Rabu, 22 Mei 2024 03:45 WIB

Sejumlah Pejabat Berlebaran di Rumah Khofifah

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Apr 2024 00:22 WIB
Acara hahal bi halal di rumah mantan Gubernur Jatim Khofifah

Acara hahal bi halal di rumah mantan Gubernur Jatim Khofifah

selalu.id - Sejumlah pejabat hingga petinggi Polda Jatim dan TNI bersilaturahmi dan halal BI halal di kediaman mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Surabaya, Kamis (11/4/2034).

Sejumlah pejabat di Jawa Timur diantaranya Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay.

Baca Juga: Selain Golkar dan Demokrat, PPP juga Rekom Pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

Selain itu, ada Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto dan Pangko Armatim II, Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo.

Tidak hanya itu anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDIP Agatha Retnosari juga tampak hadir, serta Pengurus Pemuda Katholik.

Selain itu hadir pula anggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar yang juga mantan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta Ketua FSPSI Jatim Achmad Fauzi.

Tak ketinggalan, hari ini keluarga besar dari Bani Wahab Chasbullah juga bersilaturahmi ke kediaman Khofifah yang dipimpin oleh Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid. Disusul kemudian keluarga dari PW Muslimat NU Jawa Timur pimpinan Nyai Hj Masruroh Wahid.

Di hari kedua open house di kediaman Khofifah, ribuan masyarakat juga masih padat berdatangan ingin menyapa dan bersalama dengan Khofifah.



Khofifah mengatakan bahwa silaturahmi halal bi halal menjadi amaliyah yang menyempurnakan ibadah yang dilakukan sepanjang bulan ramadhan. Bahkan sudah menjadi tradisi yang terus dilestarikan di Hari Raya Idul Fitri.

"Halal bi halal sudah menjadi tradisi dan budaya warga Indonesia yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri. Tradisi ini, awal mulanya, dikatakan Khofifah, diperkenalkan oleh ulama pendiri Nahdatul Ulama, K.H. Abdul Wahab Hasbullah," tutur Khofifah.

Baca Juga: Tokoh PWNU Ini Berpotensi Diusung PKB Maju Pilgub Jatim

Ia menceritakan saat itu Presiden Soekarno silaturrahim pada Kiai Wahab dan menyampaikan tentang kondisi bangsa yang menurut beliau membutuhkan forum untuk bisa saling bersapa yang meneduhkan antar pemimpin politik pada masa itu.

"Atas saran K.H. Abdul Wahab Hasbullah, kemudian di Hari Raya Idul Fitri 1948 H, Bung Karno mengundang seluruh tokoh politik untuk bersilahturahmi di Istana Negara dengan judul Halalbihalal," kata Khofifah.

Semenjak saat itu, kata dia, berbagai instansi pemerintahan di era Soekarno menggelar halalbihalal dan berkembang luas di masyarakat hingga menjadi suatu tradisi tahunan di masyarakat Indonesia, utamanya di kalangan masyarakat muslim Jawa.

Selain itu, terdapat tradisi serupa yang diyakini telah ada sejak masa Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I, kadipaten agung di Jawa bagian tengah selatan saat Indonesia masih dikuasai VOC.

Baca Juga: Begini Tanggapan Emil Dardak Terkait KIM Usulkan Nama Lain untuk Pendamping Khofifah

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara yang bergelar Pangeran Sambernyawa saat itu mengadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana setelah salat Idul Fitri.

Pada pertemuan itu, diadakan tradisi sungkem dan saling memaafkan kepada raja dan permaisuri. Kegiatan ini kemudian yang mengilhami organisasi-organisasi Islam untuk menggelar tradisi serupa dengan istilah halalbihalal.

"Esensi dari halalbihalal ialah jika orang berpuasa, maka Allah SWT memaafkan kesalahan dan dosa-dosanya. Kesalahan dan dosa kepada Allah SWT dapat diampuni jika seorang hamba memperbanyak istigfar dan amalan ibadah," kata Khofifah.

"Namun, jika melakukan kesalahan kepada sesama manusia (haqqu al-adami), maka Allah SWT mengampuninya jika diantara sesama manusia tersebut telah saling memaafkan. Maka dari itu, di sini lah letak esensi dari dilakukannya tradisi halal bi halal. Saling bertemu, saling berjabat tangan, silaturahmi dan saling memaafkan, kembali menjadi pribadi yang fitri," pungkas Khofifah.

Diketahui, halal bi halal sekaligus open house di kediaman Khofifah ini masih akan dilakukan hingga besok di hari ketiga. Yaitu mulai pagi pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, atau sore mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Open house ini menjadi perekat silaturahim antara Khofifah dengan seluruh warga masyarakat Jawa Timur.

Editor : Arif Ardianto