Waspada! Nomor Ini Ngaku Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Modus Tawarkan Mobil Murah
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 29 Sep 2023 10:38 WIB
selalu.id - Beredar pesan WhatsApp (WA) yang mengaku sebagai Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah.
Pesan dari nomor WA 0815361955276 ini merupakan seorang penipu yang mengaku sebagai Ketua Komisi D. Penipu itu menawarkan produk mobil dan motor dengan harga 40 persen lebih murah dari harga dealer.
Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Dikonfirmasi selalu.id, Khusnul menegaskan bahwa nomor tersebut bukan dirinya. Ia mengaku tidak tahu jika ada orang yang mengaku dirinya untuk melakukan penipuan melalui WA.
Dia baru tahu, setelah salah satu kerabatnya menghubungi untuk konfirmasi, apakah betul dia menawarkan kendaraan dengan diskon besar.

"Saat saya diberitahu, jelas saya kaget. Saya pastikan itu bukan dirinya. Beruntung kerabat saya itu kok konfirmasi saya dulu, jadi tidak bisa terkena bujuk rayu sang penipu," ujar Khusnul, saat dikonfirmasi, Jumat (29/9/2023).
Baca Juga: Rasiyo Diundang Untuk Klarifikasi Kasus RS Pura Raharja, Ishaq Laporkan Balik Ke Polda Jatim
Khusnul menjelaskan, penipu itu mencoba meyakinkan calon korban dengan menggunakan foto dirinya yang sedang duduk di kursi rapat DPRD Surabaya, yang memakai baju warna hitam dan kerudung abu-abu, lengkap dengan papan namanya yang berada di meja.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini mengaku, tidak tahu siapa saja yang telah dihubungi penipu tersebut.
Untuk itu, ia meminta jika ada yang dihubungi dengan menawarkan sesuatu, jangan percaya.
Baca Juga: Konsumen Dirugikan, Sales BYD di Surabaya Didakwa Penipuan Wall Charging
"Ada beberapa yang konfirmasi ke saya. Bahkan karena tahu itu bukan saya, teman saya sempat menggoda penipu tersebut dengan membalas chatnya dengan bahasa Arab," kata Khusnul.
Dia berharap, tidak ada orang yang menjadi korban. Sebab jika melihat kalimat yang digunakan, penipu tersebut sangat lihai merangkai kata. Penipu itu memakai kata seolah-olah sangat akrab dengan calon korban yang dihubungi.
"Modus penipuan semacam ini sudah sering dilakukan. Saya berharap kolega saya berhati-hati jika menerima pesan semacam ini. Tidak hanya yang bergambar saya, tapi juga yang lainnya jika menggunakan nomor lain. Sebaiknya konfirmasi ke yang bersangkutan," tandasnya.
Editor : Ading