Selasa, 21 Jul 2026 12:30 WIB

Mutasi 20 Pejabat Penting di Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Merasakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 22:19 WIB
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melantik pejabat baru serta rotasi jabatan terkait perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

Dalam siaran pers Humas yang diterima selalu.id, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa mutasi ini adalah hal yang biasa, maka pejabat di Pemkot Surabaya selama 2 tahun ini maksimal 3 tahun berputar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Harus merasakan OPD yang ada di Pemkot Surabaya, karena ketika sudah merasakan mereka akan saling melingkapi," kata Eri, Senin (20/12/2021).

Eri menjelaskan ketika pejabat berpindah dari satu OPD ke OPD lainnya, Kepala dinas tersebut tetap berkomunikasi. Sehingga dirinya butuh staf ahli Wali Kota.

"Saya tadi sampaikan wali kota tidak bisa pernah sendiri, wali kota butuh pendamping yaitu staf ahli Wali Kota. Mereka itu orang hebat-hebat,"jelasnya.

Yang paling penting dengam mutasi ini, kata dia, adalah pelayanan lebih cepat lagi dan mengena sasaran sampai ke bawah.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Lek nang Suroboyo pindah nang ndi ae yo (pindah kemana aja ya) wajar dan jangan bepikiran kalau pindah OPD itu punya salah. Pikiran itu yang ingin saya buang," ungkapnya.

Selain itu, Eri menyampaikan, bahwa para pejabat baru itu akan berjuang memikirkan output dan outcamenya kegiatan bermanfaat untuk masyarakat.

Ditanya pemilihan pejabat baru itu apakah sesuai asesmen. Eri menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan beberapa asesmen dengan Provinsi untuk pemetaan

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Asesmen penilaian indikator ada 9 yang dinilai. Yakni, penilaian indikator itu ada integritas, solutif, inovatif, dia bisa kerjasama, loyalitas, punya kenegaraan. Hasilnya ada pansel, setelah itu ada metode 360 yang berasal dari bawah, sejajar dan atasan,"terangnya

"Nah disinilah akan jadi satu bagian. Setelah tahapan ini dikuatkan, maka akan dilakukan mutasi. Mutasi iku (itu) biasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa pejabat dimutasi itu diantaranya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dimutasi mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Kepala BPB dan Linmas Irvan Widyanto dipindah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lalu Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan dipindah ke Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan menjadi Inspektur Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.