Senin, 15 Jul 2024 02:10 WIB

Rupiah Anjlok, Pengusaha Harus Tetap Waspada

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jul 2024 13:33 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid

selalu.id - Pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp16.400 per dolar AS kian membuat kalangan pelaku usaha dan industri menjadi lebih waspada lagi. Pasalnya, Rupiah saat ini tengah anjlok.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan, makro ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik. Kendati demikian, anjloknya mata uang garuda tetap harus diwaspadai.

"Kalau dibilang secara makro ekonomi, kita baik-baik saja. Tapi harus waspada. Waspadanya adalah apapun yang terjadi sekarang di luar, efek itu sangat cepat kepada Indonesia," kata Arsjad, Senin (1/7/2024).

Ia pun menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh faktor eksternal. Ia meminta agar masyarakat turut melihat fluktuasi kurs dolar AS dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

"Kita jangan membuat keadaan itu menjadi ricuh. Jadi kita lihat dari sisi positifnya. Maka yang paling penting saya katakan pemerintah dan Bank Indonesia menurut saya sudah lebih siap dibandingkan dahulu kala," tegasnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pemerintah kini jauh lebih siap dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah dibandingkan saat krisis moneter 1998 lalu. Rupiah terus merosot selama beberapa waktu terakhir. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bahkan sempat mendekati Rp17.000.

"Jadi jangan disamakan apa yang terjadi pada 1998 dulu. Kesiapan itu berbeda dengan hari ini," tegasnya.

Baca Juga: Bahas Potensi Ekonomi, Kadin Surabaya Gandeng Partai Banteng

Editor : Ading