Selasa, 21 Jul 2026 22:53 WIB

Jika Disandingkan Prabowo, Yenny Wahid Disebut Bisa Ungguli Cak Imin Raih Suara NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Sep 2023 13:09 WIB
Prabowo dan Yenny Wahid
Prabowo dan Yenny Wahid

selalu.id - Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda menyebut hasil survei terkait Cawapres perempuan telah mencuatkan nama anak mantan Presiden ke-4 yakni Yenny Wahid. Dalam bursa Capres dan Cawapres, elektabilitas Yenny paling tinggi jika disandingkan Capres Prabowo Subianto, daripada Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Diketahui hasil Capres-Cawapres pasangan Prabowo-Yenny Wahid mendapat dukungan sebesar 40,7 persen. Sementara Ganjar Pranowo-Yenny Wahid memperoleh dukungan sebesar 32 persen. Sedangkan Anies Baswedan -Yenny Wahid 27,8 persen.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri 2026 Kapan? Ini Perhitungan Muhammadiyah, BMKG hingga NU

"Yenny akan unggul sama siapapun. Ketika disandingkan prabowo angkanya lebih tinggi daripada Cawapres lain. Makanya sangat pas dengan Prabowo," kata Mheky, kepada selalu.id, Selasa (12/9/2023).

Potensi perpaduan Prabowo-Yenny pun diprediksi cukup signifikan memacah suara NU yang kini dihadapkan Anies-Cak Imin.

"Pemilih NU masih menjadi primadona untuk Pilpres. Ini (pontensi Prabowo-Yenny,red) dapat merangkul warga NU untuk meningkatkan elektoralnya, sehingga bisa saja terjadi pecah suara yang lebih unggul," ujarnya.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Ia menilai Yenny Wahid sebagai tokoh NU mampu menjadi kompetitor Cak Imin, meski Yenny belum memiliki banyak pengalaman di politik praktis dengan partai politik.

"PBNU sendiri jangan mengaitkan PBNU dengan politik praktis. Cak Imin mempunyai modal terlebih dahulu politiknya dengan PKB. Sedangkan Yenny Wahid belum memiliki atau tidak punya partasipasi partai politik. Mungkin Cak Imin, terlihat lebih unggul tapi belum mungkin juga kedepannya. Peluang sangat cair siapa yang menang tentu saja peluang sama. Bagaiaman kekuatan Cawapres masing masing, koalisi merebut elektoral pemilih NU," imbuhnya.

Baca Juga: Nahdliyin Sumbang Suara Utama, Golkar Surabaya Teruskan Gelar Ziarah Wali 

Sisi lain Dosen Unesa Eko Pamuji, mengatakan bahwa temuan survei Dialektika Institute tidak mengejutkan. Menurutnya jika survei dilakukan di basis NU apalagi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tentu nama yang muncul tidak akan banyak pasti Yenny Wahid dan Khofifah tentu akan menjadi nama tertinggi.

"Survei ini karena temanyanya adalah Cawapres Perempuan maka kita tunggu bagaimana jika simulasi menghadirkan kandidat Cawapres dari laki-laki. Dan dengan waktu yang masih 1 bulan dinamika bisa saja berubah bahkan pasangan dan, koalisi bisa berubah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.