Jumat, 05 Jun 2026 23:59 WIB

Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Terserang Penyakit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 15:22 WIB
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis

Surabaya (selalu.id) - Masalah baru timbul di posko-posko pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Bebagai penyakit mulai menyerang pengungsi, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan mata merah, sakit perut bagian atas, hipertensi, dan fungsi jaringan dan organ kondisi seseorang menurun.

Ketua Unit Bantuan Bencana Alam FK Universitas Airlangga, Christijogo Sumartono mengatakan, warga dan pengungsi yang mengeluhkan hal ini harusnya secepatnya mendapat penanganan, sebelum masuk dalam fase akut.

Baca Juga: Polres Lumajang Ringkus Spesialis Pencuri Baterai Tower Antarkota

"Banyak warga dan pengungsi yang mengeluhkan mata merah dan radang paru-paru akibat menghirup abu vulkanik,"kata Christijoho Sumartono, Jumat (10/12/2021).

Selain itu, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi warga pengungsi untuk cepat melakukan pengobatan terhadap yang sakit.

"Warga dan pengungsi sudah diberikan obat tetes mata mata agar tidak makin parah. Mereka juga dapat obat batuk dan pilek," ujarnya.

Tak hanya berbagai penyakit, ia menyampaikan, kondisi warga dan pengungsi juga sangat membutuhkan pasukan air bersih untuk kebutuhan MCK yang layak.

Baca Juga: Tragedi Tengah Malam: Tronton Rem Blong Hantam Sedan, 4 Korban Tewas Termasuk Balita

"Kesediaan air bersih juga perlu diperhatikan untuk mencegah munculnya penyakit baru. Apalagi, kondisi saat ini, kebutuhan warga dan pengungsi akan air bersih harus terpenuhi," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa kandungan abu vulkanik bisa membahayakan mata, pernafasan dan kulit bila muncul iritasi.

Pihaknya pun juga mengedukasi dan mengimbau warga pengungsi agar saat membersihkan rumahnya memakai pelindung, seperti kacamata dan masker.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Sebab itu, tambahnya, untuk warga jika membersihkan sisa banjir lahar, diharapkan memakai sepatu boots.

"Kenapa kami anjurkan memakai sepatu boots, karena khawatir ada penyebaran penyakit tikus seperti leptospirosis," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.