Rabu, 21 Okt 2026 01:18 WIB

Begini Pesan Korban Kecelakaan Maut di Lumajang Kepada Sang Anak Sebelum Meninggal

Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto
Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto

selalu.id - Kecelakaan mini bus yang menewaskan 11 penumpang dan menyebabkan 4 orang lainnya luka-luka pada Minggu (19/11/2023) kemarin dikarenakan kurangnya waspadaan dan pemahaman atas medan oleh pengendara.

Oleh karenanya, mini bus Isuzu lElf Nopol N 7646 T yang saat itu melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, tersambar KA-266 Probowangi.

Dua orang korban dari 11 meninggal dunia yakni; Titik Ristianti (53) dan Sukarnoto (54) yang keduanya merupakan warga Putat Jaya Timur C, hari ini disemayakan di Makam Putat Gede, Surabaya, Senin (20/11/2023).

Kedatangan dan proses pengebumian jenazah pun disambut isak tangis oleh pihak  keluarga. Ramayana (52) selaku adik kandung Sukarnoto mengungkapkan, jika kakak kandungnya ini bekerja sebagai sopir ambulan di Dinas Sosial Kota Surabaya.

Dari keterangan Ramayana, Sukarnoto sendiri memiliki 4 anak dan 7 cucu. Ramayana juga menyebut, kakaknya itu berangkat ke Lumajang dalam rangka menghadiri reuni teman-teman SMA, yakni SMA Indah Mardhi yang notabenenya sekarang sekolahan tersebut sudah ditutup atau tidak dioperasionalkan lagi.

"Jadi, kakak saya itu berangkatnya Sabtu (18/11) malam pukul 23.00 WIB, setelah itu saya sudah losscontact dengannya," ungkapnya kepada selalu.id sembari menahan air mata, Senin (20/11/2023).

Sementara, menyikapi adanya firasat tertentu atas kepergian dari Sukarnoto, Guntur (26) selaku anak pertama dari istri pertama Sukarnoto membenarkan, jika dirinya memiliki firasat tersebut.

"Ada firasat ini dari dalam hati ada yang mengganjal," ungkap Guntur.

Dirinya sempat mengutarakan ke Silvi (35) ibu tiri dari Guntur selaku istri kedua dari Sukarnoto. Guntur mengatakan jika Silvi sempat berusaha menenangkan hatinya. "Bismillah semoga gak ada apa-apa ya tur," ungkap Silvi kepada Guntur kala itu.

Sementara itu, Guntur juga menyebut, jika ayahnya, Sukarnoto kerap kali berpesan kepadanya, untuk selalu menjaga anak-anaknya yang notabenenya adalah cucu dari Sukarnoto. "Sering bilang gini, tur, kamu jangan lupa untuk jaga anak-anakmu," ungkap Guntur menirukan Sukarnoto.

Dengan adanya pesan dari Sukarnoto tersebut, membuat ia mengadu ke mama tirinya, Silvi. Hal ini dilakukan Guntur, lantaran mengusik ketenangan pikirannya. "Jadi Mama pernah bilang gini mas, papa jangan berangkat, pokoknya jangan pa..," kata Guntur mengulang kalimat Silvi dengan jelas.

"Gak apa-apa kok maa, ini cuma sebentar tok, nanti hari senin aku pasti pulang," terangnya menirukan jawaban Sukarnoto kepada Silvi.

Baca Juga: Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.