Senin, 02 Feb 2026 11:07 WIB

BI Sebut Lesunya Ekonomi Indonesia Akibat dari Ketidakpastian Global

Perbincangan BI dalam konteks pertumbuhan ekonomi nasional
Perbincangan BI dalam konteks pertumbuhan ekonomi nasional

selalu.id - Akibat dampak perekonomian global yang penuh ketidakpastian serta nilai tukar mata uang dolar yang melemah dan suku bunga yang naik, berimbas pada melambat pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III/2023 sebesar 4,94 persen (yoy) di bandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,17 persen (yoy) secara nasional.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Doddy Zulverdi mengungkapkan, pertumbuhan Jawa Timur sendiri di Indonesia pada triwulan III/2023 alami pertumbuhan sebesar 4,86 persen. Angka ini terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,53 persen.

Baca Juga: Rupiah Anjlok, Pengusaha Harus Tetap Waspada

Walupun demikian, lanjut kata Doddy, lambatnya laju perekonomian Jawa Timur masih sesuai target karena semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan ekonomi positif kecuali lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 30,84 persen, diikuti Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 13,09 persen, serta Lapangan Usaha Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 9,65 persen.

"Untuk itu pertumbuhan perekonomian tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional saat ini," jelasnya kepada selalu.id, Senin (20/11/2023).

Meskipun begitu, Doddy menyebut Wilayah Jawa Timur masih menjadi salah satu indikator perekonomian nasional. Pasalnya, Jawa Timur sendiri mampu memberi kontribusi sebesar 60 persen terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Benarkah Perekonomian Indonesia Terancam Kolaps? Begini Tanggapan DPR RI

"Jadi, jika perekonomian Jawa Timur melambat dampak cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," terang Doddy.

Selain itu, Doddy juga melaporkan soal peredaran uang di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil), di 16 wilayah Jawa Timur bulan Oktober lalu berhasil menyerap Uang Tidak Layak Edar ( UTLE )senilai Rp 5,9 miliar.

Sementara, modal kerja yang dibawa oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur sebasar Rp7,8 Milyar dengan komposisi UangPecahan Besar (UPB) sebesar Rp1,9 Miliar dan pecahan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp 5,9 miliar.

Baca Juga: Perekonomian Indonesia Lesu Sebabkan Penjualan Mobil Anjlok

"Dalam hal ini, peredaran uang di wilayah 3T yang terserap dari masyarakat sebasar 75,5 persen dari total modal kerja dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Nasional Ke-16," jelas pria kelahiran Bandung tahun 1969 ini.

Mantan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter ini juga menjelaskan, dalam memenuhi kebutuhan uang layak edar di seluruh wilayah NKRI khususnya di wilayah 3T di Jawa Timur. Kedepan, pihaknya, Kembali menggelar Kas Keliling Kepulauan 3T dengan menyediakan dana modal kerja sebesar Rp 6,2 miliar pada 28 November  hingga 2 Desember 2023 diantaranya wilayah pulau Bawean, Kangean, dan Sapeken.

"Nantinya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur akan menggandeng Koarmada II-Surabaya, media dan tim medis dalam mensuplai uang layak edar pada wilayah 3T di Jawa Timur. Kami berharap, dalam kegiatan ini bisa berjalan lancar," pungkas mantan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara ini.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.