• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:31 WIB

Mutasi 20 Pejabat Penting di Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Merasakan

Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya

Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melantik pejabat baru serta rotasi jabatan terkait perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

Dalam siaran pers Humas yang diterima selalu.id, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa mutasi ini adalah hal yang biasa, maka pejabat di Pemkot Surabaya selama 2 tahun ini maksimal 3 tahun berputar.

Baca Juga: Larang Study Tour SD-SMP ke Luar Kota, Wali Kota Eri Imbau Perbanyak Kegiatan Lokal

"Harus merasakan OPD yang ada di Pemkot Surabaya, karena ketika sudah merasakan mereka akan saling melingkapi," kata Eri, Senin (20/12/2021).

Eri menjelaskan ketika pejabat berpindah dari satu OPD ke OPD lainnya, Kepala dinas tersebut tetap berkomunikasi. Sehingga dirinya butuh staf ahli Wali Kota.

"Saya tadi sampaikan wali kota tidak bisa pernah sendiri, wali kota butuh pendamping yaitu staf ahli Wali Kota. Mereka itu orang hebat-hebat,"jelasnya.

Yang paling penting dengam mutasi ini, kata dia, adalah pelayanan lebih cepat lagi dan mengena sasaran sampai ke bawah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Percepat Pengentasan Kemiskinan

"Lek nang Suroboyo pindah nang ndi ae yo (pindah kemana aja ya) wajar dan jangan bepikiran kalau pindah OPD itu punya salah. Pikiran itu yang ingin saya buang," ungkapnya.

Selain itu, Eri menyampaikan, bahwa para pejabat baru itu akan berjuang memikirkan output dan outcamenya kegiatan bermanfaat untuk masyarakat.

Ditanya pemilihan pejabat baru itu apakah sesuai asesmen. Eri menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan beberapa asesmen dengan Provinsi untuk pemetaan

Baca Juga: Gerindra Ancang-ancang Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya

"Asesmen penilaian indikator ada 9 yang dinilai. Yakni, penilaian indikator itu ada integritas, solutif, inovatif, dia bisa kerjasama, loyalitas, punya kenegaraan. Hasilnya ada pansel, setelah itu ada metode 360 yang berasal dari bawah, sejajar dan atasan,"terangnya

"Nah disinilah akan jadi satu bagian. Setelah tahapan ini dikuatkan, maka akan dilakukan mutasi. Mutasi iku (itu) biasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa pejabat dimutasi itu diantaranya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dimutasi mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Kepala BPB dan Linmas Irvan Widyanto dipindah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lalu Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan dipindah ke Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan menjadi Inspektur Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi