Kamis, 08 Okt 2026 14:07 WIB

Terhalang Awan Tebal, Hilal di Surabaya Tak Terlihat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Apr 2024 18:51 WIB
Foto: Pemantauan hilal di Surabaya
Foto: Pemantauan hilal di Surabaya

selalu.id - Pantauan hilal atau pemantauan anak bulan untuk menentukan 1 Syawal Ramadan atau Idul Fitri 1445 Hijriah di Kota Surabaya tidak terlihat.

Dalam hasil pemantauan Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) di gedung Twin Tower B Universitas Negeri Islam Sunan Ampel (Uinsa), sekitar pukul 16.30 WIB, hilal tidak terlihat karena tertutup awan tebal.

“Cuaca tidak mendukung karena terhalang awan yang lumayan tebal bukan awan tipis. Dalam kategori awan tebal tidak memungkinkan. Meskipun hilal sudah lumayan tinggi antara 5 sekian derajat untuk Lintang OASA,” kata Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum Uinsa, Elly Uzlifatul.

Elly menjelaskan melalui data hisab hasilnya posisi hilal tertinggi berada 5,5 derajat dengan elongasi 8,82 derajat. Ia menyebut perhitungan ini sudah masuk kategori dalam pemantauan hilal.

“Kita sempat cek BMKG perkiraan cuaca dari pagi memang wilyah Jatim antara, Lamongan Gresik, Surabaya lumayan berawan tidak bisa melihat hilal,” jelasnya.

Lebih lanjur meski secara hisab sudah tampak. namun di laur Jawa sudah terlihat di wilayah Kupang, NTT karean cuaca disana lumayan cerah.

“Kupang tadi pagi ada laporan boska lumayan cerah kemudian iluminasi bulan sudah lihat disana. Tapi itu bulan hilal yang baru atau terlihat yang kemarin,” terangnya.

Meskipun begitu, kata dia,  hanya laporan dari Kemenag pemantauan hilal yang akan dilaporkan.

"Laporan kami ke Kemenag hanya laporan kesaksian rukyatul hilal. Kalau bisa kemenag pasti punya mengantongi data lokasi hilal dari Sabang sampai Merauke. Kesaksian rikyatul hilal yang bisanya dilaporkan kepada Kemenag kemudian menjadi persidangan sidang isbat,” pungkas.

Baca Juga: Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemotor asal Pasuruan Tewas Gegara Bersenggolan dengan Motor di Mojokerto

Satu pengendara meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka-luka.

DPRD Jatim Gelar Jatim Berselawat Bersama Habib Syech, Momentum Doa di Usia ke-81

Ada lima agenda dengan nuansa berbeda, mulai dari religi, kenegaraan, budaya, hingga napak tilas sejarah.

Warga Surabaya Bayar Retribusi PJU, Tapi Masih Beli Lampu Sendiri 

Keluhan itu disampaikan saat reses anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP Budi Leksono.

Lionel Messi Gantung Sepatu: La Pulga Resmi Pensiun dari Timnas Argentina

Kariernya di level klub bersama Inter Miami dan kompetisi MLS masih akan berlanjut.

Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

Aturan sound horeg juga tak luput jadi perhatian pembaca.

Momen Siswa MI Surabaya Suarakan Bahaya Tergerusnya Budaya di Era Digital

Pentas ini ini tidak sekadar jadi pelengkap kemeriahan tradisi tahunan Sedekah Bumi Lidah Wetan, Surabaya tetapi mampu menjadi pengingat bagi generasi penerus.