Kamis, 22 Okt 2026 06:46 WIB

17 Caleg Petahana DPRD Surabaya Gagal Lolos, 5 Lainnya Pindah Haluan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mar 2024 13:08 WIB
Foto: ilustrasi caleg
Foto: ilustrasi caleg

selalu.id - Sebanyak 17 Calon Legisatif (Caleg) petahana gagal mendapatkan kursi kembali di DPRD Surabaya. Mereka terpental dari kantor Perwakilan Rakyat di Yos Sudarso karena gagal meraup suara yang signifikan.

Alhasil dari 50 Caleg lolos ke DPRD Surabaya periode 2024, belasan caleg petahana yang masih menjabat saat ini harus angkat koper dari gedung dewan untuk periode selanjutnya, dan mereka akan digantikan dengan wajah-wajah baru caleg yang lolos.

Bahkan dari 17 caleg petahana gagal tersebut salah satunya Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony (Gerindra) dan Ketua Komisi D Khusnul Khotimah.

Kemudian, di dapil satu Surabaya ada empat nama caleg petahana yang terpental yakni Pertiwi Ayu Khrisna (Golkar), Norma Yunita (PDIP), Alfian Limardi (PSI) dan Airlangga Justisia (Demokrat).

Sedangkan di dapil 2, ada Khusnul Khotimah (PDIP), Asrhi Yuanita Haqie (PDIP), Elok Cahyani (Demokrat) dan Lembah Setyowati (Golkar).

Lalu di dapil 3 ada yakni Anas Karno (PDIP), AH Thony (Gerindra).

Selanjutnya di dapil 4 di antaranya Dyah Katarina (PDIP), Badru Tamam (PKB), Tri Indah Ratna Sari (PDIP) dan Tjutjuk Supariono (PSI).

Terakhir dapil 5 ada tiga incumbent yang menuai kegagalan. Mereka adalah Endy Suhadi (Gerindra), John Thamrun (PDIP), serta Hari Santoso (Nasdem).

Sekedar diketahui, Tri Indah Ratna Sari terpilih menjadi anggota DPRD Surabaya 2019-2024 melalui proses PAW (Pergantian Antar Waktu).

Dia menggantikan Riswanto anggota DPRD Surabaya yang dipecat PDIP karena dinilai merusak citra partai sehingga melanggar kode etik partai.

Sementara, Airlangga Justisia terpilih menjadi anggota DPRD Surabaya 2019-2024 melalui proses PAW menggantikan Ratih Retnowati yang meninggal pada 2023 lalu.

Selain itu, ada 5 Petahana Pindah Haluan Bertarung di DPRD Jatim dan DPR RI. Diantaranya toga yang tidak lagi maju sebagai caleg DPRD Surabaya, namun memilih bertarung di DPRD Provinsi dari dapil Jatim 1 (Surabaya).

Mereka adalah Camelia Habiba (PKB), Mahfudz (PKB) dan Fatkur Rohman (PKS).

Kemudian, ada dua petahana yang pindah haluan tidak lagi maju sebagai caleg DPRD Surabaya dan bertarung di DPR RI.

Yakni, Reni Astuti (PKS) yang maju di Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) dan Akhmad Suyanto (PKS) yang maju di Dapil Jatim IV (Jember-Lumajang).

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).