Selasa, 03 Feb 2026 22:10 WIB

Perangkat Desa se-Jatim Dikumpulkan di Hotel Santika Surabaya

Pertemuan Perangkat Desa se-Jatim
Pertemuan Perangkat Desa se-Jatim

selalu.id - Pertemuan perangkat desa seluruh Jawa Timur yang digelar di Hotel Santika Premiere Jalan Gubeng, Surabaya, Rabu (10/1/2024). Pertemuan tersebut disinyalir syarat dengan muatan politik. Untuk itu, selalu.id mencoba mendatangi lokasi pertemuan yang berada di lantai 3 hotel tersebut. Dan mendapati beberapa orang mengenakan kemeja putih dan celana hitam semacam telah ditentukan untuk ber-dresscode. Berdasar keterangan penjaga buku tamu, ketua panitia sedang di dalam ruangan sedang menggelar rapat tertutup.

Baca Juga: Khofifah-Emil Hadiri Rapimda Perangkat Desa, Luluk: Demokrasi Tidak Sehat

"Masih rapat mas, tunggu ya," ujarnya.

Sementara itu, peserta undangan terlihat sedang menikmati makanan yang disediakan sembari bercengkrama satu sama lain. selalu.id mencoba untuk mendekati salah satu peserta dan menanyakan agenda pertemuan tersebut dan jawaban cukup mengejutkan didapat. Peserta tersebut tidak tahu mendatangi acara apa.

"Saya Ndak tahu mas, saya disuruh datang sama ketua ya datang aja. Ini cuman dikirimi sharelock aja," ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa peserta juga menjawab hal senada dan terlihat bingung dengan acara tersebut.

"Saya juga ndak tahu, tadi diperintah jam 9 pagi kesini, tapi sampe sekarang belum mulai," timpalnya.

Ada informasi yang menyebutkan bahwa pengumpulan perangkat desa tersebut untuk kepentingan politik yakni memberikan dukungan kepada salah satu kandidat pada Pilpres 2024 dengan iming-iming kenaikan dana desa.

Terpisah, Kepala Desa Lamongan Sujiono saat ditemui di lokasi mengatakan, bahwa acara ini beragendakan pembahasan revisi UU Desa nomor 6 tahun 2014. Kades-kades di jatim meminta segera disahkan di bulan Januari 2024.

"Karena yang diundang adalah ketua, jadi mereka selaku perwakilan sebenarnya hanya siap datang saja mas," tegas Sujiono kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2024).

Menyoal agenda pertemuan tersebut, Sujiono yang notabenenya selaku Bendahara DPD Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Jatim menerangkan, karena revisi tersebut sudah di paripurnakan Baleg DPR RI dan tinggal pembahasan antara pemerintah dan parlemen.

Meski begitu, dalam rapat tertutup ini, ia menyebut tinggal satu langkah lagi yakni pembahasan antara pemerintah dan parlemen terkait revisi undang-undang desa no.6 tahun 2014 tersebut.

Saat disinggung mengenai adanya kampanye terselubung dalam rapat tertutup tersebut, Sujiono menegaskan, jika rapat kali ini memang benar-benar membahas revisi undang-undang desa nomor 6 tahun 2014.

"Kembali saya tegaskan, acara ini murni pembahasan revisi undang-undang desa nomor 6 tahun 2014. Jadi, ini bukan acara kampanye terselubung," tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.