Rabu, 21 Okt 2026 08:10 WIB

Jika Disandingkan Prabowo, Yenny Wahid Disebut Bisa Ungguli Cak Imin Raih Suara NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Sep 2023 13:09 WIB
Prabowo dan Yenny Wahid
Prabowo dan Yenny Wahid

selalu.id - Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda menyebut hasil survei terkait Cawapres perempuan telah mencuatkan nama anak mantan Presiden ke-4 yakni Yenny Wahid. Dalam bursa Capres dan Cawapres, elektabilitas Yenny paling tinggi jika disandingkan Capres Prabowo Subianto, daripada Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Diketahui hasil Capres-Cawapres pasangan Prabowo-Yenny Wahid mendapat dukungan sebesar 40,7 persen. Sementara Ganjar Pranowo-Yenny Wahid memperoleh dukungan sebesar 32 persen. Sedangkan Anies Baswedan -Yenny Wahid 27,8 persen.

Baca Juga: Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

"Yenny akan unggul sama siapapun. Ketika disandingkan prabowo angkanya lebih tinggi daripada Cawapres lain. Makanya sangat pas dengan Prabowo," kata Mheky, kepada selalu.id, Selasa (12/9/2023).

Potensi perpaduan Prabowo-Yenny pun diprediksi cukup signifikan memacah suara NU yang kini dihadapkan Anies-Cak Imin.

"Pemilih NU masih menjadi primadona untuk Pilpres. Ini (pontensi Prabowo-Yenny,red) dapat merangkul warga NU untuk meningkatkan elektoralnya, sehingga bisa saja terjadi pecah suara yang lebih unggul," ujarnya.

Baca Juga: Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Ia menilai Yenny Wahid sebagai tokoh NU mampu menjadi kompetitor Cak Imin, meski Yenny belum memiliki banyak pengalaman di politik praktis dengan partai politik.

"PBNU sendiri jangan mengaitkan PBNU dengan politik praktis. Cak Imin mempunyai modal terlebih dahulu politiknya dengan PKB. Sedangkan Yenny Wahid belum memiliki atau tidak punya partasipasi partai politik. Mungkin Cak Imin, terlihat lebih unggul tapi belum mungkin juga kedepannya. Peluang sangat cair siapa yang menang tentu saja peluang sama. Bagaiaman kekuatan Cawapres masing masing, koalisi merebut elektoral pemilih NU," imbuhnya.

Baca Juga: Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Sisi lain Dosen Unesa Eko Pamuji, mengatakan bahwa temuan survei Dialektika Institute tidak mengejutkan. Menurutnya jika survei dilakukan di basis NU apalagi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tentu nama yang muncul tidak akan banyak pasti Yenny Wahid dan Khofifah tentu akan menjadi nama tertinggi.

"Survei ini karena temanyanya adalah Cawapres Perempuan maka kita tunggu bagaimana jika simulasi menghadirkan kandidat Cawapres dari laki-laki. Dan dengan waktu yang masih 1 bulan dinamika bisa saja berubah bahkan pasangan dan, koalisi bisa berubah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.