Senin, 02 Feb 2026 04:29 WIB

Cerita Adik Korban Minibus Tersambar Kereta Api di Lumajang

Juni Setiawan (52) selaku adik kandung korban Titik Tristanti
Juni Setiawan (52) selaku adik kandung korban Titik Tristanti

selalu.id - Senin (20/112023) pagi tepat pukul 06.30, Jenazah Titik Ristianti (55), salah satu korban kecelakaan maut di perlintasan kawasan Lumajang Jawa Timur, tiba di rumah duka, di jalan Putat Jaya C Timur Surabaya. Setibanya ambulan dikediaman duka, kedatangan jenazah untuk dikebumikan di Makam Putat Gede pun disambut isak tangis oleh keluarga.

Juni Setiawan (52) selaku adik kandung korban Titik Tristanti mengatakan, jika Titik sempat berpamitan kepada keluarga untuk mengikuti kegiatan reuni bersama teman sekolahnya SMA dengan tujuan Banyuwangi, korban berangkat sejak hari Sabtu malam (18/11/2023).

Baca Juga: Kabar Gembira, Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026 Kini Sudah Bisa Dipesan

Pihak keluarga sempat mendapat informasi, jika pada Minggu malam rombongan ini sudah akan kembali ke Surabaya, dalam perjalanan untuk mempercepat perjalanan, rombongan memilih jalan alternatif dengan menggunakan aplikasi google maps sebagai penunjuk arah. Jalan alternatif ini dianggap sebagai jalan pintas untuk lebih cepat menuju Surabaya.

"Kami memang kurang informasi, tapi informasi yang diterima keluarga Minggu malam itu, sudah perjalanan menuju Surabaya dengan mencari jalan aternatif menggunakan google maps," terang Juni kepada selalu.id saat ditemui di rumah duka, Senin (20/11/2023).

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Meski begitu, atas terjadinya peristiwa tabrakan maut ini, pihak keluarga Titik Tristanti mengaku ikhlas, dan menganggap kejadian ini adalah takdir.

"Pihak keluarga menanggapi dengan keihklasan, dan kesabaran, itu sudah menjadi takdir," cetus anak nomor 11 dari 12 bersaudara ini.

Baca Juga: Jalur KA Utara Terendam Banjir, 7 Kereta dari Surabaya Dibatalkan, Ratusan Penumpang Refund

Sementara, tepat pukul 09.00 WIB, jenazah korban lainnya yang merupakan warga satu kampung yakni Sukarnoto juga tiba di lokasi rumah duka. Jenazah langsung disambut isak tangis keluarga.

Seperti yang diberitakan selalu.id sebelumnya, terdapat 11 penumpang ELF yang tewas dilokasi kejadian dalam kecelakaan di perlintasan kereta tak berpaling pintu di desa Ranupakis, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang Jawa timur.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.