Rabu, 21 Okt 2026 07:11 WIB

Truk Bantuan Tak Bisa Menyeberang, Logistik Warga Bawean Terhambat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Mar 2024 18:57 WIB
Foto: Truk logistik warga Bawean
Foto: Truk logistik warga Bawean

selalu.id - Truk muatan bantuan logistik dan material masih antre dan terparkir di Pelabuhan Paciran Lamongan, Rabu (27/3/2024). Sejumlah truk yang masih antre untuk dimuat Kapal KMP Gili Iyang.

Salah satu tokoh masyarakat Rozali Ahmad mengatakan truk tersebut tidak bisa masuk kapal lantaran kapasitas kapal hanya bisa 25 kendaraan roda empat. Dengan demikian kendaraan yang bawa muatan bantuan logistik, masih belum termuat ke kapal Gili Iyang.

Kata dia, truk perlu adanya tambahan kuota trip Gili Iyang dari Lamongan agar logistik bantuan bisa masuk ke Bawean lebih cepat. Mengingat beberapa truk antre sudah tiga hari terparkir di Pelabuhan Paciran, belum bisa masuk ke Kapal KMP Gili Iyang.

“Atau bisa minta kapal tambahan ke TNI sebagai alternatif bantuan kemanusiaan korban gempa di Bawean,” kata  pria yang aktif di Organisasi Ormas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Ia menjelaskan bahwa jadwal KMP Gili Iyang, rute Gresik bisa dirolling atau dialihkan ke Pelabuhan Paciran tujuan Bawean.

“Ini sangat perlu agar bantuan logistik bisa maksimal tersalurkan ke masyarakat korban terdampak bencana gempa di Pulau Bawean,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukardi membenarkan tentang banyaknya truk, yang masih antre masuk kapal KMP Gili Iyang dari Pelabuhan Paciran ke Pelabuhan Penyeberangan Pulau Bawean.

“Beberapa truk itu, juga ada yang dari Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik, yang membawa material dan sanitasi untuk keperluan tenda pengungsian warga,” ungkapnya.

Pihaknya pun tidak menampik tentang alternatif bantuan logistik. Dengan menggunakan kapal milik TNI, yang rencananya akan diberangkatkan Jum'at (29/3/2024) pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Perak Surabaya.

“Barangkali ada bantuan logistik, kami arahkan untuk kesana. Tapi disana tidak bisa muat truk, artinya muatan dibongkar di kapal,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadishub Gresik Khusaini menjelaskan, bahwa untuk penambahan trip pihaknya tidak punya kewenangan atas hal tersebut. Namun, sejauh ini, Dishub Gresik sudah mengajukan tambahan dengan berkoordinasi dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), instansi dibawa Dirjen Perhubungan Darat, yang menangani keberangkatan kapal KMP Gili Iyang dari Paciran.

“Kami sudah berkirim surat ke BPTD, tapi rute itu sudah ditentukan. Itu kewenangan ASDP untuk perubahan rute maupun tambahan trip kapal. Apalagi itu juga wilayah Lamongan,” bebernya.

Baca Juga: Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.