Sabtu, 05 Sep 2026 16:20 WIB

Begini Pesan Korban Kecelakaan Maut di Lumajang Kepada Sang Anak Sebelum Meninggal

Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto
Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto

selalu.id - Kecelakaan mini bus yang menewaskan 11 penumpang dan menyebabkan 4 orang lainnya luka-luka pada Minggu (19/11/2023) kemarin dikarenakan kurangnya waspadaan dan pemahaman atas medan oleh pengendara.

Oleh karenanya, mini bus Isuzu lElf Nopol N 7646 T yang saat itu melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, tersambar KA-266 Probowangi.

Dua orang korban dari 11 meninggal dunia yakni; Titik Ristianti (53) dan Sukarnoto (54) yang keduanya merupakan warga Putat Jaya Timur C, hari ini disemayakan di Makam Putat Gede, Surabaya, Senin (20/11/2023).

Kedatangan dan proses pengebumian jenazah pun disambut isak tangis oleh pihak  keluarga. Ramayana (52) selaku adik kandung Sukarnoto mengungkapkan, jika kakak kandungnya ini bekerja sebagai sopir ambulan di Dinas Sosial Kota Surabaya.

Dari keterangan Ramayana, Sukarnoto sendiri memiliki 4 anak dan 7 cucu. Ramayana juga menyebut, kakaknya itu berangkat ke Lumajang dalam rangka menghadiri reuni teman-teman SMA, yakni SMA Indah Mardhi yang notabenenya sekarang sekolahan tersebut sudah ditutup atau tidak dioperasionalkan lagi.

"Jadi, kakak saya itu berangkatnya Sabtu (18/11) malam pukul 23.00 WIB, setelah itu saya sudah losscontact dengannya," ungkapnya kepada selalu.id sembari menahan air mata, Senin (20/11/2023).

Sementara, menyikapi adanya firasat tertentu atas kepergian dari Sukarnoto, Guntur (26) selaku anak pertama dari istri pertama Sukarnoto membenarkan, jika dirinya memiliki firasat tersebut.

"Ada firasat ini dari dalam hati ada yang mengganjal," ungkap Guntur.

Dirinya sempat mengutarakan ke Silvi (35) ibu tiri dari Guntur selaku istri kedua dari Sukarnoto. Guntur mengatakan jika Silvi sempat berusaha menenangkan hatinya. "Bismillah semoga gak ada apa-apa ya tur," ungkap Silvi kepada Guntur kala itu.

Sementara itu, Guntur juga menyebut, jika ayahnya, Sukarnoto kerap kali berpesan kepadanya, untuk selalu menjaga anak-anaknya yang notabenenya adalah cucu dari Sukarnoto. "Sering bilang gini, tur, kamu jangan lupa untuk jaga anak-anakmu," ungkap Guntur menirukan Sukarnoto.

Dengan adanya pesan dari Sukarnoto tersebut, membuat ia mengadu ke mama tirinya, Silvi. Hal ini dilakukan Guntur, lantaran mengusik ketenangan pikirannya. "Jadi Mama pernah bilang gini mas, papa jangan berangkat, pokoknya jangan pa..," kata Guntur mengulang kalimat Silvi dengan jelas.

"Gak apa-apa kok maa, ini cuma sebentar tok, nanti hari senin aku pasti pulang," terangnya menirukan jawaban Sukarnoto kepada Silvi.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.