Senin, 02 Feb 2026 04:05 WIB

KPK Periksa 7 Orang Soal Dana Hibah Jatim, Disebutkan dari Lingkaran Gubernur Khofifah

Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Timur
Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Timur

selalu.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah memeriksa tujuh orang saksi pada kasus korupsi danah hibah Pokmas dari APBD Jawa Timur, satu diantaranya adalah anggota DPRD Kota Blitar. Hari ini Kamis (25/9), KPK tengah melakukan pemeriksaan saksi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Pengurusan Dana Hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dari APBD Prov Jatim Tahun Anggaran 2021 – 2022.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur, atas nama sbb:
1. MAW Swasta
2. KUS Swasta
3. FV Swasta
4. FN Swasta
5. MRG Swasta
6. YTW Anggota DPRD Kota Blitar
7. YH Swasta

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa ke Tujuh orang tersebut pada hari ini tengah di panggil dan diperiksa di BPK Perwakilan Jawa Timur. "Ada tujuh orang saksi yang diperiksa terkait dugaan TPK pengurusan dana hibah pokmas dari APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022," jelasnya saat dikonfirmasi selalu.id, Kamis (25/9/2025).

Seperti diketahui, sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga telah diperiksa oleh KPK, di Polda Jawa Timur pada Kamis, 10 Juli 2025. Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah Pokmas dari APBD Jawa Timur.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan keputusan memeriksa Khofifah di Polda Jatim bertujuan untuk mengefisiensikan proses penyidikan. "Pemeriksaan di Polda Jatim dipilih karena mempertimbangkan efektivitas penyidikan dan lokasi tim penyidik yang sedang melakukan kegiatan di wilayah Jawa Timur," ujar Budi kala itu.

Pada saat itu, Khofifah diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang telah menjerat 21 tersangka. Ke-21 tersangka tersebut terdiri dari empat penerima suap dan tujuh belas pemberi suap. Diketahui, dari empat penerima suap, tiga merupakan penyelenggara negara dan satu staf penyelenggara negara.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Sementara, dari tujuh belas pemberi suap, lima belas berasal dari pihak swasta dan dua lainnya merupakan penyelenggara negara. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap alokasi dana hibah yang diusulkan melalui pokok pikiran (Pokir) dari kelompok masyarakat (Pokmas).

Kasus dugaan korupsi dana hibah Pokmas ini telah menjadi sorotan publik di Jawa Timur. Pemeriksaan Gubernur Khofifah sebagai saksi diharapkan dapat mengungkap lebih lanjut keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini dan memperkuat proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Berdasarkan informasi yang beredar, orang-orang yang berada dalam 'lingkaran' Khofifah juga bakal diperiksa oleh KPK.

KPK juga berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya dan memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab. "Proses penyidikan terus berlanjut, dan KPK akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan signifikan," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.