Selasa, 03 Feb 2026 10:24 WIB

Ini Langkah Dinkes Antisipasi Dokter Gadungan Masuk RSUD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Sep 2023 11:18 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id  - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menghimbau agar seleksi penerimaan profesi tenaga medis dan dokter di setiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Surabaya diperketat serta melalui proses filterisasi dan verifikasi yang berlapis.

Hal itu merupakan langkah antisipasi yang diambil oleh Dinkes Surabaya sebagai respon atas kasus dokter gadungan yang terjadi di RS PHC Surabaya beberapa waktu lalu. Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina pun mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan terkait seleksi lowongan pekerjaan tenaga medis maupun dokter agar tidak kembali kecolongan.

"Kita nggak masuk di dalamnya karena seleksi adalah otoritas dari masing-masing Rumah Sakit. Tapi kami nanti saat pembinaan akan kami sampaikan untuk waspada menyeleksi karyawan," kata Nanik, kepada selalu.id, Kamis (21/9/2023).

Nanik meminta kepada setiap direktur RSUD di Surabaya untuk tetap berhati-hati untuk menentukan atau menyeleksi dokumen-dokumen pelamar kerja, khususnya, profesi Dokter.

"Sejauh ini belum pernah ada keluhan di kami (menemukan karyawan gadungan,red). Saya rasa masing-masing rumah sakit punya kontrol," ujarnya.

Lebih lanjut Nanik menambahkan bahwa memang sistem seleksi profesi dokter sudah ada mekanismenya, salah satunya yakni, ketentuan praktik harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR), baru perizinan harus masuk ke website Surabaya Single Window (SSW) Alfa.

"Perizininan masuk di SSW Alfa di kontrol kami. Kalau bukan dokter harusnya Rumah Sakit punya kontrol ini STR asli apa bukan," terangnya.

Sekedar diketahui dokter gadungan di RS Pelindo Husada Citra (PHC) adalah seorang pria bernama Susanto. Ia telah melakukan penipuan dengan menyamar sebagai dokter selama hampir 3 tahun. Ternyata Susanto adalah lulusan SMA dan saat melamar ia memalsukan dokumen data-data dirinya dengan mencatut identitas asli dokter lain yakni dr Anggi Yurikno yang bekerja di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhati Sehat Bandung.

Susanto pun dilaporkan dan menjadi terdakwa dan tengah di sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Faktanya, Susanto selama bekerja di PT PHC ternyata bukan sebagai dokter. Melainkan kerja di klinik Occupational Health & Industrial Hygiene (OHIH) yang merupakan milik perushaan PT PHC, yang berada di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.