Kamis, 04 Jun 2026 21:00 WIB

Kasus Penembakan Relawan Prabowo-Gibran, Polda Jatim Temukan Petunjuk Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 30 Des 2023 08:04 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

selalu.id - Polisi sudah meriksa belasan orang sebagai saksi dari kasus penembakan relawan Prabowo-Gibran dari orang tak dikenal (OTK).

“Sampai saat ini saksi yang sudah diperiksa sudah 13 orang,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Jumat (29/12/2023).

Irjen Pol Imam menyebut dari 13 orang yang diperiksa sebagai saksi itu adalah mereka yang bersama korban pada saat kejadian di Banyates, Sampang, Madura, Jawa Timur, yang terjadi pda Jumat (26/12/2023) lalu. Diantaranya, juga dari pihak keluarga.

“Mereka yang sama-sama duduk dengan korban, dari keluarga, pokoknya satu hari itu yang berkaitan dengan korban,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata dia, dalam hasil analisa penyidik dari Polda Jatim dan keterangan saksi-saksi itu sudah dikirim ke Mabes Polri. Dalam hasilnya tersebut sudah menemukan titik terang.

“Sudah ada petunjuk, saat ini sedang dikembangkang oleh dikrimum dan jajaran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap dengan baik,” ujarnya.

Terkait pelaku, dalam penembakan terjadi dua kali. Meskipun begitu pihaknya tidak ingin menduga jumlaa berapa pelaku yang menembak.

“Sementara ya penembak satu itu tadi kan walaupun ada peluru dua. Kita tunggu aja,” jelasnya.

Lebih lanjut Irjen Pol Imam menegaskan bahwa  kasus ini tidak ada hubungannya dengan persoalan berkaitan dengan politik.

“Motuf kan belum tertangkap pelakunya. Kalau sudah tertangkap baru bisa ketahuan motifnya. Tapi sejauh ini tidak ada hubungannya dengan persoalan politik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penembakan OTK terhadap Relawan Prabowo yang sekaligus tokoh masyarakat bernama Muarah (49) itu terjadi pada Jumat (22/12/2023) lalu. Sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu mereka OTK berhenti dan mendekat ke Muarah tiba-tiba langsung melepaskan tembakan ke arah tubuhnya. Setelah itu, OTK yang berjumlah dua orang itu kabur.

Muarah kini sedang dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Meski disebut terus membaik, dokter mengatakan kondisi kedua kakinya belum bisa digerakkan. Karena efek penembakan dipunggung yang terkena saraf.

“Saat ini pasien sedang perawatan terkait sequelae, gejala sisa, cederanya masih ada, gangguan pada persarafan yang menyebabkan pasien masih tidak bisa menggerakkan kaki,” kata dr Tomy Lesmana selaku dokter penangaggung jawab pasien, saat ditemui di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Baca Juga: Bahagianya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polda Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.