Selasa, 21 Jul 2026 22:23 WIB

Begini Kata Gerindra Jatim Soal Eri Cahyadi Sambang Parpol Jelang Pilkada

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Apr 2024 08:47 WIB
Foto: Hadi Dediyansyah
Foto: Hadi Dediyansyah

selalu.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Timur menanggapi agenda safari politik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelang Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November mendatang.

Rencananya dalam waktu dekat, Eri akan kembali ke silaturahmi ke partai-partai politik yang selanjutnya akan ke DPC Gerindra Surabaya.

Namun, dalam rencana agenda tersebut, Hadi Dediyansyah yang akrab disapa Cak Dedi ini tak ingin berspekulasi akan adanya koalisi besar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024 mendatang.

"Ini semua punya kesempatan, semua punya peluang. Artinya incumbent melakukan hal itu, saya rasa wajar-wajar saja dalam trik politik. Tentunya partai akan melakukan evaluasi, bahwa incumbent ini sudah layak didukung atau belum," kata Cak Dedi, saat Saresahan di Hotel Leedon Surabaya,
Minggu (31/03/2024).

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur ini menilai kepuasan masyarakat pada kepemimpinan Wali Kota Surabaya sekarang, tidak masuk kategori memuaskan. Karena banyak program-program yang tidak menyentuh masyarakat, terutama dalam hal pendidikan dan kesejahteraan.

Cak Dedi pun menegaskan bahwa siapapun boleh melakukan terobosan-terobosan atau lobi-lobi politik. Sebab, sesuai komitmen partainya hanya kader terbaik partai itu yang akan didukung untuk maju untuk di Pilkada.

"Termasuk tempat tinggal, surat ijo ini kan belum terselesaikan. Artinya ini butuh pembenahan-pembenahan jadi kalau masalah direkomendasikan atau ndak, itu nanti. Tentunya saya salah satu pengurus partai, jadi saya juga punya hak," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, mekanisme di Gerindra sederhana. Yakni yang berhak melegalkan bisa maju atau tidak dan merekomendasikan seseorang dalam Pilkada, hanya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) saja. Kemudian, jika lobi-lobi politik ditingkatan kabupaten, kota atau provinsi hanya bersifat koordinasi.

"Artinya, karena saya sendiri ini pengurus partai (ditingkat) Jawa Timur, jadi akses untuk kesana (DPP) itu otomatis lebih mudah. Artinya semua levelannya sama," tegasnya.

Cak Dedi menyebut beberapa partai sudah diajak berkomunikasi untuk menyambut Pilkada Kota Surabaya, November mendatang. Yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Sementara yang sudah kita ajak omong ya termasuk PSI, juga PKB juga belum formal. Karena baru bulan April atau Mei itu baru dimulai. Kita masih dalam tahap pejajakan," pungkasnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.