Senin, 07 Sep 2026 01:08 WIB

Mutasi 20 Pejabat Penting di Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Merasakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 22:19 WIB
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melantik pejabat baru serta rotasi jabatan terkait perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

Dalam siaran pers Humas yang diterima selalu.id, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa mutasi ini adalah hal yang biasa, maka pejabat di Pemkot Surabaya selama 2 tahun ini maksimal 3 tahun berputar.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

"Harus merasakan OPD yang ada di Pemkot Surabaya, karena ketika sudah merasakan mereka akan saling melingkapi," kata Eri, Senin (20/12/2021).

Eri menjelaskan ketika pejabat berpindah dari satu OPD ke OPD lainnya, Kepala dinas tersebut tetap berkomunikasi. Sehingga dirinya butuh staf ahli Wali Kota.

"Saya tadi sampaikan wali kota tidak bisa pernah sendiri, wali kota butuh pendamping yaitu staf ahli Wali Kota. Mereka itu orang hebat-hebat,"jelasnya.

Yang paling penting dengam mutasi ini, kata dia, adalah pelayanan lebih cepat lagi dan mengena sasaran sampai ke bawah.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Lek nang Suroboyo pindah nang ndi ae yo (pindah kemana aja ya) wajar dan jangan bepikiran kalau pindah OPD itu punya salah. Pikiran itu yang ingin saya buang," ungkapnya.

Selain itu, Eri menyampaikan, bahwa para pejabat baru itu akan berjuang memikirkan output dan outcamenya kegiatan bermanfaat untuk masyarakat.

Ditanya pemilihan pejabat baru itu apakah sesuai asesmen. Eri menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan beberapa asesmen dengan Provinsi untuk pemetaan

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Asesmen penilaian indikator ada 9 yang dinilai. Yakni, penilaian indikator itu ada integritas, solutif, inovatif, dia bisa kerjasama, loyalitas, punya kenegaraan. Hasilnya ada pansel, setelah itu ada metode 360 yang berasal dari bawah, sejajar dan atasan,"terangnya

"Nah disinilah akan jadi satu bagian. Setelah tahapan ini dikuatkan, maka akan dilakukan mutasi. Mutasi iku (itu) biasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa pejabat dimutasi itu diantaranya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dimutasi mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Kepala BPB dan Linmas Irvan Widyanto dipindah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lalu Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan dipindah ke Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan menjadi Inspektur Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.