Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Terserang Penyakit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 15:22 WIB
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis
Salah satu pengungsi Semeru yang mendapat penanganan medis

Surabaya (selalu.id) - Masalah baru timbul di posko-posko pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Jumat (10/12/2021). Bebagai penyakit mulai menyerang pengungsi, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan mata merah, sakit perut bagian atas, hipertensi, dan fungsi jaringan dan organ kondisi seseorang menurun.

Ketua Unit Bantuan Bencana Alam FK Universitas Airlangga, Christijogo Sumartono mengatakan, warga dan pengungsi yang mengeluhkan hal ini harusnya secepatnya mendapat penanganan, sebelum masuk dalam fase akut.

Baca Juga: Polres Lumajang Ringkus Spesialis Pencuri Baterai Tower Antarkota

"Banyak warga dan pengungsi yang mengeluhkan mata merah dan radang paru-paru akibat menghirup abu vulkanik,"kata Christijoho Sumartono, Jumat (10/12/2021).

Selain itu, pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi warga pengungsi untuk cepat melakukan pengobatan terhadap yang sakit.

"Warga dan pengungsi sudah diberikan obat tetes mata mata agar tidak makin parah. Mereka juga dapat obat batuk dan pilek," ujarnya.

Tak hanya berbagai penyakit, ia menyampaikan, kondisi warga dan pengungsi juga sangat membutuhkan pasukan air bersih untuk kebutuhan MCK yang layak.

Baca Juga: Tragedi Tengah Malam: Tronton Rem Blong Hantam Sedan, 4 Korban Tewas Termasuk Balita

"Kesediaan air bersih juga perlu diperhatikan untuk mencegah munculnya penyakit baru. Apalagi, kondisi saat ini, kebutuhan warga dan pengungsi akan air bersih harus terpenuhi," tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa kandungan abu vulkanik bisa membahayakan mata, pernafasan dan kulit bila muncul iritasi.

Pihaknya pun juga mengedukasi dan mengimbau warga pengungsi agar saat membersihkan rumahnya memakai pelindung, seperti kacamata dan masker.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Sebab itu, tambahnya, untuk warga jika membersihkan sisa banjir lahar, diharapkan memakai sepatu boots.

"Kenapa kami anjurkan memakai sepatu boots, karena khawatir ada penyebaran penyakit tikus seperti leptospirosis," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.