Jumat, 05 Jun 2026 22:15 WIB

GNPK Jatim Dirikan Posko Awasi Penyelewengan Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 18:19 WIB

Surabaya (selalu.id) - Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) akan mendirikan posko pengawasan bantuan bagi korban terdampak erupsi Semeru, agar tidak disalahgunakan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan pribadi di tengah duka warga Lumajang dan sekitarnya. 

Pendirian posko pengawasan bantuan ini diutarakan Ketua Umum GNPK Adi Warman, karena khawatir ada oknum yang memanfaatkan situasi bencana nasional ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca Juga: Kantor Petrogas Jatim Utama Didemo, Diduga Ada Praktik Korupsi Dana CSR

"Saya berharap juga agar GNPK membuat posko di situ untuk memantau bagaimana jalannya distribusi bantuan, jangan sempat ada bantuan yang diselewengkan," kata Adi Warman yang dijumpai setelah roadshow ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional. Kamis (9/12/2021).

Adi Warman menegaskan, penyelewengan bantuan kemanusiaan korban erupsi Semeru dapat berakibat pada ancaman hukuman mati bagi pelakunya. Sebab banyak rakyat lagi kesusahan dan pemerintah sedang bergotong royong untuk menanganinya, sehingga jangan sampai ada oknum memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

"Saya yakin dan percaya, kita semua sama-sama memperhatikan menjaga nilai-nilai luhur bangsa kita yang sebenarnya bukan para koruptor bukan para penjahat,"tegas Adi Warman.

GNPK juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah dalam menangani musibah bencana alam ini, namun dirinya juga mengingatkan kepada semua pihak untuk turut memberantas korupsi yang dimulai dari diri sendiri.

Baca Juga: Langkah Pencegahan Capai 100 Persen, KPK Beri Apresiasi Pemkot Mojokerto

"Saya berharap yuk kita bersama-sama memberantas korupsi dimulai dari diri sendiri, tegas Adi.

Dalam Rangka Hari Anti Korupsi Internasional ini, GNPK Pusat serta DPP GNPK Jatim juga melakukan kunjungan ke beberapa instansi termasuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melihat berbagai program layanan masyarakat dan mengevaluasinya agar tidak ada penyelewengan oleh oknum.

"Kami Sowan ke BPN, kami mengunjungi beberapa tempat bagaimana antusias mereka untuk membersihkan dirinya dari perilaku buruk korupsi. Tentunya dari kunjungan kita saling mengingatkan di hari ini kita mengingat kembali bahwa kita bukan bangsa barbar. Kita adalah orang beradab dan kita bisa mencegah korupsi dimulai dari diri sendiri," ucap Adi didampingi pengurus DPP GNPK Jatim.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Di hari anti korupsi internasional ini, GNKP juga memberi catatan khusus agar pemerintah menerapkan hukuman mati bagi koruptor yang mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok dengan memanfaatkan kesempatan dari bencana alam, agar dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

"Sepertinya para koruptor itu masih berbangga diri, belum insaf bahkan saya kunjungan ke salah satu lapas itu dia mantan anggota dewan dan tahun 2024 kembali mencalonkan diri jadi dewan karena dianggap duduk dikursi DPR RI itu tempat yang bagus untuk dirinya, tempat yang bisa korupsi, yang wibawa. Ternyata hukuman 4 tahun yang dijalaninya tidak memberikan efek jera. Saya berharap di sini sudah saatnya lah kita kasih efek jera," tegas Adi Warman. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.