Minggu, 06 Sep 2026 19:32 WIB

Gandeng BKKBN Jatim, PIJAR Sosialisasikan Program Pendewasaan Usia Pernikahan di Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 25 Nov 2023 16:54 WIB
Sosialisasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan.
Sosialisasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan.

selalu.id - Kelompok Kerja Insan Jurnalistik Keluarga Berencana (PIJAR) Jatim bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus mensosialisasikan program Pendewasaan Usia Perkawinan.

Melalui kegiatan PIJAR Jatim Goes to School Stop Pernikahan Dini dan Kehamilan Tidak Diinginkan, 650 Siswa-Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya sudah mendeklarasikan dan menyatakan menolak adanya praktik pernikahan dini.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Nyigit Wudi Amini S.Sos., M.Sc mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap dua hal yaitu program Generasi Berencana (GenRe) khususnya Pendewasaan Usia Perkawinan, dimana usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

"Kegiatan ini adalah kerjasama antara kelompok jurnalistik yaitu PIJAR Jatim dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk menyasar remaja di sekolah-sekolah dengan tema stop pernikahan dini dan kehamilan tidak diinginkan. Hal ini menjadi salah satu upaya preventif dari hulu yaitu sejak remaja," jelas Nyigit kepada selalu.id, Jumat (24/11).

Kegiatan sosialisasi ke remaja di sekolah-sekolah, sambung Nyigit, merupakan salah satu wujud rencana aksi penurunan angka stunting (RAN PASTI) yang menjadi program prioritas nasional dalam rangka meraih target angka stunting sebesar 14 Persen di Indonesia pada Tahun 2024 mendatang.

Sebab, di Indonesia khususnya di Jawa Timur angka pernikahan dini masih tinggi. Dimana, sebagian besar pengajuan dispensasi nikah karena calon mempelai perempuan sudah hamil. Tingginya angka pernikahan dini akan berjalan selaras dengan tingginya angka stunting karena kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Penundaan usia kawin bisa memberi kontribusi positif terhadap penurunan stunting. Selain ingin mencegah terjadinya stunting dari hulu. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin membangun karakter remaja agar mereka menjadi generasi penerus yang terbaik dan berdaya saing." Ungkapnya.

Senada dengan Nyigit, Kepala Sekolah MAN Kota Surabaya, Drs. H. Fathorrakhman, M.Pd, menyambut gembira kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKBN Jawa Timur bersama Pijar Jatim. Pihaknya merasa sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Pihaknya berterimakasih kepada BKKBN Jawa Timur dan Pijar Jatim.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen sekali saja, tetapi berkelanjutan karena mendidik anak adalah tugas yang berkelanjutan. Yang ikut tahun ini, akan keluar dan ada yang masuk. Jadi sosialiasi ini harus menjadi agenda rutin agar semua siswa tetap mendapatkan informasi ini," tandasnya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Saat disinggung tentang adakah kasus pernikahan dini di MAN Kota Surabaya? Fathor menegaskan selama ini tidak ada siswi yang mengajukan atau menikah saat mereka masih menempuh pendidikan di MAN Kota Surabaya.

"Alhamdulillah, di MAN Kota Surabaya tidak ada kasus pernikahan usia dini diantara siswa-siswi kami. Namun, kami menyadari bahwa di luar sana, terutama di dunia maya, tantangan lain mungkin muncul. Oleh karena itu, penting untuk terus memberikan pendidikan dan pemahaman tentang penggunaan media sosial serta ilmu yang relevan," tukasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.