Jumat, 05 Jun 2026 01:20 WIB

Reses di Surabaya, Adies Kadir Soroti Bahaya AI dan Hoaks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Des 2025 10:44 WIB
Foto: Adies Kadir saat reses di Surabaya
Foto: Adies Kadir saat reses di Surabaya

selalu.id – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak negatif perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence terhadap persatuan bangsa. Teknologi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk provokasi dan penyebaran informasi palsu jika tidak diimbangi literasi digital yang memadai.

Peringatan itu disampaikan Adies saat menggelar kegiatan reses di Gedung Serba Guna Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, yang dihadiri ribuan warga.

Baca Juga: Tangkal Hoaks di Masyarakat, Wali Kota Mojokerto ajak Satlinmas Jaga Kondusivitas Lingkungan

Adies menyebut perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak dapat dihindari karena menjadi bagian dari dinamika zaman. Namun, tanpa pengawasan dan pemahaman yang cukup, masyarakat berisiko menjadi korban disrupsi informasi.

“Dalam rekayasa kecerdasan buatan, satu foto bisa dibuat seolah-olah bagian dari peristiwa, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Upaya efektif mencegah masyarakat menjadi korban disrupsi informasi adalah peningkatan literasi digital, sehingga masyarakat bisa saring sebelum sharing,” ujar Adies.

Politisi Partai Golkar itu juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya diarahkan untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat. Program tersebut antara lain Indonesia Pintar, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

“Kebijakan ini akan berhasil jika rakyat menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba. Persatuan adalah syarat agar Indonesia dapat menjadi negara yang adil dan makmur,” katanya.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Rakernis Humas, Soroti Hoaks dan Narasi Negatif

Adies turut mengajak masyarakat Surabaya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Ia menyebut Surabaya sebagai wilayah dengan latar belakang sosial yang beragam sejak masa pra-kemerdekaan.

“Surabaya sejak pra-kemerdekaan dikenal damai dan beragam. Keberagaman harus terus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan kegiatan reses tersebut juga menjadi sarana evaluasi atas program bantuan pendidikan yang telah diperjuangkan Adies Kadir untuk warga Surabaya.

Baca Juga: Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

“Sudah puluhan ribu warga Surabaya mendapat beasiswa PIP dan KIPK dari usulan beliau. Hari ini beliau turun memastikan manfaatnya dengan berinteraksi langsung dengan wali murid. Bahkan ada tambahan bantuan operasional pendidikan,” ujarnya.

Arif Fathoni menambahkan, bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang politik penerima. Ia menilai pendekatan tersebut sebagai bentuk pengabdian wakil rakyat kepada masyarakat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.