Sabtu, 06 Jun 2026 08:46 WIB

Mutasi 20 Pejabat Penting di Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Merasakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Des 2021 22:19 WIB
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya
Proses pelantikan di Balai Kota Surabaya

Surabaya (selalu.id)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melantik pejabat baru serta rotasi jabatan terkait perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan dilakukan di Balai Kota Surabaya, Senin (20/12/2021).

Dalam siaran pers Humas yang diterima selalu.id, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa mutasi ini adalah hal yang biasa, maka pejabat di Pemkot Surabaya selama 2 tahun ini maksimal 3 tahun berputar.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

"Harus merasakan OPD yang ada di Pemkot Surabaya, karena ketika sudah merasakan mereka akan saling melingkapi," kata Eri, Senin (20/12/2021).

Eri menjelaskan ketika pejabat berpindah dari satu OPD ke OPD lainnya, Kepala dinas tersebut tetap berkomunikasi. Sehingga dirinya butuh staf ahli Wali Kota.

"Saya tadi sampaikan wali kota tidak bisa pernah sendiri, wali kota butuh pendamping yaitu staf ahli Wali Kota. Mereka itu orang hebat-hebat,"jelasnya.

Yang paling penting dengam mutasi ini, kata dia, adalah pelayanan lebih cepat lagi dan mengena sasaran sampai ke bawah.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Lek nang Suroboyo pindah nang ndi ae yo (pindah kemana aja ya) wajar dan jangan bepikiran kalau pindah OPD itu punya salah. Pikiran itu yang ingin saya buang," ungkapnya.

Selain itu, Eri menyampaikan, bahwa para pejabat baru itu akan berjuang memikirkan output dan outcamenya kegiatan bermanfaat untuk masyarakat.

Ditanya pemilihan pejabat baru itu apakah sesuai asesmen. Eri menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan beberapa asesmen dengan Provinsi untuk pemetaan

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Asesmen penilaian indikator ada 9 yang dinilai. Yakni, penilaian indikator itu ada integritas, solutif, inovatif, dia bisa kerjasama, loyalitas, punya kenegaraan. Hasilnya ada pansel, setelah itu ada metode 360 yang berasal dari bawah, sejajar dan atasan,"terangnya

"Nah disinilah akan jadi satu bagian. Setelah tahapan ini dikuatkan, maka akan dilakukan mutasi. Mutasi iku (itu) biasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa pejabat dimutasi itu diantaranya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati dimutasi mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kemudian Kepala BPB dan Linmas Irvan Widyanto dipindah menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lalu Febria Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan dipindah ke Asisten Administrasi Umum, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan menjadi Inspektur Pemkot Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.