Senin, 02 Nov 2026 17:37 WIB

Ini Langkah Dinkes Antisipasi Dokter Gadungan Masuk RSUD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Sep 2023 11:18 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id  - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menghimbau agar seleksi penerimaan profesi tenaga medis dan dokter di setiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Surabaya diperketat serta melalui proses filterisasi dan verifikasi yang berlapis.

Hal itu merupakan langkah antisipasi yang diambil oleh Dinkes Surabaya sebagai respon atas kasus dokter gadungan yang terjadi di RS PHC Surabaya beberapa waktu lalu. Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina pun mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan terkait seleksi lowongan pekerjaan tenaga medis maupun dokter agar tidak kembali kecolongan.

"Kita nggak masuk di dalamnya karena seleksi adalah otoritas dari masing-masing Rumah Sakit. Tapi kami nanti saat pembinaan akan kami sampaikan untuk waspada menyeleksi karyawan," kata Nanik, kepada selalu.id, Kamis (21/9/2023).

Nanik meminta kepada setiap direktur RSUD di Surabaya untuk tetap berhati-hati untuk menentukan atau menyeleksi dokumen-dokumen pelamar kerja, khususnya, profesi Dokter.

"Sejauh ini belum pernah ada keluhan di kami (menemukan karyawan gadungan,red). Saya rasa masing-masing rumah sakit punya kontrol," ujarnya.

Lebih lanjut Nanik menambahkan bahwa memang sistem seleksi profesi dokter sudah ada mekanismenya, salah satunya yakni, ketentuan praktik harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR), baru perizinan harus masuk ke website Surabaya Single Window (SSW) Alfa.

"Perizininan masuk di SSW Alfa di kontrol kami. Kalau bukan dokter harusnya Rumah Sakit punya kontrol ini STR asli apa bukan," terangnya.

Sekedar diketahui dokter gadungan di RS Pelindo Husada Citra (PHC) adalah seorang pria bernama Susanto. Ia telah melakukan penipuan dengan menyamar sebagai dokter selama hampir 3 tahun. Ternyata Susanto adalah lulusan SMA dan saat melamar ia memalsukan dokumen data-data dirinya dengan mencatut identitas asli dokter lain yakni dr Anggi Yurikno yang bekerja di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhati Sehat Bandung.

Susanto pun dilaporkan dan menjadi terdakwa dan tengah di sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Faktanya, Susanto selama bekerja di PT PHC ternyata bukan sebagai dokter. Melainkan kerja di klinik Occupational Health & Industrial Hygiene (OHIH) yang merupakan milik perushaan PT PHC, yang berada di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.

Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Lusi, ibu korban mengatakan penganiayaan ini sudah direncanakan secara matang. Pasalnya, pelaku dan kakaknya datang bersamaan, dan pelaku sudah bawa sajam.