Senin, 02 Feb 2026 22:54 WIB

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Semeru Dinaikkan Menjadi Siaga Level 3

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Des 2021 10:43 WIB
Gunung Semeru. Foto: Dok Pemprov Jatim
Gunung Semeru. Foto: Dok Pemprov Jatim

Surabaya (selalu.id) - Status Gunung Semeru dinaikkan menjadi siaga level 3. Sebelumnya status semeru masih waspada level 2. Kenaikan ini mengingat tingginya aktivitas serta peningkatan jarak luncur awan panas guguran dan aliran lava.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono mengatakan, kenaikan level 3 tersebut terhitung mulai 16 Desember 2021 pukul 23.00 WIB.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Tingkat aktivitas Semeru dinaikkan menjadi Siaga level 3," dalam keterangannya, Jumat (17/12/2021).

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak gunung, termasuk aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi Sungai Besuk Kobokan, karena ada potensi aliran lahar.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena bahaya lontaran batu," tambah Eko.

Diketahui Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas sebanyak 3 kali pada Kamis (16/12/2021) dengan jarak lontaran sejauh 4,5 kilometer. Tercatat gempa guguran meningkat dalam tiga hari terakhir sebanyak 15-73 kejadian per hari dari rata-rata delapan kejadian.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi dikarenakan adanya endapan aliran lava dengan panjang aliran dua kilometer dari pusat erupsi. Aliran lava itu masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya, sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran.

"Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Semeru," terang Eko. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.