Kamis, 05 Nov 2026 20:18 WIB

Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Terserang Penyakit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 15:22 WIB
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis

Surabaya (selalu.id) - Masalah baru timbul di posko-posko pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Bebagai penyakit mulai menyerang pengungsi, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan mata merah, sakit perut bagian atas, hipertensi, dan fungsi jaringan dan organ kondisi seseorang menurun.

Ketua Unit Bantuan Bencana Alam FK Universitas Airlangga, Christijogo Sumartono mengatakan, warga dan pengungsi yang mengeluhkan hal ini harusnya secepatnya mendapat penanganan, sebelum masuk dalam fase akut.

Baca Juga: Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

"Banyak warga dan pengungsi yang mengeluhkan mata merah dan radang paru-paru akibat menghirup abu vulkanik,"kata Christijoho Sumartono, Jumat (10/12/2021).

Selain itu, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi warga pengungsi untuk cepat melakukan pengobatan terhadap yang sakit.

"Warga dan pengungsi sudah diberikan obat tetes mata mata agar tidak makin parah. Mereka juga dapat obat batuk dan pilek," ujarnya.

Tak hanya berbagai penyakit, ia menyampaikan, kondisi warga dan pengungsi juga sangat membutuhkan pasukan air bersih untuk kebutuhan MCK yang layak.

Baca Juga: Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

"Kesediaan air bersih juga perlu diperhatikan untuk mencegah munculnya penyakit baru. Apalagi, kondisi saat ini, kebutuhan warga dan pengungsi akan air bersih harus terpenuhi," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa kandungan abu vulkanik bisa membahayakan mata, pernafasan dan kulit bila muncul iritasi.

Pihaknya pun juga mengedukasi dan mengimbau warga pengungsi agar saat membersihkan rumahnya memakai pelindung, seperti kacamata dan masker.

Baca Juga: Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Sebab itu, tambahnya, untuk warga jika membersihkan sisa banjir lahar, diharapkan memakai sepatu boots.

"Kenapa kami anjurkan memakai sepatu boots, karena khawatir ada penyebaran penyakit tikus seperti leptospirosis," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Tegas! Bupati Sidoarjo Minta ASN Jauhi Suap dan Gratifikasi

Pasalnya, praktik suap, pungutan liar, dan gratifikasi berpotensi merusak kepercayaan masyarakat sekaligus menghambat pembangunan daerah.