Kamis, 04 Jun 2026 17:24 WIB

Begini Pesan Korban Kecelakaan Maut di Lumajang Kepada Sang Anak Sebelum Meninggal

Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto
Ramayana (52) adik kandung korban Sukarnoto

selalu.id - Kecelakaan mini bus yang menewaskan 11 penumpang dan menyebabkan 4 orang lainnya luka-luka pada Minggu (19/11/2023) kemarin dikarenakan kurangnya waspadaan dan pemahaman atas medan oleh pengendara.

Oleh karenanya, mini bus Isuzu lElf Nopol N 7646 T yang saat itu melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, tersambar KA-266 Probowangi.

Dua orang korban dari 11 meninggal dunia yakni; Titik Ristianti (53) dan Sukarnoto (54) yang keduanya merupakan warga Putat Jaya Timur C, hari ini disemayakan di Makam Putat Gede, Surabaya, Senin (20/11/2023).

Kedatangan dan proses pengebumian jenazah pun disambut isak tangis oleh pihak  keluarga. Ramayana (52) selaku adik kandung Sukarnoto mengungkapkan, jika kakak kandungnya ini bekerja sebagai sopir ambulan di Dinas Sosial Kota Surabaya.

Dari keterangan Ramayana, Sukarnoto sendiri memiliki 4 anak dan 7 cucu. Ramayana juga menyebut, kakaknya itu berangkat ke Lumajang dalam rangka menghadiri reuni teman-teman SMA, yakni SMA Indah Mardhi yang notabenenya sekarang sekolahan tersebut sudah ditutup atau tidak dioperasionalkan lagi.

"Jadi, kakak saya itu berangkatnya Sabtu (18/11) malam pukul 23.00 WIB, setelah itu saya sudah losscontact dengannya," ungkapnya kepada selalu.id sembari menahan air mata, Senin (20/11/2023).

Sementara, menyikapi adanya firasat tertentu atas kepergian dari Sukarnoto, Guntur (26) selaku anak pertama dari istri pertama Sukarnoto membenarkan, jika dirinya memiliki firasat tersebut.

"Ada firasat ini dari dalam hati ada yang mengganjal," ungkap Guntur.

Dirinya sempat mengutarakan ke Silvi (35) ibu tiri dari Guntur selaku istri kedua dari Sukarnoto. Guntur mengatakan jika Silvi sempat berusaha menenangkan hatinya. "Bismillah semoga gak ada apa-apa ya tur," ungkap Silvi kepada Guntur kala itu.

Sementara itu, Guntur juga menyebut, jika ayahnya, Sukarnoto kerap kali berpesan kepadanya, untuk selalu menjaga anak-anaknya yang notabenenya adalah cucu dari Sukarnoto. "Sering bilang gini, tur, kamu jangan lupa untuk jaga anak-anakmu," ungkap Guntur menirukan Sukarnoto.

Dengan adanya pesan dari Sukarnoto tersebut, membuat ia mengadu ke mama tirinya, Silvi. Hal ini dilakukan Guntur, lantaran mengusik ketenangan pikirannya. "Jadi Mama pernah bilang gini mas, papa jangan berangkat, pokoknya jangan pa..," kata Guntur mengulang kalimat Silvi dengan jelas.

"Gak apa-apa kok maa, ini cuma sebentar tok, nanti hari senin aku pasti pulang," terangnya menirukan jawaban Sukarnoto kepada Silvi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.