Selasa, 21 Jul 2026 11:25 WIB

Cerita Anak Penerima PKH Kemensos, Sekarang Menjadi  PPPK Guru

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 24 Apr 2024 10:09 WIB
Foto: Lani Yuniarti
Foto: Lani Yuniarti

selalu.id – Lani Yuniarti (24) merupakan  anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) asal Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.

Perempuan yang kini berusia 24 tahun tersebut terlahir dari keluarga yang sangat bersahaja. Ayahnya, Ponimin bekerja sebagai tukang rongsokan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia harus masuk keluar kampung untuk mencari barang bekas dan menjualnya ke bandar. Meski sudah bekerja sejak pagi hingga petang, penghasilannya sering kali tidak mencukupi untuk kebutuhan Lani dan keempat saudaranya.

Di sisi lain, kondisi keluarganya yang sulit, mendorong tekad Lani untuk mengubah nasibnya. Ia tidak mau terus-menerus terhimpit kemiskinan. Ia ingin memperbaiki  nasibnya menjadi lebih baik. Cara yang ia pilih adalah melalui pendidikan. Ia sangat yakin pendidikan bisa mengubah nasib seseorang. Karena itu begitu lulus SMA tahun 2017, ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Tetapi tidak mudah, karena biaya kuliah  bagi kami tidak murah,” kata Lani yang kemudian bimbang setelah melihat lagi kondisi ekonomi keluarnya yang pas-pasan.

Melanjutkan kuliah tentulah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di sisi lain, keinginannya untuk bisa kuliah sangat kuat. Untunglah di tengah kegalauan  itu, Lani mendapat saran untuk mengikuti Gerakan Ayo Kuliah (GAK) yang diselenggarakan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Lampung. "Akhirnya saya mengikuti Gerakan Ayo Kuliah,” kata Lani menceritakan pengalamannnya. Dalam Gerakan Ayo Kuliah, Lani mendapat penjelasan mengenai prosedur  pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi, memilih program studi, biaya kuliah serta penjelasan tentang beasiswa Bidikmisi atau yang sekarang di sebut dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP)  Kuliah.

Lani dibantu oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi serta melengkapi berbagai persyaratan administratif yang dibutuhkan.  Lani juga tak berhenti berdoa agar Tuhan memberinya kesempatan menikmati bangku kuliah.

Doa tulus disertai tekad yang sangat kuat, akhirnya membuahkan hasil. Lani diterima kuliah di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian di Universitas Lampung (Unila) dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Lani menjadi satu - satunya anak di dari keluarganya bisa mengenyam pendidikan tinggi. Singkat cerita, tahun 2021, Lani  berhasil lulus dan memperoleh gelar sarjana dengan IPK 3,74.

Setelah lulus, Lani kemudian mendaftarkan diri dan diterima menjadi guru di Program 'Lampung Mengajar' hingga saat ini. Ia ditugaskan mengajar di SMK Negeri 1 Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kabar baiknya, saat ini Lani telah diterima menjadi guru  dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tinggal menunggu Surat Keputusan  (SK) Pengangkatan.
Harapan Lani untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan terhormat, sudah terwujud. Sebagai guru, ia mendapat penghasilan   Rp 2.750.000  atau lebih besar dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung 2024 sebesar Rp  2.716.497.

"Dari segi penghasilan Alhamdulillah saya bersyukur banget. Penghasilan sebagai guru cukup untuk memenuhi kebutuhan saya bersama orangtua saya,” kata Lani penuh rasa syukur.

Di balik kesuksesan perjalanan karir Lani, ia mengaku ada sosok pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang perannya sangat besar dan tidak bisa dilupakan. "Salah satu yang membantu saya adalah Pak Eko Santoso selaku pendamping PKH Kecamatan Metro Utara. Beliau sangat berjasa dalam memberikan informasi, mendorong semangat dan motivasi serta membantu mengurus berkas mendapatkan beasiswa Bidikmisi,” kata Lani dengan bangga.

Pak Eko  bersama Koordinator PKH Kota Metro Bu Silfi, tanpa pamrih  mengantarkan Lani  pergi pulang ke  Bandar Lampung - Metro dan memfasilitasi semua hal yang dibutuhkan.  Sampai akhirnya Lani mendapatkan beasiswa, bisa kuliah dan menyelesaikan   kuliahnya dengan prestasi yang membanggakan. “Terima kasih Pak Eko dan Kemensos atas bantuan yang sangat luar biasa",  kata  Lani dengan penuh rasa syukur.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.