Jumat, 05 Jun 2026 20:24 WIB

Ada Teknologi Baru Soal Lampu Merah di Surabaya, Simak Ulasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Sep 2023 19:29 WIB
Lampu merah di Surabaya
Lampu merah di Surabaya

selalu.id - Pemkot Surabaya terus berkomitmen untuk mengurangi polusi udara, untuk itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga berinsiatif untuk mengurangi durasi lampu merah di Surabaya, guna mengurang polusi udara.

Baca Juga: Xenia Tabrak Traffic Light di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya

Ia menilai bahwa terkonsentrasinya kendaraan di traffic light menimbulkan polusi terlalu banyak dari kendaraan yang berhenti.

"Yang kita lakukan sekarang itu ngukur durasi lampu abang (merah), semakin lama berhenti dan antre panjang, maka polusi semakin gede (besar). Maka kita atur biar lampu merah tidak terlalu lama agar perputarannya cepat," kata Eri kepada selalu.id, Rabu (13/9/2023).

Pemkot Surabaya juga telah bekerja sama dengan beberapa vendor dan nantinya pengukuran lampu traffic light itu menggunakan sistem sensor yang medeteksi antrean panjang dan otomatis lampu berwarna hijau.

"Itu dengan sensor, kalau antrean beberapa meter itu langsung otomatis langsung hijau. Kalau yang sekarang kan ada SITS, tapi gak bisa otomatis. Nah ini nanti tidak lihat timer lagi," jelasnya.

Pengukuran durasi traffic light akan uji coba pada bulan Oktober 2023 mendatang. Eri menyebut akan dilakukan dulu di Jalan Ahmad Yani hingga Tanjung Perak.

"Insyaallah akan dijalankan bulan depan (Oktober), dari Jalan Ahmad Yani hingga Perak," ungkapnya.

Berdasarkan data KLHK, indeks kualitas udara Surabaya pada Senin (11/9/2023) adalah di angka 23. Hal ini membuat Surabaya menempati urutan pertama dengan kualitas udara terbersih di Indonesia. 

Meski Surabaya disebut merupakan Kota Polusi Udara Terbaik di Indonesia, Eri menyebut Pemerintah Kota akan terus berupaya untuk mengurangi polusi udara.

"Saya kemarin dapat informasi, tadi pagi, saya matur nuwun untuk warga Surabaya yang mau menjaga kotanya (menjadi Kota Polusi Udara Terbaik)," kata Eri, kepada selalu.id, Rabu (13/9/2023).

Dengan itu upaya Pemerintah Kota untuk terus mengurangi polusi udara, kata Eri, juga dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan uji emisi kendaraan.

"Kalau ada bangunan dan rumah selalu ada ruang terbuka Hijau dan itu dijalankan dan kita akan terus meningkatkan uji emisi," jelasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota juga meminta kepada setiap perusahaan yang ada di Surabaya untuk merotasi karyawannya untuk bekerja di dekat kawasan rumah mereka. Hal itu juga solusi untuk mengurangi padat kendaraan yang membuat polusi udara.

"Kita selalu meminta kepada perusahan-perusahaan untuk melakukan rotasi pekerjaan yang dekat dengan rumahnya. Semoga punya komitmen," pungkasnya.

Baca Juga: Lampu Merah di Simpang Pegirian Surabaya Mati, Ternyata Komponennya Dicuri 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.