pekerjaan cari rumput di Lamongan. Cari rumput di lapangan setiap hari. Ikut orang bersih-bersih kandangnya juga,” ungkapnya.

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga tapi dia pesimis, wong saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji,” lanjutnya.

Baca Juga: Hari ke-10, Debarkasi Surabaya Terima 14.781 Jemaah Haji

Akan tetapi Paridjan menguatkan istrinya jika mereka benar-benat tulus berniat ingin berhaji karena Allah SWT, Insya Allah akan dikabulkan.

“Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur bapak 3 anak ini.

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa kepada Sang Khalik, Paridjan bekerja sungguh-sungguh meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar.

Baca Juga: Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Dia juga mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan. ”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit abungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011.

Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada pukul 13.00 WIB.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.