Minggu, 06 Sep 2026 16:04 WIB

Peringatan Banjir Rob Surabaya, BPB Linmas Siapkan Tiga Posko Siaga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 04 Des 2021 10:30 WIB
Kampung Nelayan Surabaya (Foto: Istimewa)
Kampung Nelayan Surabaya (Foto: Istimewa)

Surabaya (selalu.id) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jatim. Mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob akibat fenomena pasang maksimum air laut.

Peringatan tersebut, perkirakan akan terjadi mulai 2 hingga 7 Desember 2021, sekitar pukul 21.00 - 24.00 WIB di kawasan pesisir Surabaya dan sekitarnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Irvan Widyanto, memastikan bahwa pemkot Surabaya sudah melakukan berbagai antisipasi jika terkena banjir rob, salah satunya pelatihan praktek evakuasi mandiri untuk warga pesisir.

Tentunya, lanjut ia, dengan mengikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan menuju Assembly Point titik kumpul.

Dengan ketinggian di atas 2,5 meter atau pasang air laut di atas 150 cm dan kecepatan angin di atas 20 knot atau 37 km/jam.

"Maka kita harap warga bisa melakukan evaluasi mandiri tanpa harus menunggu bantuan," jelas Irvan melalui siaran pers yang diterima selalu.id, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan jika ada update dari BMKG Maritim terdapat potensi kenaikan air laut dan tinggi gelombang.

Maka BPB Linmas akan bergerak langsung mendirikan posko siaga di Romokalisari, Sontoh Laut dan Taman Suroboyo.

"Mereka akan dibekali peralatan mulai dari perahu karet bermesin, pelampung, ring buoy, tali, genset, lampu dan beberapa peralatan lainnya," jelasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sementara itu, pihaknya akan memberi pengumuman baik melalui toa yang dipasang di perkampungan nelayan di SIB maupun melalui megaphone.

Tambahnya, juga dengan keliling kampung nelayan untuk meminta agar sementara waktu tidak melaut dan tidak mendekati bibir pantai.

"Yang paling penting juga, apabila terjadi kedaruratan apapun di Surabaya, silahkan langsung menghubungi Command Center 112 untuk mendapatkan bantuan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.