Jumat, 05 Jun 2026 04:15 WIB

Caleg PKB Surabaya Ais Shafiyah Ajak Warga Solid Lawan Hoaks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Nov 2023 16:44 WIB
Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitaan Bangsa (PKB) Surabaya, Ais Shafiyah Ashar
Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitaan Bangsa (PKB) Surabaya, Ais Shafiyah Ashar

selalu.id - Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitaan Bangsa (PKB) Surabaya, Ais Shafiyah Ashar mengajak masyarakat untuk menciptakan pemilu yang damai, nyaman, dan bermartabat.

Dimasa awal masa kampanye ini, Ning Ais sapaan akrabnya, mengatakan bahwabsebagai generasi muda dirinya ingin mengajak masyarakat meciptakan pemilu yang damai untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Dengan mulainya tahapan kampanye Pemilu 2024 sebagai generasi muda, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Pemilu yang asyik, damai, dan konstruktif untuk kemajuan demokrasi Bangsa Indonesia," kata Ning Ais Rabu (29/11/2023).

Menurutnya, pemilu harus dibangun melalui diskursus yang konstruktif dengan membahas tentang bagaimana arah masa depan Bangsa Indonesia.

Pun, juga mengedepankan ide dan gagasan dan bukan beradu kebencian ataupun menyebarkan fitnah dan hoaks.

“Pemilu 2024 ini juga menjadi momentum masyarakat Indonesia terkhusus anak muda, bagaimana nantinya generasi penerus bangsa ini yang semestinya lebih proaktif berkontribusi menciptakan ruang-ruang diskusi untuk membahas mengenai problematika bangsa yang akan dihadapi serta mengawal kemajuan Indonesia," ujar Ning Ais.

Selain itu, ingin ada kesinambungan antar elemen. Khususnya pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat mencegah adanya polarisasi pada dengan menyajikan informasi yang sifatnya kredibel.

"Ini untuk mencegah adanya informasi atauapun narasi yang sifatnya destruktif, hoaks, dan pemecah belah antar anak bangsa," kata caleg Dapil 1 Surabaya ini.

Menurut dia, derasnya arus informasi akan mengaburkan mana berita yang benar dan mana yang hoaks. Maka dari itu, kata dia, semua elemen patut untuk lebih bijak dalam melihat atau membaca informasi.

"Tidak mudah reaktif ketika menerima informasi serta memahami berkali-kali untuk memastikan apakah informasi itu benar atau hoaks," ujar mahasiswa doktoral Universitas Airlangga Surabaya ini.

Ning Ais Asfar juga mengajak masyarakat Surabaya terutama anak muda untuk bersama ambil bagian dalam memerangi hoaks dan menciptakan pemilu yang damai dan berintegritas dengan mengedepankan ide sekaligus gagasan.

"Ayo generasi muda, generasi yang dianggap sebagai generasi melek teknologi dan informasi untuk ambil bagian menjaga demokrasi Indonesia agar tetap sehat dengan memerangi informasi hoaks dan fitnah serta mengedepankan adu ide, adu gagasan, bukan adu kebencian," pungkas perempuan lulusan Magister Universitas Cardiff.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Rakernis Humas, Soroti Hoaks dan Narasi Negatif

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.