Selasa, 03 Feb 2026 22:17 WIB

Kemensos Gandeng ITS Tingkatkan Mutu Garam Spa Kusamba Tembus Pasar Internasional

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 27 Mar 2024 15:24 WIB
Foto: Garam Kusumba
Foto: Garam Kusumba

selalu.idPahlawan Ekonomi Nusantara atau PENA Kementerian Sosial yang berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil menyupport Garam Spa Kusamba yang sekarang merupakan produk kecantikan terkenal dan mulai menembus pasar internasional.

Semula garam spa yang berasal dari Desa Kusamba di Kabupaten Klungkung Bali ini hanya diolah masyarakat sebagai garam murni saja.


“Saya sudah mencoba empat  bulan terakhir ini dan terasa enak sekali di badan. Tidak usah khawatir  menggunakan produk ini," kata Risma meng-endors produk KPM PENA, saat peluncuran Garam Spa Kusamba di pusat oleh-oleh Krisna Bali, Selasa (26/3).

Pusat oleh-oleh Krisna Bali yang didirikan 2007, kini merupakan pusat-pusat oleh terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara serta memiliki tujuh outlet di Bali. Di pusat oleh-oleh Krisna, Garam Spa Kusamba juga mulai dipajang dan dipasarkan dalam upaya menembus pasar internasional.

Garam Spa Kusamba semula diolah secara tradisional. Pada tahun 2022 lalu, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membangun sistem tunnel di Desa Kusamba yang dikelola oleh kelompok petani garam Sarining Segara yang beranggotakan 17 orang.

Sistem tunnel ini membuat produksi garam lebih efisien dan dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas garam yang diproduksi.
Garam Kusamba terus ditingkatkan mutunya melalui pelatihan pemberdayaan dari Kemensos berupa pengolahan garam spa kepada 17 orang kelompok petani garam. Pelatihan berlangsung pada Desember 2023 lalu. Selain pelatihan, Kemensos juga memberikan bantuan berupa mesin pengolahan garam spa, rumah produksi garam spa berukuran 5 m x 6 m serta membantu pengurusan izin usaha Garam Spa Kusamba.

Untuk membantu memasarkan produk-produk tersebut ke kalangan yang lebih luas, Kementerian Sosial bekerja sama dengan pusat oleh-oleh Krisna Bali. Krisna Bali merupakan bagian dari Krisna Holding Company yang dimiliki oleh Gusti Ngurah Anom atau yang lebih akrab disapa Ajik Krisna.

“Selama saya masih diberi kesempatan hidup, saya akan  terus membantu masyarakat. Dan ini salah satu bentuk saya membantu pemerintah untuk memberdayakan masyarakat,” kata Ajik Krisna di hadapan Mensos Tri Rismaharini saat peluncuran produk tersebut di outletnya.

Baca Juga: Lokakarya Maritim ITS Diduga Kedok Reklamasi, FMM-S Ancam Kerahkan Aksi Besar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.