Kamis, 04 Jun 2026 05:39 WIB

Cerita Wisudawan STIDKI Ar Rahma Mualafkan Warga di Perbatasan Timor Leste

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Nov 2023 10:12 WIB
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

selalu.id - Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah resmi meluluskan puluhan wisudawan yang ke-4.

Total sebanyak 55 mahasiswa yang lulus diantaranya 33 wisudawan akademik dan 22 wisudawan Al quran.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Mereka resmi menyandang gelar sarjana dan sekaligus pengukuhan yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Sabtu (11/11/2023).

Acara wisudawan STIDKI itu juga dihadiri oleh
Ustad Adi Hidayat yang memberikan beasiswa S2 terhadap 5 lulusan terbaik diantaranya 3 wisudawan akademik dan 4 wisudawan al qur'an.

"Saya sampaikan selamat kepada citivas akademika STIDKI Ar Rahmah karena sudah berhasil melahirkan Da'i , ulama dan imam terbaik di zaman ini,"kata Ustad Adi Hidayat.

STIDKI juga telah meluluskan salah satu mahasiswanya yang merupakan wisudawan terbaik dari program studi Manajemen Dakwah Ahmad Fadlan Rizki.

Fadlan yang memiliki IPK 3,79 itu pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung di Atambua, yakni kawasan yang merupakan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Kala itu, saat pertama tiba di Atambua, Fadlan berkenalan dengan penduduk di sana. Banyak dari masyarakat yang memutuskan untuk menjadi mualaf.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kami banyak diberikan pengalaman kesempatan beberapa waktu lalu. Saya dapatkan amanah untuk berhikmah di ujung negeri di Atambua perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Ketika pertama kali sampai di tempat itu, saya berkenalan dan banyak orang dan banyak bertemu dan banyak kali saudara-saudara mualaf,"kata Fadlan, saat pidatonya di hadapan puluhan wisudawan.

Sayangnya, lanjut Fadalan, seusai menjadi mualaf mereka tidak dipupuk secara keimanannya sehingga menyebabkan lupa akan syahadat.

Hal itu yang membuat Ahmad bergerak untuk melakukan perubahan. Dia memutuskan untuk membuat program pembinaan bagi mualaf.
Salah satunya membaca Al-Qur’an.

"Hari ini sudah banyak yang bisa membaca Alquran dari ibu-ibu mualaf tersebut alhamdulillah ada yang masih Iqro 6 masih Iqro 5 tapi walillahilham ini merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah. Pengalaman saya selama sekian bulan di Atambua kiprah,"ungkapnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sementara itu, Ketua STIDKI menambahkan kepada wisudawan harus berkontribusi positif dalam pembangunan Indonesia dan Islam.

Ketua STIDKI Ar Rahmah Shobikhul Qisom menekankan puluhan wisudawan yang telah lulus itu harus berkontribusi positif dalam pembangunan Indonesia dan Islam

"Ini telah diterapkan oleh wisudawan, bahkan sebelum menjadi sarjana,"pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.