Senin, 07 Sep 2026 21:02 WIB

Cerita Wisudawan STIDKI Ar Rahma Mualafkan Warga di Perbatasan Timor Leste

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Nov 2023 10:12 WIB
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

selalu.id - Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah resmi meluluskan puluhan wisudawan yang ke-4.

Total sebanyak 55 mahasiswa yang lulus diantaranya 33 wisudawan akademik dan 22 wisudawan Al quran.

Baca Juga: Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Mereka resmi menyandang gelar sarjana dan sekaligus pengukuhan yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Sabtu (11/11/2023).

Acara wisudawan STIDKI itu juga dihadiri oleh
Ustad Adi Hidayat yang memberikan beasiswa S2 terhadap 5 lulusan terbaik diantaranya 3 wisudawan akademik dan 4 wisudawan al qur'an.

"Saya sampaikan selamat kepada citivas akademika STIDKI Ar Rahmah karena sudah berhasil melahirkan Da'i , ulama dan imam terbaik di zaman ini,"kata Ustad Adi Hidayat.

STIDKI juga telah meluluskan salah satu mahasiswanya yang merupakan wisudawan terbaik dari program studi Manajemen Dakwah Ahmad Fadlan Rizki.

Fadlan yang memiliki IPK 3,79 itu pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung di Atambua, yakni kawasan yang merupakan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Kala itu, saat pertama tiba di Atambua, Fadlan berkenalan dengan penduduk di sana. Banyak dari masyarakat yang memutuskan untuk menjadi mualaf.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Kami banyak diberikan pengalaman kesempatan beberapa waktu lalu. Saya dapatkan amanah untuk berhikmah di ujung negeri di Atambua perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Ketika pertama kali sampai di tempat itu, saya berkenalan dan banyak orang dan banyak bertemu dan banyak kali saudara-saudara mualaf,"kata Fadlan, saat pidatonya di hadapan puluhan wisudawan.

Sayangnya, lanjut Fadalan, seusai menjadi mualaf mereka tidak dipupuk secara keimanannya sehingga menyebabkan lupa akan syahadat.

Hal itu yang membuat Ahmad bergerak untuk melakukan perubahan. Dia memutuskan untuk membuat program pembinaan bagi mualaf.
Salah satunya membaca Al-Qur’an.

"Hari ini sudah banyak yang bisa membaca Alquran dari ibu-ibu mualaf tersebut alhamdulillah ada yang masih Iqro 6 masih Iqro 5 tapi walillahilham ini merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah. Pengalaman saya selama sekian bulan di Atambua kiprah,"ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sementara itu, Ketua STIDKI menambahkan kepada wisudawan harus berkontribusi positif dalam pembangunan Indonesia dan Islam.

Ketua STIDKI Ar Rahmah Shobikhul Qisom menekankan puluhan wisudawan yang telah lulus itu harus berkontribusi positif dalam pembangunan Indonesia dan Islam

"Ini telah diterapkan oleh wisudawan, bahkan sebelum menjadi sarjana,"pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dinilai Cacat Prosedur, PN Mojokerto Dilaporkan ke Bawas MA Usai Eksekusi Rumah di Trowulan

PUMI mendesak Bawas MA RI segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pejabat pengadilan yang terlibat.