Rabu, 11 Feb 2026 15:57 WIB

Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

  • Penulis : Ading
  • | Senin, 19 Jan 2026 11:09 WIB
Foto: Kondisi stasiun Pasar Turi Surabaya (Humas Daop 8 Surabaya)
Foto: Kondisi stasiun Pasar Turi Surabaya (Humas Daop 8 Surabaya)

selalu.id - KAI Daop 8 Surabaya kembali melakukan rekayasa pola operasi dengan membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, Senin (19/1/2026). Pembatalan dilakukan karena dampak banjir di lintas utara masih memengaruhi perjalanan kereta api dari dan menuju Surabaya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan jalur rel di lintas utara saat ini sudah dapat dilalui. Namun, kondisi pascabanjir mengharuskan perjalanan kereta dilakukan secara bergantian dengan kecepatan terbatas.

Baca Juga: Kabar Gembira, Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026 Kini Sudah Bisa Dipesan

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan tinggi, sehingga KAI memutuskan membatalkan beberapa perjalanan guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api lainnya.

“Saat ini jalur KA sudah dapat dilalui, namun dengan kecepatan terbatas dan bergantian dengan perjalanan KA lainnya. Untuk mengantisipasi keterlambatan yang semakin besar, sejumlah perjalanan terpaksa dibatalkan,” ujar Mahendro.

Adapun kereta api yang dibatalkan pada hari ini meliputi KA Sembrani Tambahan (7003A) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Ambarawa Ekspres (263) relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA Argo Bromo Anggrek (1B) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Gajayana (35) relasi Malang–Gambir, serta KA Gajayana Tambahan (7001A) relasi Malang–Gambir.

Baca Juga: Jalur KA Utara Terendam Banjir, 7 Kereta dari Surabaya Dibatalkan, Ratusan Penumpang Refund

Selain pembatalan, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan pengaturan ulang formasi rangkaian pada sejumlah kereta yang masih beroperasi, di antaranya KA Harina relasi Surabaya Pasarturi–Bandung, KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, serta KA Arjuno Ekspres relasi Malang–Surabaya Gubeng.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan dan mempercepat pemulihan operasional hingga kondisi jalur kembali normal.

KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Penumpang terdampak pembatalan diberikan pengembalian dana 100 persen di luar biaya pemesanan atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.

Baca Juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

“Pelanggan dapat melakukan refund penuh atau reschedule tanpa biaya tambahan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” kata Mahendro.

Petugas pelayanan pelanggan juga disiagakan di sejumlah stasiun untuk memberikan informasi dan pendampingan langsung kepada penumpang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.

Gedung TK di Kedurus Surabaya Terancam Roboh, DPRD Turun Tangan

“Tidak boleh ada masalah warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif,” jelas Cak Yebe.