Kamis, 03 Sep 2026 12:19 WIB

Khofifah Sebut Ini Resep PPDS Jatim Jauh dari Depresi

Foto: Khofifah Indar Parawansa
Foto: Khofifah Indar Parawansa

selalu.id - Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian terkait data terbaru Kementerian Kesehatan yang menyebutkan bahwa 22,4 persen calon dokter yang sedang mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mengalami depresi.

Hal itu terungkap setelah Kementrian Kesehatan melakukan survey terhadap 12.121 dokter yang menjalani PPDS di 28 rumah sakit vertikal pada Maret 2024.

Hasil skrining mengungkap, 22,4 persen peserta PPDS mengalami gejala depresi, dan 0.6 persen di antaranya mengalami depresi berat. Bahkan ditemukan dokter yang ingin bunuh diri.

Dari 22,4 persen PPDS yang mengalami depresi, 381 orang (14 persen) menjalani pendidikan spesialis anak, 350 pendidikan spesialis penyakit dalam, 248 anestesiologi, 164 neurologi, dan 153 obgyn.

PPDS yang mengalami gejala depresi terbanyak (22,4 persen) berasal dari RSCM Jakarta, 250 dari RS Hasan Sadikin Bandung, 326 dari RS Sardjito Yogyakarta, 284 dari RS Ngoerah Denpasar.

"Kita bersyukur bahwa calon dokter spesialis  yang sedang PPDS di RSUD Dr Soetomo maupun RS di Jatim tidak masuk dalam daftar di atas. Ini menandakan bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di rumah sakit pendidikan di Jatim sudah on the track dan tidak melenceng  dari koridor yang seharusnya," tegas Khofifah.

Dikatakannya, sistem yang diberlakukan di RSUD Dr Soetomo  maupun Dr. Saiful Anwar untuk PPDS sudah sangat baik. Selain itu fasilitas dan dukungan penunjang untuk para calon dokter  spesialis yang menempuh PPDS di RSUD Dr Soetomo maupun Dr. Saiful Anwar.

Sejumlah fasilitas yang disediakan seperti PPDS RSUD Dr Soetomo seperti tunjangan setiap bulan juga tengah dianggarkan khusus oleh Pemprov Jatim.

Selain itu di setiap unit RSUD Dr Soetomo juga menyediakan kamar istirahat yang nyaman untuk peserta PPDS. Di unit perawatan penyakit jantung ada 3 kamar khusus untuk PPDS, 2 kamar di UGD dan sejumlah kamar di unit lain.

Banyak yang mengatakan bahwa PPDS memiliki beban yang cukup besar. Beban besar itu yang menjadi kemungkinan peserta PPDS yang belajar dan melayani di rumah sakit vertikal berisiko mengalami depresi. Hal itu disadari benar oleh RSUD Dr Soetomo. Yang mempertimbangkan betul terkait beban dan kinerja dari dokter PPDS.

"Terkait beban kerja juga sangat disesuaikan dengan kemampuan. Ada tiga shift saat ini untuk PPDS yang sangat memungkinkan untuk para dokter PPDS mendapatkan istirahat yang cukup dan work life balance. Sebelumnya memang dua shift namun dengan berbagai pertimbangan maka dibagi tiga shift saat ini," tegasnya.

Untuk itu, ke depan, pihaknya berharap seluruh calon dokter spesialis yang sedang menjalani program PPDS bisa terhindar dari depresi yang bahkan sampai menjurus ke tindakan percobaan bunuh diri ataupun melukai diri sendiri.

Sistem pendidikan di setiap rumah sakit pun harus dievaluasi agar bisa memberikan beban kerja yang seimbang pada semua calon dokter spesialis.

"Dukungan penuh dari rumah sakit, keluarga dan juga pemerintah dibutuhkan. Terutama terkait perbaikan sistem agar proses pendidikan yang berjalan tetap bisa memberikan keberpihakan pada calon dokter spesialis yang menempuh pendidikan spesialis," pungkasnya.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Ajak Warga Maknai Tahun Baru Islam dengan Hijrah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.