Rabu, 22 Mei 2024 02:05 WIB

SIER Siap Dukung Integrasi Sistem Teknologi Holding BUMN Danareksa

Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi untuk Visioning Information Technology Tahun 2024-2029 di SIER

Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi untuk Visioning Information Technology Tahun 2024-2029 di SIER

selalu.id - PT Danareksa (Persero) sebagai holding BUMN spesialis transformasi dan investasi, menyelenggarakan Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi untuk Visioning Information Technology Tahun 2024-2029. Acara ini digelar di Hall Basroni Rizal, Wisma SIER pada, Jumat (3/5/2024).

Rapat ini dinilai strategis sehingga dipimpin langsung jajaran direksi PT Danareksa yaitu; Direktur Utama (Dirut) PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi dan Direktur SDM dan Hukum PT Danareksa, R Muhammad Irwan.

Baca Juga: Kawasan Industri dan Pemerintah Bersinergi Dorong Kemudahan Investasi di Jatim

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri seluruh perwakilan Direktur anggota klaster BUMN Holding Danareksa. Diantaranya; Direktur Utama PT Virama Karya (Persero), Jusarwanto; Direktur Utama PT Indra Karya (Persero), Gok Ari Joso Simamora; Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PT Nindya Karya, Sri Haryanto; Direktur Pengembangan Bisnis dan SDM PT Nindya Karya, Eduard Batubara; Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT Kliring Berjangka Indonesia, Saidu Solihin, dan Direktur Utama PT Produksi Film Negara, Dwi Heriyanto B; serta Dirut PT SIER, Didik Prasetiyono.

Dalam kesempatan itu, Dirut PT Danareksa Yadi Jaya Ruchandi menyampaikan, jika Holding BUMN Danareksa terus berkomitmen untuk mengembangkan transformasi yang menciptakan nilai tambah. Caranya dengan optimalisasi sinergi, termasuk membangun sistem cyber security dan digitalisasi layanan untuk semua anak usaha yang ada di dalam holding.

"Guna melanjutkan perwujudan dari berbagai inisiatif strategis ini, diperlukan dukungan dari seluruh anak usaha untuk berkomitmen menjalankan rencana strategis yang sudah dirancang bersama," kata Yadi.

Menurut dia, ada tujuh hal yang dijadikan dasar perencaan Visioning IT 2024-2029. Yaitu Single Backbone System, Wide Area Network, Super Application, Big Data, Tenant Application, Customer Relationship Management, dan CyberSecurity.

"Kesemuanya dirancang dengan seksama untuk memberikan kemudahan bagi anak perusahan holding, pelanggan juga mitra bisnis," tegasnya.

Baca Juga: Rayakan HUT ke 50, SIER Gelar Khitan Massal untuk MBR

Direktur SDM dan Hukum PT Danareksa, R Muhammad Irwan menambahkan, migrasi teknologi informasi yang akan segera direalisasikan untuk membantu anak usaha holding Danareksa memberikan pelayanan dan kepuasan yang maksimal kepada pelanggan maupun mitra bisnis.

"Migrasi yang dilakukan antara lain implementasi firewall PaloAlto, peningkatan keamanan akses layanan, manajemen terpusat holding di seluruh anak usaha PT Danareksa," ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT SIER, Didik Prasetiyono menyambut baik rancangan integrasi sistem teknologi informasi ini. Apalagi SIER sebagai pengelola kawasan industri sangat membutuhkan implementasi teknologi informasi yang bisa memudahkan investor masuk ke SIER.

"SIER sangat menyambut baik rencana transformasi dan optimalisasi sinergi di dalam ekosistem Holding BUMN Danareksa, agar strategi teknologi informasi bisa semakin mendorong strategis bisnis para anggota holding. Apalagi pada pertemuan ini juga dibahas tentang pentingnya pengelolaan resiko terkait implementasi teknologi informasi, termasuk risiko keamanan, risiko operasional, dan risiko kepatuhan. Perencanaan mitigasi risiko yang efektif diperlukan untuk melindungi perusahaan," kata Didik.

Baca Juga: Istighosah Merayakan 50 Tahun PT SIER: Dedikasi untuk Kemajuan Industri

Dalam rangkaian rapat komite ini, juga dilakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di Gedung Wisma SIER. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan potensi kawasan industri dalam mendukung program pemerintah untuk energi hijau.

"SPKLU tersebut mencerminkan komitmen para pengelola kawasan industri dalam menjaga lingkungan dan mendukung program energi hijau," jelas Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia ini.

Didik mengatakan, dengan integrasi yang kuat antara perusahaan holding dan anak usaha, bisa mewujudkan komitmen untuk menjaga iklim investasi yang sehat dan mendukung program energi hijau.

"Jawa Timur siap menjadi destinasi investasi yang menarik bagi para investor yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Redaksi