• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 11:16 WIB

Ini Langkah Pemkot Surabaya Atasi Tingginya Harga Minyak Goreng

Kunjungan Wakil Wali Kota Surabaya,Armuji ke salah satu distributor minyak goreng di kawasan SIER

Kunjungan Wakil Wali Kota Surabaya,Armuji ke salah satu distributor minyak goreng di kawasan SIER

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya untuk mengatasi tinginya harga minyak goreng menjelang tutup tahun 2021 ini. salah satunya bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengunjungi salah satu distributor di Kawasan Industri SIER pada Rabu (1/12/2021), guna memastikan stok minyak goreng dan harga sesuai HET didampingi Disperindag serta Direktur Pemasaran SIER. 

Baca Juga: Larang Study Tour SD-SMP ke Luar Kota, Wali Kota Eri Imbau Perbanyak Kegiatan Lokal

"Untuk menjamin distribusi lancar kita siapkan skema operasi pasar di 31 kecamatan dan pengawasan terhadap distributor minyak goreng melalui Disperindag," kata Cak Ji, sapaan akrab Armuji.

Armuji menyebutkan, kenaikan harga Minyak goreng itu menyebabkan kenaikan sejumlah komoditi lainnya seperti makanan . Selain itu ia juga mendapatkan banyak masukan dari ibu-ibu terkait kenaikan minyak goreng.

Masih kata Cak Ji (sapaan akrab Armuji), Pemkot Surabaya akan mengambil langkah tegas apabila ada pihak-pihak yang mengambil untung dalam kenaikan harga minyak goreng ini.

"Ibu-ibu paling pusing kalau harga minyak goreng naik, memang kondisi global harga bahan baku naik tapi kita harus mengambil langkah," tandasnya. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Percepat Pengentasan Kemiskinan

Dalam kunjungan ke PT Indomarco Adi Prima itu, Cak Ji didampingi Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan Surabaya, Trio Wahyu Bowo, dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Silvester Budi Agung.

Kedatangannya di gudang Indomarco disambut oleh Office Manager PT Indomarco Adi Prima Obed Bryan, Sales Manager PT Indomarco Adi Prima Imam Mawardi, dan Purchasing & General Affairs Manager PT Indomarco Adi Prima Erens Robert.

Obed menjelaskan bahwa penentuan harga jual minyak goreng mengikuti acuan harga dari pabrik, karena pabrik juga menentukan harga berdasarkan harga bahan baku. Bila harga dari pabrik sudah mahal, sehingga harga jual pun mau tidak mau akan ikut mahal. 

Baca Juga: Gerindra Ancang-ancang Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya

"Memang stoknya kosong untuk minyak goreng. Makanya tempat atau rak yang seharusnya diisi kardus minyak goreng, sementara digantikan dengan produk lain", kata Obed.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan SIER, Silvester Budi Agung menjelaskan bahwa naiknya harga minyak goreng ini disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku minyak goreng, yaitu Crude Palm Oil (CPO). Tentunya diikuti juga dengan kelangkaan minyak goreng yang menyebabkan harga di pasaran mengalami peningkatan yang signifikan.

"Sesuai siklus pada saat musim dingin, negara-negara empat musim memerlukan lebih banyak energi termasuk pemanfaatan energi dari CPO. Termasuk konsumsi CPO untuk bauran energi di dalam negeri. Sehingga CPO pun menjadi langka, semoga segera ada pengendalian stok dengan kombinasi operasi pasar atau sejenisnya sehingga stok dan harga kembali stabil," jelas Silvester. 

Editor : Redaksi