Rabu, 22 Jul 2026 23:58 WIB

Ulang Tahun Ke-78, KAI Beri Layanan Kesehatan Gratis 300 Warga Sidotopo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Sep 2023 17:40 WIB
300 warga Sidotopo Surabaya yang mendapat layanan kesehatan gratis KAI
300 warga Sidotopo Surabaya yang mendapat layanan kesehatan gratis KAI

selalu.id - KAI Daop 8 Surabaya memberikan layanan kesehatan kereta sehat atau Rail Clinic untuk ratusan warga Sidotopo secara gratis, Kamis (21/9/2023).

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan bahwa layanan tersebut juga untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KAI yang ke 78 tahun. Total sebanyak 300 warga Sidotopo Surabaya yang mendapat layanan kesehatan gratis tersebut.

Baca Juga: KAI Tegaskan Shelter di Sidoarjo yang Diduga jadi Tempat Asusila Itu Bukan Asetnya

"Kita undang 300 warga Sidotopo berobat gratis dan sosialisasi layanan ke masyarakat tentang kesehatan dan hidup sehat," kata Luqman, kepada selalu.id, saat ditemui di stasiun Sidotopo, Surabaya, Kamis (21/9/2023).

Luqman menyampaikan bahwa warga Sidotopo mendapatkan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama dengan Kereta Kesehatan atau Rail Clinic generasi ke-4.

"Layanan kesehatan itu meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan laboratorium sederhana serta penyuluhan kesehatan," jelasnya.

Dalam kegiatan bakti sosial, Daop 8 Surabaya telah menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari 3 dokter umum, 2 dokter gigi, 1 dokter spesialis kandungan, 1 bidan, 2 apoteker, dan 14 paramedis.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

"Ini pertama Daop 8 Surabaya menggelar setelah pandemi terakhir 2019 kemarin di Stasiun Sidotopo," ucapnya.

Lebih lanjut Luqman juga menyampaikan tak hanya memberi layanan kesehatan gratis. Pihaknya juga memberi layanan perpustakaan kereta atau Rail Library dan mengajak pelajar untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

Baca Juga: Kereta Api Jadi Transportasi Favorit Turis Berwisata di Jatim saat Libur Lebaran

"Kami juga undang siswa SD-SMA untuk ikut kegiatan karena kami menyiapkan Rail Library. Kami ajak mereka kunjungi perpustakaan yang ada, berbagai macam buku bacaan manual dan digital serta ada peraturan-peraturan kereta api," terangnya.

Petugas dari Pengamanan KAI Daop 8 Surabaya juga menyerahkan peralatan olahraga kepada 3 sekolah, yaitu SDN Sidotopo 1, SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, dan SMK PGRI 10 Surabaya berupa 2 bola sepak, 2 bola futsal, 4 bola voli, dan 1 net voli.

"Harapannya, dengan diberikannya sarana perlengkapan olahraga ini, para murid setelah menerima pembelajaran di sekolah, dapat beralih dengan aktifitas olahraga, dan tidak ada lagi yang melakukan aktifitas di sekitar jalur KA," harapnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.