Senin, 21 Sep 2026 01:36 WIB

Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Terserang Penyakit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 15:22 WIB
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis

Surabaya (selalu.id) - Masalah baru timbul di posko-posko pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Bebagai penyakit mulai menyerang pengungsi, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan mata merah, sakit perut bagian atas, hipertensi, dan fungsi jaringan dan organ kondisi seseorang menurun.

Ketua Unit Bantuan Bencana Alam FK Universitas Airlangga, Christijogo Sumartono mengatakan, warga dan pengungsi yang mengeluhkan hal ini harusnya secepatnya mendapat penanganan, sebelum masuk dalam fase akut.

Baca Juga: Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

"Banyak warga dan pengungsi yang mengeluhkan mata merah dan radang paru-paru akibat menghirup abu vulkanik,"kata Christijoho Sumartono, Jumat (10/12/2021).

Selain itu, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi warga pengungsi untuk cepat melakukan pengobatan terhadap yang sakit.

"Warga dan pengungsi sudah diberikan obat tetes mata mata agar tidak makin parah. Mereka juga dapat obat batuk dan pilek," ujarnya.

Tak hanya berbagai penyakit, ia menyampaikan, kondisi warga dan pengungsi juga sangat membutuhkan pasukan air bersih untuk kebutuhan MCK yang layak.

Baca Juga: Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

"Kesediaan air bersih juga perlu diperhatikan untuk mencegah munculnya penyakit baru. Apalagi, kondisi saat ini, kebutuhan warga dan pengungsi akan air bersih harus terpenuhi," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa kandungan abu vulkanik bisa membahayakan mata, pernafasan dan kulit bila muncul iritasi.

Pihaknya pun juga mengedukasi dan mengimbau warga pengungsi agar saat membersihkan rumahnya memakai pelindung, seperti kacamata dan masker.

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Sebab itu, tambahnya, untuk warga jika membersihkan sisa banjir lahar, diharapkan memakai sepatu boots.

"Kenapa kami anjurkan memakai sepatu boots, karena khawatir ada penyebaran penyakit tikus seperti leptospirosis," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.